Salah Setelan Mobil di F1 GP Amerika Serikat, Lewis Hamilton Gagal Naik Podium

Lewis Hamilton mempertanyakan keputusan penyetelan Ferrari usai gagal raih podium di F1 GP Amerika Serikat.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 26 Oktober 2026, 13:15 WIB
Pembalap Ferrari asal Inggris Lewis Hamilton balapan pada Grand Prix F1 Amerika Serikat di Sirkuit Amerika di Austin, Texas, pada 25 Oktober 2026. (RONALDO SCHEMIDT/AFP)

Bola.com, Jakarta - Asa Lewis Hamilton untuk merebut podium di Formula 1 GP Amerika Serikat kandas akibat masalah teknis pada mobilnya.

Pembalap Ferrari tersebut mengungkapkan kesalahan fatal pada pengaturan set up mobil menjadi penyebab utama dirinya gagal bersaing di barisan depan.

Advertisement

Bertanding di Circuit of the Americas, Austin, Minggu malam waktu setempat, Hamilton yang memulai balapan dari posisi kelima sebenarnya berhasil finis di urutan keempat.

Kendati hasil tersebut terbilang cukup baik, juara dunia tujuh kali itu harus berjuang keras mengatasi kendala understeer parah.

Hamilton menyebutkan kendala teknis ini bermula dari eksperimen setelan yang kurang tepat sejak sesi latihan bebas hari Jumat.

Perubahan arah setelan yang salah pada sesi latihan kedua yang membuat timnya kehilangan data penting untuk balapan utama.

"Saya pada dasarnya kekurangan kecepatan di dua stint pertama karena mobil sangat sulit untuk berbelok. Ada perbedaan tipis, tapu krusial antara mobil saya dan Charles Leclerc, terutama pada besaran flap sayap depan yang kami gunakan," ujar Hamilton seusai balapan, GP Amerika Serikat, Senin (26-10-2026).


Setelan Sayap yang Terlalu Rendah

Pembalap Ferrari asal Inggris, Lewis Hamilton, mendapatkan satu set ban baru saat Grand Prix F1 Amerika Serikat di Sirkuit Amerika di Austin, Texas, pada 256 Oktober 2026. (Dustin Safranek/POOL/AFP)

Hamilton menjelaskan timnya terus menerus memberikan setelan sayap depan yang terlalu rendah.

Pada saat putaran pemanasan menuju grid, mobil terasa siap, tetapi begitu balapan dimulai, efek understeer langsung terasa parah hingga membuatnya tertinggal delapan detik dari kelompok terdepan.

Demi mengatasi masalah tersebut, mekanik Ferrari harus menambah tingkat kemiringan sayap depan (clicks) pada setiap sesi pit stop.

Akan tetapi, penyesuaian di tengah balapan tersebut dinilai sudah terlambat untuk mengejar ketertinggalan jarak dari para rival.

"Di pit stop pertama kami menambah empat clicks, lalu empat clicks lagi di pit stop berikutnya, tapi kami masih kekurangan empat clicks lagi. Sangat gila ketika menyadari kami kekurangan 12 clicks. Kami harus mengevaluasi bagaimana hal ini bisa terjadi," lanjut Hamilton.


Pemilihan Ban

Selain kendala setelan sayap, Hamilton menyoroti strategi pemilihan ban.

Penggunaan ban lunak atau soft di awal laga, dan keputusan membawa dua set ban medium dianggap kurang ideal dibandingkan ban keras atau hard yang terbukti memiliki performa paling solid di lintasan Austin.

Meski laju mobilnya baru membaik di stint akhir dan sempat mengancam posisi Max Verstappen serta Charles Leclerc, kemunculan Virtual Safety Car di penghujung laga menyapu bersih peluang pertarungan di lap terakhir.

Tambahan poin dari posisi keempat ini kini menempatkan Hamilton hanya terpaut satu poin dari George Russell dalam perebutan peringkat kedua klasemen Formula 1.

 

Sumber: Motorsport

Berita Terkait