Bola.com, Jakarta - Penghargaan Ballon d'Or sejak pertama kali digagas pada 1956 selalu dipandang sebagai trofi individu paling bergengsi di kancah sepak bola internasional.
Dominasi para pemain bintang dari berbagai penjuru dunia telah melahirkan sejarah panjang yang melibatkan banyak negara elite di kancah global.
Sejak ajang ini bergulir, pemain dari 10 negara berbeda tercatat pernah mengangkat trofi ikonik tersebut.
Meski begitu, dinamika sejarah sepak bola dunia juga menyimpan cerita tentang beberapa talenta luar biasa yang harus kehilangan peluang emas akibat situasi luar biasa di luar lapangan.
Sebagai contoh, Robert Lewandowski asal Polandia dan Erling Haaland asal Norwegia sempat menjadi kandidat terkuat peraih Ballon d'Or tahun-tahun tertentu.
Namun, pembatalan akibat pandemi COVID-19 serta ketatnya persaingan membuat mereka harus gigit jari dari daftar sejarah pemenang.
Dalam dua dekade terakhir, dominasi penghargaan ini sangat identik dengan rivalitas abadi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Hanya sedikit pemain lain yang mampu menyelip di antara dominasi kedua megabintang tersebut sejak tahun 2008, menjadikan peta kekuatan peraih Ballon d'Or sangat eksklusif.
Prancis Mendominasi dengan 6 Pemainnya
Jika diurut berdasarkan asal negara, Prancis menempati posisi teratas dengan raihan total delapan trofi dari enam pemenang berbeda.
Legenda seperti Michel Platini, Karim Benzema, hingga Ousmane Dembele menjadi pilar penting pencapaian Prancis.
Sementara itu, Jerman mengekor ketat di daftar atas dengan koleksi lima kemenangan dari para legenda lapangan hijau.
Jerman bangga dengan ikon-ikon tangguh seperti Karl-Heinz Rummenigge, Franz Beckenbauer, dan Lothar Matthaus yang mewakili berbagai posisi di atas lapangan.
Lalu. Italia memiliki koleksi yang sama dengan Jerman yaitu lima. Dominasi pemain bertipe menyerang sangat kental melalui nama-nama besar seperti Roberto Baggio dan Paolo Rossi.
Namun, prestasi Fabio Cannavaro pada 2006 tetap dikenang sebagai pencapaian langka karena ia menjadi satu-satunya bek modern yang mampu meraih Ballon d'Or.
Portugal Andalkan Ronaldo
Inggris berada di urutan berikutnya dengan empat nama besar yang pernah menjadi yang terbaik.
Stanley Matthews tercatat sebagai pemenang pertama sekaligus tertua dalam sejarah, diikuti Bobby Charlton, Kevin Keegan yang menang dua kali beruntun, serta Michael Owen pada 2001.
Brasil menjadi wakil Amerika Selatan paling mengesankan dengan melahirkan empat pemenang legendaris.
Era kejayaan Tim Samba dihiasi keberhasilan Ronaldo Nazario yang meraih dua gelar, disusul kehebatan Rivaldo, Ronaldinho, dan Kaka di era 1990-an hingga 2000-an.
Belanda dan Portugal sama-sama mengoleksi tiga pemenang Ballon d'Or sepanjang sejarah.
Belanda diwakili legenda besar Johan Cruyff dan Marco van Basten, yang masing-masing mengoleksi tiga trofi, ditambah Ruud Gullit.
Sementara Portugal mengandalkan Cristiano Ronaldo dengan lima gelar, didampingi Eusebio dan Luis Figo.
Ketatnya Persaingan Gelar Individu
Uni Soviet dan Spanyol mengoleksi dua pemenang Ballon d'Or dan turut mengamankan posisi dalam daftar ini dengan menyumbang tiga pemenang.
Uni Soviet mengandalkan sang kiper legendaris Lev Yashin, Oleg Blokhin, dan Igor Belanov.
Sedangkan Spanyol mencatatkan nama Alfredo Di Stefano, Luis Suarez, serta Rodri yang meraihnya pada edisi 2024.
Argentina menutup daftar sepuluh besar dengan cara yang sangat unik karena hanya memiliki satu nama pemenang.
Kendati hanya satu pemain, Lionel Messi secara luar biasa berhasil menyabet delapan trofi Ballon d'Or sendirian sekaligus menyamai total koleksi seluruh pemenang asal Prancis.
Daftar ini menegaskan betapa ketatnya persaingan untuk merengkuh gelar individu paling bergengsi di panggung sepak bola dunia.
Catatan sejarah ini menjadi bukti nyata bagaimana kualitas pembinaan talenta dari tiap-tiap negara mampu melahirkan para pemenang di setiap generasinya.
Sumber: Give Me Sport