Ashley Young Peringatkan Manchester United soal Antonio Conte: Bisa Jadi Bencana!

Ashley Young memperingatkan Manchester United soal risiko menunjuk Antonio Conte. Ia menilai tuntutan latihan intens bisa menjadi bencana jika pemain tidak siap

BolaCom | Aga Deta AndityaDiterbitkan 27 Oktober 2026, 16:25 WIB
Pelatih Napoli, Antonio Conte saat laga Liga Champions melawan Benfica, 11 Desember 2025. Ia menuntut menang di laga Napoli vs Milan di Piala Super Italia. (AP Photo/Armando Franca)

Bola.com, Jakarta - Ashley Young memperingatkan Manchester United agar mempertimbangkan dengan matang jika ingin menunjuk Antonio Conte sebagai pelatih. Menurut mantan pemain Setan Merah itu, kedatangan Conte justru bisa menjadi bencana apabila para pemain tidak sanggup memenuhi tuntutan kerja kerasnya.

Masa depan Michael Carrick di kursi pelatih Manchester United tengah dipertanyakan setelah timnya mengalami sejumlah hasil buruk. Kekalahan 1-4 dari Como di Liga Champions dan tumbang 0-3 dari Bournemouth di Premier League turut memperbesar spekulasi mengenai pergantian pelatih.

Advertisement

Conte disebut sebagai salah satu nama yang berpotensi menggantikan Carrick. Pelatih asal Italia tersebut juga dikaitkan dengan sejumlah kandidat lain, termasuk Eddie Howe, Julian Nagelsmann, Unai Emery, dan Fabian Hurzeler.

Young memiliki pengalaman langsung bekerja bersama Conte ketika keduanya berada di Inter Milan. Pada musim 2020/2021, mereka turut membawa klub tersebut menjuarai Serie A, sehingga Young memahami betul tuntutan yang diterapkan sang pelatih kepada para pemainnya.


Young Ceritakan Pengalaman Dilatih Antonio Conte

Mantan pelatih Tottenham Hotspur dan Chelsea, Antonio Conte ditunjuk Napoli untuk menjadi pelatih baru mereka. (AP Photo/Frank Augstein, File)

Young menggambarkan Conte sebagai sosok pelatih yang sangat vokal ketika pertandingan berlangsung. Intensitasnya tidak hanya terlihat saat mendampingi tim dari pinggir lapangan, tetapi juga dalam sesi latihan yang menuntut pemain bekerja keras secara fisik.

Menurut Young, latihan Conte kerap melibatkan permainan sebelas lawan sebelas dengan banyak aktivitas berlari. Pola tersebut menunjukkan bahwa pemain harus siap menghadapi tuntutan fisik tinggi setiap kali mengikuti program latihan.

“Saya pernah bekerja di bawah arahannya di Inter. Omong-omong, dia gila, benar-benar gila,” kata Young dalam penampilannya di Overlap Daily.

“Dia sedikit mirip Diego Simeone di pinggir lapangan. Kalian bisa mendengarnya terus-menerus. Latihannya intens dan ada banyak aktivitas berlari,” lanjut Young.


Rapat Panjang Conte Bisa Memicu Ketegangan

Antonio Conte kesal dengan kekalahan Chelsea dari AS Roma. (AFP / ALBERTO PIZZOLI)

Selain latihan yang berat, Young juga mengungkap kebiasaan Conte mengadakan rapat panjang setelah tim menelan kekalahan. Situasi tersebut membuat pemain harus menghadapi evaluasi berjam-jam, sesuatu yang menurut Young dapat menguji kesabaran seluruh anggota tim.

Young menilai tuntutan Conte tidak hanya dirasakan oleh para pemain. Jajaran direksi hingga pemilik klub juga bisa terkena dampaknya karena sang pelatih dikenal memiliki standar tinggi dan terus menuntut komitmen dari orang-orang di sekitarnya.

“Banyak hal yang dia lakukan, sesi latihannya sering berupa permainan 11 lawan 11 dan terkadang sedikit membosankan. Rapatnya juga panjang. Ketika saya mengatakan panjang, maksud saya, jika kami kalah dalam pertandingan, kami bisa masuk ke ruang rapat dan dia benar-benar menghentikan semua aktivitas lainnya,” ujar Young.

“Kalian bisa berada di sana selama tiga atau empat jam. Rasanya seperti, 'Ayolah, mari serius sedikit'. Menurut saya, itulah salah satu alasan dia tidak bertahan lama di suatu tempat karena bukan hanya para pemain yang coba dia uji secara mental, melainkan juga jajaran direksi dan pemilik klub. Saya pikir orang-orang akhirnya merasa kesal kepadanya dan berpikir, 'Sudah waktunya kamu pergi',” tambahnya.


Young Ingatkan MU soal Tuntutan Fisik Conte

Pelatih Napoli Antonio Conte serius menghadapi mantan klubnya Juventus (AP0

Bagi Manchester United, persoalan utama jika merekrut Conte bukan sekadar menyesuaikan taktik permainan. Para pemain juga harus siap mengikuti standar fisik dan kedisiplinan yang menjadi bagian penting dari metode kepelatihannya.

Young menghubungkan hal tersebut dengan pembicaraan mengenai statistik berlari para pemain Manchester United. Jika skuad tidak mampu atau tidak bersedia memenuhi tuntutan tersebut, kehadiran Conte berpotensi menambah persoalan alih-alih memperbaiki keadaan.

“Banyak pembicaraan mengenai statistik berlari Manchester United. Jika mereka tidak mau berlari dan Antonio Conte datang ke sana, menurut saya itu akan menjadi bencana,” tegas Young.

Sumber: Football Italia


Persaingan Sengit di Liga Inggris

Berita Terkait