Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) mulai menyusun rencana untuk mengantisipasi kemungkinan pergantian pelatih setelah performa tim merosot pada awal musim 2026/2027.
Namun, salah satu nama yang dikaitkan dengan kursi pelatih Setan Merah, Fabian Hurzeler, dikabarkan tidak tertarik meninggalkan Brighton and Hove Albion di tengah musim.
Menurut laporan Give Me Sport, manajemen MU tengah mempertimbangkan kemungkinan melakukan perubahan di kursi kepelatihan.
Meski demikian, Michael Carrick diperkirakan masih akan mendampingi tim saat menghadapi Bournemouth dalam lanjutan Premier League pada Minggu.
Posisi Carrick semakin tertekan setelah MU dihajar 1-4 oleh Como dalam pertandingan Liga Champions pada Rabu (22/10/2026) malam.
Kekalahan itu memperpanjang catatan buruk Setan Merah yang kini tidak meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan beruntun di semua kompetisi.
Di tengah situasi itu, manajemen klub mulai mempersiapkan sejumlah alternatif. Namun, proses penyusunan daftar calon pengganti tidak serta-merta berarti MU telah memutuskan memecat Carrick.
Michael Carrick Tertekan setelah MU Terpuruk
Carrick menjalani awal musim yang sulit setelah mendapatkan kepercayaan untuk menjadi pelatih permanen MU pada musim 2026/2027.
Padahal, mantan gelandang Setan Merah itu sempat menunjukkan hasil menjanjikan ketika menjalani periode sebagai pelatih interim pada paruh kedua musim 2025/2026.
Saat itu, MU bahkan mencatatkan rekor Premier League yang lebih baik dibandingkan Arsenal, yang akhirnya keluar sebagai juara.
Namun, situasi berubah drastis setelah Carrick mendapatkan jabatan permanen. MU kesulitan menjaga konsistensi dan kini terpuruk di papan bawah klasemen.
Di Premier League, Setan Merah menempati peringkat ke-13, hanya unggul dua poin dari zona degradasi.
Sementara itu, di Liga Champions, mereka berada di posisi ke-20 setelah melewati tiga pekan pertandingan, hanya bertahan di atas batas zona eliminasi berkat keunggulan selisih gol.
Kekalahan 1-4 dari Como semakin memperburuk keadaan. Tim asal Italia yang dipimpin Cesc Fabregas itu membuat MU kembali gagal meraih kemenangan, sekaligus meningkatkan tekanan terhadap Carrick.
Manajemen klub sebenarnya masih berupaya memberikan dukungan kepada sang pelatih.
Namun, dengan hasil yang belum membaik, persiapan untuk mencari calon pengganti mulai dilakukan sebagai langkah antisipasi.
Fabian Hurzeler Pilih Bertahan di Brighton
Fabian Hurzeler menjadi salah satu nama yang menarik perhatian petinggi MU.
Pelatih asal Jerman berusia 33 tahun itu berhasil membangun Brighton menjadi tim yang kompetitif dan produktif di Premier League.
Brighton tampil impresif pada awal musim 2026/2027. The Seagulls menempati peringkat ketiga klasemen setelah melewati tujuh laga, termasuk kemenangan meyakinkan 3-0 atas Arsenal.
Produktivitas Brighton juga menjadi salah satu kekuatan utama mereka. Dengan koleksi 23 gol, klub asal pesisir selatan Inggris itu jadi tim tersubur di Premier League dalam periode tersebut.
Performa itu membuat reputasi Hurzeler semakin meningkat. Tidak mengherankan apabila namanya masuk dalam radar MU yang sedang mempersiapkan berbagai kemungkinan terkait masa depan Carrick.
Meski demikian, laporan Give Me Sport menyebut Hurzeler tidak terbuka terhadap kemungkinan meninggalkan Brighton di tengah musim.
Ia berencana melanjutkan pekerjaannya bersama The Seagulls, meskipun memiliki sejumlah pengagum di lingkungan Old Trafford.
Situasi itu membuat MU perlu mempertimbangkan alternatif lain jika benar-benar memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Carrick.
Terlebih, kontrak Hurzeler bersama Brighton juga tidak memiliki klausul pelepasan yang dapat mempermudah kepindahannya.
Julian Nagelsmann Jadi Kandidat Kuat Pengganti Carrick
Jika Hurzeler memilih bertahan, Julian Nagelsmann muncul sebagai salah satu kandidat utama untuk menangani MU apabila terjadi pergantian pelatih.
Mantan pelatih tim nasional Jerman itu dikabarkan terbuka terhadap peluang mengambil alih kursi kepelatihan di Old Trafford.
Status yang sedang tidak terikat dengan klub atau tim nasional juga berpotensi mempermudah proses negosiasi. Selain Nagelsmann, Unai Emery turut masuk dalam pertimbangan manajemen MU.
Pelatih Aston Villa itu bahkan pernah menjadi bagian dari proses pencarian pelatih pada musim panas sebelum Carrick akhirnya ditetapkan sebagai pelatih permanen.
Namun, mendatangkan Emery tidak akan mudah. Ia telah memperoleh kendali signifikan dalam perekrutan pemain di Aston Villa sehingga MU perlu memberi alasan kuat untuk meyakinkannya meninggalkan Villa Park.
Antonio Conte juga menjadi salah satu nama yang diperhitungkan. Pelatih asal Italia itu sedang tidak menangani klub setelah meninggalkan Napoli pada musim panas.
Cesc Fabregas hingga Eddie Howe Masuk Radar MU
Selain Nagelsmann, Emery, dan Conte, sejumlah pelatih lain juga mendapat perhatian dari jajaran petinggi MU.
Nama-nama itu mencakup Eddie Howe, Simone Inzaghi, serta Cesc Fabregas, sosok yang baru saja membawa Como mempermalukan MU dengan kemenangan 4-1 di Liga Champions.
Fabregas tentu menjadi nama yang menarik perhatian setelah keberhasilannya membangun Como menjadi tim yang mampu memberikan perlawanan kepada klub-klub besar.
Namun, belum ada kepastian bahwa MU akan mengambil langkah konkret untuk merekrutnya. Untuk saat ini, masa depan Carrick masih menjadi tanda tanya.
MU memang mulai menyusun rencana alternatif, tetapi langkah itu belum dapat diartikan sebagai keputusan final untuk melakukan pergantian pelatih.
Pertandingan melawan Bournemouth pada Minggu berpotensi menjadi momen penting bagi Carrick untuk memperbaiki situasi.
Hasil positif dapat membantu meredakan tekanan, sedangkan kegagalan kembali meraih kemenangan berisiko membuat posisinya semakin sulit.
Satu hal yang sudah jelas, MU perlu segera menemukan solusi atas kemerosotan performa mereka.
Namun, apabila perubahan pelatih benar-benar dilakukan, Hurzeler tampaknya bukan sosok yang mudah didatangkan karena ia lebih memilih melanjutkan proyeknya bersama Brighton.
Sumber: Give Me Sport