Gary Lineker dan Alan Shearer Peringatkan Cesc Fabregas: MU Bisa Jadi Kuburan Karier Pelatih!

Cesc Fabregas mendapat peringatan keras terkait rumor ketertarikan Manchester United terhadap dirinya.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 25 Oktober 2026, 09:45 WIB
Pelatih Como, Cesc Fabregas, merayakan kemenangan timnya seusai pertandingan matchday 1 fase liga Liga Champions 2026/2027 melawan RB Leipzig di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Kamis (10/9/2026). (AFP/Piero Cruciatti)

Bola.com, Jakarta - Cesc Fabregas mendapat peringatan keras terkait rumor ketertarikan Manchester United terhadap dirinya. Dua mantan striker Timnas Inggris, Gary Lineker dan Alan Shearer, menilai menangani Setan Merah saat ini bukan pilihan ideal bagi pelatih muda yang tengah membangun reputasi di Eropa.

Manchester United sedang berada dalam tekanan setelah hanya meraih satu kemenangan dari tujuh pertandingan awal Premier League 2026/2027. Situasi tersebut membuat posisi Michael Carrick sebagai pelatih kepala semakin terancam.

Advertisement

Sejumlah nama mulai dikaitkan dengan kursi kepelatihan MU, mulai dari Eddie Howe, Julian Nagelsmann, Antonio Conte, hingga Fabregas. Namun, Lineker menilai pelatih Como tersebut perlu berpikir matang sebelum menerima tawaran dari klub raksasa Inggris itu.

"Jika dia terus meraih kesuksesan, bahkan dalam level moderat bersama Como, klub besar akan datang untuk merekrutnya. Bisa jadi Manchester United. Namun, jika dia mengambil pekerjaan itu, dia gila! Klub itu benar-benar seperti kuburan bagi pelatih," ujar Lineker dalam podcast The Rest Is Football.


Alan Shearer Ikut Meragukan Proyek MU

Pelatih Manchester United, Michael Carrick, bertepuk tangan memberikan apresiasi terhadap tim dan pendukung di Old Trafford setelah kemenangan telak 4-0 atas Sabah FK pada laga matchday pertama Liga Champions 2026/2026, Jumat (11/9/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Alan Shearer memiliki pandangan serupa. Mantan penyerang Newcastle United dan Timnas Inggris tersebut mengakui Manchester United tetap menjadi klub besar, tetapi kondisi mereka saat ini membuat pekerjaan sebagai pelatih kepala tidak terlalu menarik.

Menurut Shearer, banyaknya pergantian pelatih dan pemecatan dalam satu dekade terakhir menjadi persoalan serius bagi siapa pun yang ingin menangani Setan Merah.

"Saya tahu Manchester United adalah klub sepak bola yang sangat besar, tetapi pekerjaan itu tidak menarik saat ini. Sudah berapa banyak pelatih yang datang dan berapa banyak yang dipecat?" kata Shearer.

Ia bahkan menyindir bahwa satu-satunya daya tarik pekerjaan tersebut adalah potensi kompensasi besar jika seorang pelatih dipecat dalam waktu dekat.

"Satu-satunya hal yang menarik adalah dia mungkin mendapatkan pesangon besar dalam 12 atau 18 bulan mendatang," lanjutnya.


Fabregas Bersinar Bersama Como

Pelatih kepala Como asal Spanyol, Cesc Fabregas, bereaksi dari area teknis selama pertandingan Seri A Italia antara Inter Milan dan Como di Stadion San Siro di Milan pada 23 Desember 2024. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Fabregas sendiri tengah membangun reputasi positif bersama Como. Dalam dua musim, ia membawa klub tersebut berkembang dari tim promosi Serie A hingga menembus zona kualifikasi Liga Champions.

Perkembangan itu membuat mantan gelandang Arsenal, Chelsea, dan Barcelona tersebut mulai diperhitungkan sebagai salah satu kandidat pelatih klub elite Eropa.

Kemenangan Como atas Manchester United pada 21 Oktober 2026 juga menjadi hasil penting yang semakin menegaskan kapasitas Fabregas. Meski demikian, belum ada kepastian bahwa ia akan meninggalkan klub Italia tersebut untuk menerima tantangan di Old Trafford.

Manchester United kini menghadapi pekerjaan besar untuk mengembalikan konsistensi tim. Dengan tekanan yang terus meningkat terhadap Carrick, keputusan mengenai masa depan kursi pelatih berpotensi menjadi salah satu isu utama yang menyita perhatian dalam beberapa pekan mendatang.

Sumber: Tribal Foottball

Berita Terkait