Erick Thohir Minta Kasus Kekerasan yang Menyebabkan Suporter Meninggal di Bogor Diusut Tuntas

Kekerasan tidak pernah dibenarkan, termasuk di dunia sepak bola.

BolaCom | Hery KurniawanDiterbitkan 27 Oktober 2026, 07:30 WIB
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus saat acara konferensi pers Liga 1 2023/2024 di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (15/6/2023). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Bola.com, Jakarta - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan sikap tanpa kompromi terkait maraknya insiden kekerasan yang melibatkan kelompok suporter.

Menanggapi kasus penyerangan bersenjata tajam terhadap suporter seusai laga Garudayaksa FC kontra Persib Bandung di Stadion Pakansari, Minggu (25/10/2026), PSSI bergerak cepat.

Advertisement

PSSI langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar seluruh pelaku diproses hukum secara tegas.

Erick Thohir menggarisbawahi keselamatan pencinta sepak bola nasional harus selalu menjadi prioritas paling utama di atas segalanya.

Sebagaimana diketahui, seorang remaja asal Kampung Duku, Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, ditemukan tewas tergeletak di pinggir jalan dalam kondisi tidak bernyawa.

Remaja itu diduga mengalami pembacokan usai menonton pertandingan sepak bola antara Garudayaksa FC melawan Persib Bandung di Stadion Pakansari, Cibinong.


Suporter Wajib Pulang Selamat

Ketua umum PSSI, Erick Thohir didampingi wakil ketua Ratu Tisha, bersiap meninggalkan lokasi setelah memberikan keterangan dalam konferensi pers di Menara Danareksa, Jakarta, Selasa (25/7/2023). Dalam kesempatan tersebut, mereka membeberkan sejumlah informasi terhangat terkait sepak bola tanah air. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bagi Erick Thohir, atmosfer sepak bola yang aman dan ramah bagi keluarga adalah harga mati.

Setiap orang yang datang ke stadion untuk mendukung tim kesayangannya berhak mendapatkan jaminan keamanan penuh.

"Suporter itu harus bisa pulang ke rumah dengan selamat," tegas Erick saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) ini telah menghubungi Kapolres setempat secara langsung untuk memastikan investigasi berjalan cepat dan transparan, sekaligus mengusut apakah aksi brutal tersebut merupakan tindak pidana murni atau dipicu persaingan antarsuporter.


Sepak Bola Harus Tetap Jadi Pemersatu Bangsa

Presiden RI, Joko Widodo (tengah) didampingi Ketum PSSI, Erick Thohir dan Menpora Dito Ariotedjo saat menyaksikan laga Grup F putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia antara Timnas Indonesia menghadapi Irak di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (6/6/2024). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Lebih lanjut, Erick Thohir sangat menyayangkan insiden kekerasan yang kembali mencoreng citra sepak bola nasional.

Padahal, momentum kebangkitan sepak bola Indonesia tengah berada di trek positif usai keberhasilan Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.

Keberhasilan skuad Garuda membuktikan sepak bola memiliki kekuatan besar untuk menyatukan seluruh elemen bangsa melalui dukungan yang masif, damai, dan penuh kebanggaan.

Sinergi antara klub, panitia pelaksana (panpel), komunitas fan, dan pihak kepolisian harus terus diperketat agar kejadian serupa tak terulang kembali.

Berita Terkait