Bola.com, Jakarta - Barcelona menyiapkan strategi khusus untuk meredam ancaman Kylian Mbappe saat menghadapi Real Madrid dalam duel El Clasico di Camp Nou, Senin (26/10/2026) dini hari WIB.
Pelatih Hansi Flick menegaskan kunci untuk menghentikan penyerang asal Prancis tersebut bukanlah pengawalan individu, melainkan koordinasi dan kedisiplinan seluruh pemain.
Barcelona menyambut pertandingan ini dengan modal keunggulan enam poin di puncak klasemen La Liga.
Namun, kekalahan 2-4 dari Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions menjadi peringatan bagi Flick bahwa lini pertahanannya masih memiliki kelemahan yang bisa dimanfaatkan Madrid.
Hansi Flick Andalkan Pertahanan Kolektif untuk Hentikan Mbappe
Flick menegaskan Barcelona tidak akan mengubah pendekatan permainan secara drastis hanya untuk menghadapi Mbappe.
Pelatih asal Jerman itu lebih mengutamakan organisasi tim, baik ketika menguasai bola maupun saat bertahan.
Menurut Flick, menjaga jarak antarpemain, mempertahankan bentuk pertahanan yang kompak, dan memberikan tekanan kepada pemain yang menguasai bola merupakan aspek penting untuk mengantisipasi kecepatan Mbappe.
"Posisi kami, baik saat menguasai bola maupun tanpa bola, sangat penting," ujar Flick dalam konferensi pers menjelang pertandingan.
"Ketika tidak menguasai bola, kami harus menjaga jarak yang tepat antarpemain, tetap kompak, dan memberikan tekanan kepada pemain yang menguasai bola."
"Hal itu sangat penting ketika bermain dengan garis pertahanan tinggi. Jika kami melakukan semua hal itu, pekerjaan lini belakang akan menjadi jauh lebih mudah. Itulah yang harus kami lakukan," lanjutnya.
Pendekatan tersebut menuntut kontribusi seluruh pemain Barcelona. Para gelandang dan penyerang harus memberikan tekanan agar pemain Madrid tidak leluasa mengirimkan umpan terobosan ke ruang di belakang barisan pertahanan.
Jika tekanan gagal dilakukan, garis pertahanan tinggi Barcelona berisiko menjadi celah yang bisa dimanfaatkan Mbappe untuk berlari menuju gawang.
Pau Cubarsi dan Gerard Martin Jadi Tumpuan di Lini Belakang
Hansi Flick juga menyampaikan kepercayaannya kepada Pau Cubarsi dan Gerard Martin yang dinilai semakin padu sebagai duet di jantung pertahanan Barcelona.
"Cuba dan Gerard menjalani musim yang hebat. Apa yang mereka lakukan sungguh luar biasa," kata Flick.
"Mereka bekerja sama dan saling berkomunikasi. Anda bisa melihat bahwa mereka semakin berkembang bersama, dan saya sangat senang dengan hal itu," tambahnya.
Keduanya telah bermain bersama sebagai starter dalam enam dari 12 pertandingan pertama Barcelona musim ini.
Cedera yang dialami sejumlah pemain bertahan turut meningkatkan peran mereka dalam menjaga stabilitas lini belakang.
Flick memiliki pengalaman ketika pendekatan kolektifnya berhasil meredam Mbappe.
Dalam kemenangan telak 4-0 Barcelona atas Real Madrid di Santiago Bernabeu pada Oktober 2024, Mbappe tercatat delapan kali terjebak offside.
Dua upaya Mbappe bahkan dianulir karena posisi offside. Koordinasi lini pertahanan Barcelona ketika itu membuat sang penyerang sulit memaksimalkan pergerakan di belakang barisan bek.
Meski komposisi pemain kini telah berubah, Flick tampaknya ingin mempertahankan prinsip dasar yang membuat sistem pertahanan Barcelona efektif dalam pertandingan tersebut.
Kekalahan dari PSG Jadi Peringatan bagi Barcelona
Kendati percaya diri dengan pendekatan timnya, Flick menyadari Barcelona harus memperbaiki sejumlah aspek setelah kalah 2-4 dari PSG di Liga Champions.
Hasil itu mengakhiri catatan tak terkalahkan Barcelona pada awal musim 2026/2027.
Kekalahan itu memperlihatkan bagaimana pertahanan dengan garis tinggi dapat dieksploitasi oleh lawan yang memiliki kualitas menyerang dan kemampuan memanfaatkan ruang.
Flick secara khusus menyoroti pentingnya memperbaiki pertahanan ketika menghadapi situasi bola mati.
Menurutnya, Madrid memiliki kekuatan fisik dan kemampuan yang sangat baik dalam memanfaatkan peluang dari skema tersebut.
"Kami tahu kekuatan Real Madrid, dan mereka termasuk salah satu tim terbaik dalam situasi bola mati," ujar Flick.
"Mereka juga kuat secara fisik. Kami harus bertahan lebih baik dibandingkan ketika melawan PSG. Kami sudah membicarakan hal itu hari ini," lanjutnya.
Tantangan Barcelona semakin besar karena Jules Kounde dipastikan absen akibat masalah pada pergelangan kaki.
Absennya bek asal Prancis tersebut mengurangi pilihan Flick di lini pertahanan, sekaligus membuat koordinasi antarpemain yang tersedia menjadi semakin penting.
Barcelona Waspadai Ancaman Madrid meski Unggul di Klasemen
Barcelona memang berada dalam posisi lebih menguntungkan di klasemen. Mereka mengoleksi poin sempurna dari sembilan pertandingan pembuka La Liga.
Sedangkan Real Madrid mengumpulkan 21 poin dari sembilan laga dengan catatan tujuh kemenangan dan dua kekalahan.
Namun, Flick menilai posisi Madrid di klasemen tidak mengurangi ancaman yang akan mereka hadirkan.
Ia memperkirakan rival abadinya itu datang dengan kepercayaan diri tinggi dan kualitas pemain yang mampu menentukan hasil pertandingan.
"Saya memperkirakan Real Madrid akan tampil dengan kepercayaan diri tinggi," ucap Flick.
"Mereka adalah klub hebat dengan pemain-pemain luar biasa dan pelatih yang sangat baik. Mereka memiliki pemain-pemain fantastis, terutama di sepertiga akhir lapangan. Kami harus siap," tegasnya.
Kemenangan dalam El Clasico berpotensi membawa Barcelona unggul sembilan poin atas Madrid. Pertandingan ini bukan hanya soal gengsi, tetapi juga kesempatan bagi Blaugrana memperkuat posisi mereka dalam persaingan gelar juara.
Strategi pertahanan kolektif yang disiapkan Flick akan menjadi salah satu faktor penentu.
Jika Barcelona mampu menjaga kekompakan, memberikan tekanan secara konsisten, dan menghindari kesalahan seperti saat melawan PSG, peluang mereka untuk meredam Mbappe akan makin besar.