Bola.com, Jakarta - Manajer Manchester United, Michael Carrick, menepis anggapan Setan Merah merupakan tim yang sulit ditangani. Ia tetap yakin mampu membalikkan situasi di tengah tekanan besar yang sedang dihadapinya.
Carrick kini berada dalam posisi terdesak setelah MU melewati tujuh pertandingan tanpa kemenangan. Ia akan berusaha membawa timnya bangkit saat menjamu Bournemouth dalam lanjutan Premier League di Old Trafford, Minggu (25/10/2026).
Tekanan terhadap Carrick semakin besar setelah dua pemain senior, Lisandro Martinez dan Bruno Fernandes, melontarkan komentar kontroversial yang menyoroti kebijakan perekrutan pemain serta taktik tim.
Jika dipecat, Carrick akan menjadi pelatih ketiga yang berganti dalam tiga musim terakhir. Situasi itu sekaligus memperpanjang daftar pelatih Manchester United yang gagal mendekati pencapaian Sir Alex Ferguson, yang pensiun pada 2013.
Sejumlah mantan pemain ternama yang kini aktif sebagai pengamat sepak bola, ditambah kanal-kanal suporter dengan jumlah penonton besar, membuat tekanan terhadap pelatih MU semakin tinggi.
Namun, Carrick tidak sepakat jika situasi tersebut membuat Manchester United menjadi klub yang mustahil untuk dilatih.
"Tidak," jawab Carrick singkat ketika ditanya mengenai anggapan tersebut, seperti dikutip dari ESPN, Minggu (25/10/2026).
Simak update terkini klasemen Liga Inggris 2026/2027 di sini.
Balas Kritikan
Meski demikian, ia merasa keberatan dengan sejumlah kritik yang dilontarkan mantan pemain profesional maupun pengamat sepak bola terhadap performa timnya.
Carrick menyoroti anggapan bahwa para pemain Manchester United kurang berlari dan tidak cukup agresif melakukan pressing ketika kehilangan penguasaan bola.
Ia mengakui performa timnya saat kalah telak 1-4 dari Como dalam pertandingan Liga Champions, Rabu (21/10/2026), memang tidak dapat diterima.
Namun, ia mempertanyakan kritik yang menyebut Setan Merah tidak melakukan pressing dengan baik.
"Kita harus berhati-hati jika hanya mengatakan bahwa para pemain tidak cukup berlari," ujar Carrick.
"Kami sudah memenangi banyak pertandingan dalam kurun waktu tertentu. Soal pressing, itu hanya satu bagian kecil dari sepak bola," lanjutnya.
Sering Ngobrol dengan Solskjaer dan Ferguson
Meski ditunjuk sebagai pengganti Ruben Amorim pada Januari lalu, Carrick tetap menjalin hubungan dekat dengan mantan pelatih sekaligus rekan setimnya di Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer.
Pada Juli lalu, Solskjaer bahkan menyempatkan diri mengunjungi markas latihan MU di Trondheim sebelum pertandingan pramusim melawan Rosenborg. Ia datang untuk menghabiskan waktu bersama Carrick dan staf kepelatihannya.
Keduanya masih berkomunikasi hingga pekan ini. Carrick juga mengonfirmasi telah berbicara dengan Sir Alex Ferguson, sosok yang merekrutnya dari Tottenham Hotspur pada 2006.
Ferguson, yang akan berusia 85 tahun, juga masih rutin menghadiri pertandingan Manchester United.
"Saya cukup sering berbicara dengan mereka berdua. Tidak ada hal khusus dalam komunikasi kali ini. Saya dekat dengan mereka berdua, jadi tidak ada yang berbeda pada pekan ini," kata Carrick.
Carrick tetap optimistis bisa membawa Manchester United keluar dari periode sulit. Namun, ia menyadari timnya harus menunjukkan peningkatan saat menghadapi Bournemouth.
"Saya benar-benar percaya kepada mereka, 100 persen," tegasnya.
"Kami akan menjadi tim yang berbeda pada Minggu nanti. Kami harus menjadi tim yang berbeda," pungkas Carrick.
Sumber: ESPN