Video Candaan soal Mao Zedong Viral, Kylian Mbappe Langsung Ditinggal 2 Sponsor China

Kylian Mbappe ditinggalkan dua sponsor China usai video candaan soal Mao Zedong picu kontroversi.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 27 Oktober 2026, 17:15 WIB
Penyerang Real Madrid asal Prancis bernomor punggung 10, Kylian Mbappe, mengontrol bola selama pertandingan Liga Spanyol antara Real Betis dan Real Madrid CF di stadion La Cartuja di Sevilla pada 25 April 2026. (CRISTINA QUICLER/AFP)

Bola.com, Jakarta - Dua perusahaan besar asal China, Dongpeng dan Mengniu, memutus kerja sama dengan Kylian Mbappe setelah sebuah video yang diduga memperlihatkan bintang Real Madrid itu bercanda tentang mantan pemimpin China, Mao Zedong, beredar luas di internet.

Dongpeng, perusahaan minuman yang menjadikan Mbappe sebagai satu di antara figur promosinya, mengumumkan penghentian kerja sama pada Selasa.

Advertisement

Perusahaan tersebut menegaskan tidak menoleransi perilaku yang dianggap menyinggung perasaan nasional masyarakat China.

"Kami dengan tegas menentang segala perilaku yang menyinggung perasaan nasional dan menerapkan kebijakan tanpa toleransi. Terhitung mulai sekarang, kami mengakhiri seluruh kerja sama dengan Kylian Mbappe," demikian pernyataan Dongpeng.

Sebelumnya, gambar Mbappe yang dihasilkan menggunakan kecerdasan buatan (AI) saat meminum produk minuman olahraga Dongpeng kerap muncul dalam iklan di China selama Piala Dunia 2026.

Langkah serupa diambil Mengniu, produsen produk susu terbesar di China.

Perusahaan tersebut juga mengakhiri kemitraannya dengan kapten Timnas Prancis itu, yang selama ini memiliki popularitas tinggi di kalangan penggemar sepak bola China dan jutaan pengikut di media sosial.

"Mengniu dengan tegas menentang segala perkataan dan tindakan yang menyakiti perasaan rakyat China," demikian pernyataan perusahaan tersebut.

 

Butuh jadwal lengkap Liga Spanyol 2026/2027? Merapat ke sini ya.


Video Meme Mao Zedong Picu Kemarahan Publik

Sebuah bus yang menampilkan bintang sepak bola Prancis, Kylian Mbappe, untuk produk minuman elektrolit "Bushuila" dari Dongpeng Beverage Group terlihat di sebuah jalan di Shanghai pada 27 Oktober 2026. Kylian Mbappe diputus kontraknya pada 27 Oktober oleh dua merek besar di China setelah beredarnya sebuah video daring yang memperlihatkan bintang sepak bola Prancis tersebut tampak melontarkan candaan mengenai mantan pemimpin Mao Zedong. (Jade GAO/AFP)

The Guardian melaporkan, Mbappe menjadi sorotan setelah sebuah video beredar di internet yang memperlihatkan dirinya menyebut meme paling lucu yang pernah dilihatnya.

Ia menggambarkan meme itu sebagai foto wajahnya yang diedit dan ditempelkan pada sosok seorang diktator China.

Ucapan tersebut diduga merujuk pada meme yang menampilkan wajah Mbappe di atas foto Mao Zedong, pemimpin pendiri Republik Rakyat China yang meninggal pada 1976.

Candaan yang berkaitan dengan Mao masih dianggap tabu di China sehingga video itu memicu kontroversi. Meski demikian, AFP Fact Check belum dapat memverifikasi keaslian video tersebut.

Mao merupakan pemimpin pendiri Republik Rakyat China yang meninggal dunia pada 1976. Candaan mengenai sosoknya dianggap tidak pantas dan masih menjadi hal sensitif di negara tersebut.

Alhasil, reaksi keras muncul di media sosial China. Topik mengenai keputusan Dongpeng memutus kerja sama dengan Mbappe menjadi tren teratas di Weibo.

Sejumlah pengguna menilai pernyataan sang pemain telah melewati batas dan tidak dapat diterima. Ada pula yang meminta Dongpeng menghapus gambar Mbappe dari kemasan produk minuman energi mereka.

Dongqiudi, satu di antara media sepak bola daring terbesar di China, turut mengecam ucapan tersebut.

Dalam pernyataannya pada Senin malam, media itu menilai perkataan Mbappe telah menyinggung China dan rakyatnya, sekaligus melukai perasaan penggemar sepak bola di negara tersebut.


Mbappe Pernah Menanggapi Meme Diktator

Pemain Real Madrid, Kylian Mbappe melakukan selebrasi setelah mencetak hattrick ke gawang Manchester City dalam laga leg 2 babak play off Liga Champions 2024/2025 di Santiago Bernabeu, Madrid, Rabu (19/02/2025) waktu setempat. (AP Photo/Manu Fernandez)

September lalu, Mbappe sebenarnya pernah membahas meme yang menggambarkannya sebagai diktator dalam wawancara dengan surat kabar olahraga Prancis, L'Equipe.

Ia mengakui sebagian meme dibuat sekadar untuk hiburan. Namun, Mbappe merasa perbandingan dengan tokoh-tokoh yang bertanggung jawab atas kekerasan dan penderitaan manusia tidak bisa dianggap sebagai lelucon biasa.

"Ada bagian yang memang lucu. Kita bisa melihat bahwa bagi sebagian orang, semuanya hanya untuk bersenang-senang. Namun, ada bagian lain yang tidak terlalu lucu karena kerusakan yang ditimbulkan orang-orang seperti itu sepanjang sejarah," kata Mbappe.

Ia juga menegaskan tidak pernah melakukan tindakan yang sebanding dengan perbuatan tokoh-tokoh yang membunuh orang lain atau menyebabkan penderitaan bagi jutaan manusia.

Kontroversi di China ini muncul sehari setelah Mbappe gagal memenangkan Ballon d'Or. Penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola tersebut jatuh kepada Harry Kane.


Bintang Olahraga Tersandung Isu Sensitif di China

Pebasket Los Angeles Lakers, Dwight Howard, memasukkan bola saat melawan Denver Nuggets pada gim kedua final wilayah barat Playoff NBA 2020, Senin (21/9/2020). Lakers menang dengan skor 105-103. (AP/Mark J. Terrill)

Kasus Mbappe menambah daftar figur olahraga dunia yang menghadapi kontroversi di China akibat pernyataan mengenai isu sensitif, termasuk Taiwan, Tibet, dan Hong Kong.

Dalam sejumlah kasus sebelumnya, sponsor memutus hubungan dengan tokoh-tokoh yang dianggap menyinggung kepentingan China.

Pada 2023, mantan pemain NBA, Dwight Howard, menyebut Taiwan sebagai sebuah negara dalam video bersama Lai Ching-te, yang saat itu menjabat wakil presiden Taiwan dan kini menjadi presiden.

Pernyataan itu memicu kemarahan di media sosial China.

Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan mengancam akan menggunakan kekuatan untuk menempatkannya di bawah kendali China.

Sebelumnya, pada 2019, manajer umum Houston Rockets, Daryl Morey, mengunggah dukungan terhadap demonstrasi di Hong Kong.

Dampaknya, China menangguhkan kesepakatan sponsor dengan NBA dan menghentikan penayangan pertandingan liga basket Amerika Serikat tersebut di televisi China selama setahun.

 

Sumber: The Guardian

Berita Terkait