Bola.com, Jakarta - Liverpool masih kesulitan menunjukkan ketajaman di Premier League 2026/2027. Meski tampil produktif di kompetisi Eropa dan Carabao Cup, The Reds justru belum mampu mencetak banyak gol dalam tujuh pertandingan awal liga domestik.
Liverpool baru mengemas sembilan gol dari tujuh pertandingan Premier League.
Catatan itu kontras dengan performa mereka di kompetisi lain, saat pasukan Andoni Iraola mampu mencetak 15 gol dalam tiga pertandingan Liga Champions dan satu laga Carabao Cup melawan Tottenham Hotspur.
Situasi ini menjadi perhatian menjelang pertandingan melawan Brighton di Anfield, Minggu (25/10/2026).
Liverpool masih memburu kemenangan kandang pertama di Premier League bersama Iraola, sementara Brighton datang dengan produktivitas tinggi setelah mencetak 23 gol di liga.
Padahal, Liverpool memiliki banyak pemain berkualitas di lini depan.
Kepergian Mohamed Salah juga tidak membuat mereka kehilangan variasi pencetak gol karena sudah ada 10 pemain berbeda yang mencatatkan nama di papan skor musim ini.
Lantas, mengapa Liverpool begitu produktif di luar Premier League, tetapi kesulitan mencetak gol di kompetisi domestik?
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Liverpool Lebih Tajam di Liga Champions
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378475/original/004490700_1792535889-alexis_2.jpg)
Perbedaan produktivitas Liverpool di Premier League dan kompetisi lain menjadi salah satu persoalan yang perlu segera diselesaikan Iraola.
Di Liga Champions dan Carabao Cup, Liverpool mampu mencetak rata-rata 3,75 gol per pertandingan.
Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata 1,29 gol per laga di Premier League. The Reds menunjukkan ketajaman mereka ketika menang besar atas LASK dan Villarreal.
Liverpool mencetak enam gol saat menghadapi LASK di Austria, kemudian membukukan empat gol ketika menjamu Villarreal di Anfield.
Meski demikian, Iraola menilai perbedaan tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh kompetisi yang dimainkan.
Menurutnya, karakter lawan yang dihadapi Liverpool turut memengaruhi kemampuan timnya dalam menciptakan peluang dan mencetak gol.
"Saya tidak benar-benar mengetahui alasannya," ujar Iraola.
"Memang benar pertandingan melawan LASK berbeda. Namun, saat menghadapi Villarreal dan Atletico Madrid, menurut saya kami tampil sangat baik dalam menyerang."
Iraola juga menilai Liverpool tampil lebih baik dalam bertahan di Premier League.
The Reds telah mencatatkan tiga clean sheet dan kebobolan 8 gol dalam 7 pertandingan liga, sementara mereka juga kemasukan delapan gol dalam empat pertandingan di Liga Champions dan Carabao Cup.
Strategi Low Block Lawan Menjadi Tantangan
Salah satu faktor yang membuat Liverpool kesulitan mencetak gol adalah strategi bertahan lawan.
Banyak tim memilih menerapkan low block, yakni menumpuk pemain di area pertahanan sendiri untuk membatasi ruang gerak penyerang Liverpool.
Liverpool menghadapi strategi tersebut dalam 28 persen pertandingan Premier League musim ini, persentase tertinggi dibandingkan klub-klub lainnya.
Sebaliknya, mereka hanya menghadapi high block dalam 15 persen pertandingan, paling rendah di antara seluruh peserta liga.
Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Iraola. Ketika lawan bertahan dengan garis pertahanan rendah, Liverpool harus mencari cara untuk membongkar pertahanan rapat dan menciptakan peluang berkualitas.
Persoalan semakin rumit karena Liverpool sudah kebobolan lebih dahulu dalam empat dari tujuh pertandingan Premier League.
Ketika tertinggal, lawan cenderung semakin nyaman bertahan dan mempersempit ruang bagi para pemain The Reds.
Padahal, Iraola sebelumnya mengaku lebih menyukai lawan yang menerapkan low block karena strategi itu memungkinkan timnya menguasai pertandingan dan menghabiskan banyak waktu di area pertahanan lawan.
"Saya lebih memilih menghadapi low block karena dengan begitu kami bisa mengendalikan pertandingan. Kami mungkin akan menghadapi lebih sedikit peluang lawan dan menghabiskan banyak waktu di area pertahanan mereka," kata Iraola pada Juli lalu.
"Saya ingin menghabiskan sebanyak mungkin waktu di area lawan, baik saat menguasai bola maupun tidak, karena saya merasa kami lebih dekat untuk mencetak gol dari posisi tersebut."
Kini, tantangannya adalah mewujudkan dominasi tersebut menjadi peluang nyata dan gol.
Kualitas Lini Depan Belum Sepenuhnya Terlihat
Liverpool sebenarnya memiliki sederet pemain berkualitas untuk mengatasi persoalan produktivitas.
Alexander Isak, Florian Wirtz, Bradley Barcola, Cody Gakpo, Victor Munoz, dan Rio Ngumoha menjadi bagian dari opsi menyerang yang tersedia bagi Iraola.
Kehadiran para pemain tersebut menunjukkan bahwa Liverpool memiliki potensi besar untuk meningkatkan jumlah gol.
Namun, kualitas individu saja tidak selalu cukup ketika menghadapi lawan yang disiplin menjaga pertahanan.
Seorang analis yang bekerja untuk salah satu tim peserta Liga Champions menilai pertandingan di Eropa dapat memberikan lebih banyak ruang bagi pemain untuk menunjukkan kemampuan teknis mereka.
"Anda mendapatkan lebih banyak momen kecemerlangan teknis dalam sepak bola Eropa. Para pemain yang direkrut Liverpool tidak perlu beradaptasi dengan level tersebut karena mereka sudah berada di sekitar level elite," ujar analis tersebut.
"Hal itu menghasilkan lebih banyak peluang dan gol. Namun, Premier League benar-benar berbeda. Gaya bermain Iraola diuntungkan ketika memiliki ruang untuk menyerang, dan kami melihatnya saat ia masih menangani Bournemouth."
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Liverpool perlu menemukan solusi ketika ruang di area serangan semakin terbatas.
Kombinasi antarpemain, pergerakan tanpa bola, dan efektivitas penyelesaian akhir akan menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas.
Liverpool Harus Segera Menjawab Keraguan
Statistik expected goals atau xG menunjukkan bahwa Liverpool seharusnya mampu mencetak 10,9 gol di Premier League musim ini.
Artinya, jumlah gol aktual mereka masih berada di bawah perkiraan berdasarkan kualitas peluang yang tercipta.
Sebelum rangkaian pertandingan akhir pekan ini, delapan tim telah mencetak lebih banyak gol daripada Liverpool, termasuk Ipswich yang baru promosi dan Manchester United yang tengah mengalami kesulitan.
Meski demikian, produktivitas gol tidak selalu menjadi satu-satunya penentu keberhasilan.
Arsenal, misalnya, hanya mencetak 11 gol pada awal musim 2026/2027, setelah menjadi juara Premier League 2025/2026 dengan rata-rata 1,87 gol per pertandingan.
Liverpool kini menghadapi dua ujian penting melawan Brighton dan Arsenal. Brighton dikenal memiliki keberanian untuk menguasai permainan, sedangkan Arsenal merupakan juara bertahan yang akan memberikan tantangan berbeda bagi lini serang The Reds.
Iraola berharap para pemainnya segera menemukan ritme permainan terbaik. Liverpool memiliki kualitas untuk mencetak lebih banyak gol, tetapi mereka harus membuktikannya di Premier League, terutama ketika menghadapi lawan yang memilih bertahan rapat.
Kemampuan membongkar pertahanan lawan dan meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir akan menjadi kunci bagi Liverpool untuk mengubah dominasi permainan menjadi hasil positif.
Sumber: BBC
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7689320/original/031204400_1780486350-iraola.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304394/original/038011800_1784714028-500x656_-_Trilogi_Bola_Putri_ALT.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325940/original/066277700_1786947216-WhatsApp_Image_2026-08-17_at_12.20.24__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331213/original/098579800_1787506421-WhatsApp_Image_2026-08-23_at_23.39.40-Thailand_juara.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327273/original/057541200_1787090211-Foto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331132/original/084809100_1787485316-WhatsApp_Image_2026-08-23_at_18.27.53-Malaysia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331049/original/087222300_1787473134-jordan-2-.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331081/original/061168000_1787479638-WhatsApp_Image_2026-08-23_at_16.45.25.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330163/original/090749500_1787327583-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_22.17.32__1_-Indonesia_vs_Yordania.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330058/original/080861400_1787311712-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_17.30.36-Thailand.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330162/original/084467300_1787327583-WhatsApp_Image_2026-08-21_at_22.28.12-Indonesia_vs_Yordania.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1825983/original/056220800_1515555407-20180110AFP_Pemain_Bintang_Liverpool_07.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782204/original/046200100_1782879842-mex5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341010/original/050521400_1788566467-Liverpool_s_Bradley_Barcola.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5346418/original/015198600_1757588482-2025098AA_Timnas_Indonesia_Vs_Lebanon-095.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347391/original/046105600_1789300928-emil_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5299433/original/027313400_1753813142-20250729IQ_Timnas_Indonesia_U-23_vs_Vietnam-24.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344347/original/083379000_1788943393-josh_b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336726/original/053765800_1788172989-mees.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345180/original/086113700_1789022914-kevin_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290287/original/000483800_1783449810-me1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329375/original/078708000_1787275749-FIFA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7845662/original/097107000_1780668046-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026-03.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4265162/original/053966100_1671397771-20221219-Selebrasi-Argentina-AP-11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3120329/original/075732500_1588688181-000_DV91028.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260385/original/028623500_1781590663-063_2281748295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5347565/original/070128200_1757678031-WhatsApp_Image_2025-09-12_at_18.11.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381605/original/023179800_1792837860-BRI_Super_League__Persita_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348843/original/049332500_1789460129-MUNDARI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381839/original/054462900_1792900770-amar_dan_astina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347223/original/038948800_1789285346-Milos_Joksic.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337587/original/033943800_1788250880-peralta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7689320/original/031204400_1780486350-iraola.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381802/original/077106700_1792895100-AP26297691704962.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549170/original/034640000_1775594407-viktor-gyokeres-arsenal-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381714/original/089721600_1792856321-000_D4BC667.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381977/original/004781600_1792916828-AP26297461820945.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3811823/original/065447600_1640695582-000_97T6NC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5445370/original/075918800_1765853335-ruben-amorim-ian-hodgson.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5370994/original/033420200_1759624677-Senne-Lemmers.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348210/original/010651100_1789390764-carrick.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345796/original/078633700_1789093539-000_C7Y643E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381531/original/058679900_1792827037-7dbc4c09-7667-4067-9c4d-84d8dbff8007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490085/original/093510000_1769995002-Bruno_Fernandes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321823/original/039525400_1786505831-pal3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7186959/original/042884900_1779983531-IMG_0027.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381242/original/001440900_1792772123-IMG_0465.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377611/original/065727200_1792471085-IMG_5844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381217/original/038803100_1792767568-Screenshot__381_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381216/original/013515900_1792767021-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_21.38.17.jpeg)