Michael Carrick Mungkin Tak Akan Pernah Melatih Lagi jika Dipecat MU

Jika dipecat Manchester United, Michael Carrick disebut bisa tak melatih lagi.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 27 Oktober 2026, 15:30 WIB
Pelatih kepala Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, bereaksi usai pertandingan Liga Inggris antara Everton dan Manchester United di Stadion Hill Dickinson di Liverpool, Inggris barat laut, pada 6 September 2026. (PETER POWELL/AFP)

Bola.com, Jakarta - Masa depan Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United berada dalam ketidakpastian.

Situasi yang dialami Setan Merah musim ini memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan berakhirnya masa jabatan pelatih asal Inggris tersebut di Old Trafford.

Advertisement

Pengamat sepak bola, Alex Crook, bahkan menilai Carrick berpotensi tidak kembali menangani sebuah tim jika MU memutuskan untuk memecatnya.

Crook menyampaikan pandangan itu saat berbicara kepada talkSPORT, di tengah kabar berlangsungnya pembicaraan internal mengenai nasib Carrick.

Carrick sebenarnya mengawali masa tugasnya bersama MU dengan hasil impresif. Ia membantu klub mengakhiri Premier League musim lalu di peringkat ketiga.

Namun, performa tim merosot tajam pada musim ini hingga terpuruk di posisi ke-16 klasemen.

MU juga sudah lebih dari sebulan tidak meraih kemenangan di seluruh kompetisi. Kondisi itu membuat posisi Carrick makin disorot, sementara kabar mengenai kemungkinan pemecatannya terus berkembang.

Jurnalis The Telegraph, James Ducker, mengungkapkan pembahasan mengenai masa depan Carrick masih berlangsung.


Kesalahan Keluarga Glazer

Co-Chariman Manchester United, Avram Glazer (kiri), dan CEO Manchester United, Omar Berrada (kanan), bertepuk tangan selama pertandingan final Piala FA Wanita Inggris antara Chelsea dan Manchester United di Stadion Wembley, London barat laut, pada 18 Mei 2025. (JUSTIN TALLIS/AFP)

Di tengah ketidakjelasan keputusan klub, Crook menilai Carrick tidak sepenuhnya pantas menjadi sasaran kritik atas situasi yang terjadi di MU.

Ia justru menyoroti peran keluarga Glazer, pemilik klub, yang menurutnya bertanggung jawab atas persoalan yang dihadapi Setan Merah.

"Apakah ini kesalahan Glazer? Ya. Pada akhirnya, semua ini merupakan kesalahan mereka. Saya tidak mengubah pandangan itu, begitu juga para pendukung Manchester United," kata Crook kepada talkSPORT.

Ia juga menyinggung sikap suporter yang telah menyampaikan ketidakpuasan mereka terhadap jajaran petinggi klub.

Kendati tidak menganggap Carrick sebagai sosok tanpa kekurangan, Crook menyayangkan banyaknya pihak yang justru terlihat menikmati keterpurukan sang pelatih.

"Saya merasa agak tidak pantas melihat begitu banyak orang seolah-olah bergembira atas kejatuhan Carrick. Dia adalah seseorang yang telah membawa dirinya dengan martabat luar biasa," ujarnya.


Alex Crook Soroti Masa Depan Carrick

Pelatih kepala Manchester United asal Inggris Michael Carrick menyaksikan pertandingan Liga Inggris antara Leeds United dan Manchester United di Elland Road di Leeds, Inggris utara pada 18 Oktober 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Crook menilai kritik yang terus diarahkan kepada Carrick sudah berlebihan.

Ia juga mempertanyakan apakah mantan gelandang MU itu masih memiliki keinginan untuk kembali menekuni dunia kepelatihan setelah pengalaman sebelumnya bersama Middlesbrough.

"Saya tidak yakin kita akan melihatnya kembali di pinggir lapangan sebagai manajer. Saya juga tidak tahu apakah setelah meninggalkan Middlesbrough, dia benar-benar berambisi kembali menangani tim," tutur Crook.

Menurut Crook, Carrick menerima pekerjaan di MU karena merasa memiliki tanggung jawab terhadap klub yang pernah dibelanya sebagai pemain.

Ia juga menduga Carrick menyadari betapa sulitnya tantangan yang harus dihadapi, terutama untuk jangka panjang.

"Saya pikir dia merasa memiliki kewajiban terhadap MU. Saya juga yakin dia tahu situasinya akan sangat sulit untuk dimenangkan, terutama dalam jangka panjang," lanjutnya. 


Pemecatan Bisa Membekas bagi Carrick

Pelatih kepala Manchester United asal Inggris Michael Carrick memberi isyarat di tepi lapangan selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Bournemouth di Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 25 Oktober 2026. (Darren Staples/AFP)

Carrick sebelumnya dipecat Middlesbrough setelah The Boro mengakhiri Championship musim 2024/2025 di peringkat ke-10. Tanpa kesempatan menangani MU, ia dinilai belum tentu mendapat peluang memimpin klub besar dalam waktu dekat.

Kesempatan menjadi pelatih sementara Setan Merah memberinya panggung untuk kembali menangani tim dengan profil tinggi. Pekerjaannya pada paruh kedua musim lalu juga menjadi modal tersendiri, meski performa MU saat ini jauh dari harapan.

Namun, jika pemecatan kembali terjadi pada awal musim, pengalaman itu berpotensi meninggalkan dampak psikologis yang sulit dihilangkan.

Situasi tersebut menjadi satu di antara alasan Crook meragukan kemungkinan Carrick kembali terlihat di pinggir lapangan sebagai manajer.

 

Sumber: Teamtalk

Berita Terkait