Bola.com, Jakarta - Manchester United berpotensi kembali mengeluarkan dana besar untuk memecat manajer.
Kali ini, Michael Carrick dikabarkan bisa membuat klub harus membayar kompensasi sekitar 11,875 juta paun (sekitar Rp287,7 miliar) jika masa jabatannya berakhir lebih cepat.
Carrick berada dalam tekanan setelah MU menelan kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford, Minggu malam.
Situasi itu membuat masa depannya di Setan Merah makin tidak pasti, terlebih setelah pengamat Sky Sports, Jamie Carragher, menyebut Carrick seolah ingin dipecat di tengah keputusannya mencadangkan Bruno Fernandes.
Jika pemecatan benar-benar terjadi, Carrick akan menjadi manajer kedelapan yang diberhentikan MU sejak Sir Alex Ferguson mengundurkan diri pada 2013.
Sportbible melaporkan, rangkaian pergantian pelatih itu diperkirakan telah menghabiskan total sekitar 97 juta paun (Rp2,3 triliun), termasuk estimasi kompensasi untuk Carrick.
Moyes hingga Mourinho
David Moyes menjadi pelatih pertama yang diberhentikan setelah era Ferguson. Ia hanya bertahan kurang dari satu tahun setelah mengambil alih tim.
Kekalahan telak dari Everton, mantan klubnya, turut menyoroti kemerosotan MU. Lantaran masih memiliki sisa kontrak empat tahun, Moyes menerima kompensasi sebesar 5,2 juta paun (Rp125,9 miliar).
Louis van Gaal menyusul setelah dua tahun menangani Setan Merah. Meski menutup masa jabatannya dengan menjuarai Piala FA, pencapaian itu tidak cukup untuk menyelamatkan posisinya setelah MU gagal lolos ke Liga Champions.
MU memutuskan berpisah dengannya dua hari setelah final Piala FA, dengan biaya kompensasi mencapai 8,4 juta paun (Rp203,5 miliar).
Jose Mourinho menjadi manajer dengan kompensasi pemecatan terbesar di antara para pendahulunya. MU harus mengeluarkan 19,6 juta paun (Rp474,9 miliar) setelah memutuskan mengakhiri masa jabatannya.
Padahal, pelatih asal Portugal itu mempersembahkan trofi Liga Europa, Piala Liga Inggris, dan Community Shield.
Namun, hasil liga yang mengecewakan serta ketegangan dengan petinggi klub membuat posisinya tak bertahan lama.
Mourinho dipecat lima bulan setelah menandatangani perpanjangan kontrak.
Solskjaer hingga Ten Hag
Ole Gunnar Solskjaer juga menerima kontrak baru pada Juli 2021 setelah menangani MU sejak 2018.
Namun, rentetan kekalahan telak dan masalah di ruang ganti membuat manajemen mengakhiri masa jabatannya hanya empat bulan setelah kontrak baru ditandatangani.
Pemecatan pelatih asal Norwegia itu menelan biaya sekitar 10 juta paun (Rp242,2 miliar).
Ralf Rangnick kemudian ditunjuk untuk menggantikan Solskjaer, tetapi gagal memperbaiki performa tim. Ia awalnya dijadwalkan menempati posisi konsultasi setelah masa tugasnya sebagai manajer berakhir.
Namun, MU membatalkan rencana itu dan mengizinkannya mengambil pekerjaan sebagai pelatih Timnas Austria. Perubahan tersebut membuat Setan Merah harus mengeluarkan sekitar 15 juta paun (Rp363,4 miliar).
Erik ten Hag menjadi nama berikutnya yang harus meninggalkan Old Trafford. Ia dipecat pada Oktober 2024 ketika MU berada di posisi ke-14 klasemen Premier League.
Walau berhasil mempersembahkan dua trofi, performa tim dinilai belum memenuhi harapan. Lantaran kontraknya telah diperpanjang hingga 2026, MU harus membayar kompensasi sebesar 17 juta paun (Rp411,8 miliar).
Amorim dan Carrick
Ruben Amorim termasuk manajer dengan masa kerja singkat di MU. Pelatih asal Portugal itu diberhentikan setelah sekitar 14 bulan menangani tim, sejak bergabung pada November 2024.
Di bawah kepemimpinannya, MU mencatatkan posisi akhir terburuk sepanjang sejarah klub di Premier League, sekaligus posisi liga terendah dalam lebih dari 50 tahun.
Kontraknya sebenarnya masih berlaku hingga 2027, tetapi pemecatannya dilaporkan menelan biaya sekitar 10 juta paun (Rp242,3 miliar).
Kini, Carrick menghadapi kemungkinan mengalami nasib serupa. Ia menandatangani kontrak dua tahun setelah peran interimnya diubah menjadi jabatan permanen.
Menurut laporan, Carrick menerima gaji 6,5 juta paun per tahun.
Lantaran baru menjalani sekitar tiga bulan dari masa kontraknya, Carrick diperkirakan baru menerima sekitar 1,125 juta paun. Jika MU memecatnya sekarang, klub dilaporkan harus menyiapkan kompensasi sekitar 11,875 juta paun.
Total Kompensasi Pemecatan
Jika estimasi biaya untuk Carrick dimasukkan, total pengeluaran MU untuk kompensasi pemecatan delapan manajer sejak Ferguson mundur mencapai sekitar 97 juta paun (Rp2,3 triliun).
Besarnya biaya itu menjadi sorotan di tengah kritik terhadap pengelolaan klub dan investasi untuk memperkuat tim.
Rangkaian pergantian manajer dengan kompensasi bernilai jutaan paun memperlihatkan mahalnya keputusan MU dalam mengakhiri kontrak pelatih sebelum waktunya.
Sumber: Sportbible