Bola.com, Jakarta - Situasi kursi kepelatihan di Eropa kembali menjadi sorotan. Masa depan Michael Carrick bersama Manchester United (MU) masih dipertanyakan setelah rangkaian hasil yang kurang memuaskan.
Sementara itu, Pierre Sage juga menghadapi tekanan dalam mempertahankan posisinya di Crystal Palace.
Pergantian juru taktik bisa terjadi di sejumlah klub Eropa, terutama jika hasil yang diraih tak kunjung memenuhi harapan manajemen.
Dalam situasi itu, pelatih yang sedang menganggur berpeluang kembali mendapat kesempatan untuk menangani tim baru.
Sementara di sisi lain, sejumlah pelatih datang dengan latar belakang yang beragam, mulai dari sosok yang pernah menangani tim-tim besar di Premier League hingga eks pelatih tim nasional yang ingin kembali merasakan persaingan di level klub.
Pengalaman, rekam jejak, dan kemampuan menghadapi tekanan tentu menjadi pertimbangan bagi klub yang sedang mencari sosok baru di kursi kepelatihan.
Meski demikian, peluang mereka untuk kembali bekerja akan bergantung pada kebutuhan masing-masing klub serta kesesuaian dengan proyek yang ingin dibangun.
Menurut laporan SportMole, Selasa (27-10-2026), berikut enam pelatih yang saat ini masih berstatus tanpa klub:
Antonio Conte
Antonio Conte meninggalkan Napoli pada bulan Mei 2026 setelah dua musim menangani klub itu. Kepergiannya sehari setelah perselisihan terbuka dengan presiden klub, Aurelio De Laurentiis.
Pelatih asal Italia itu memiliki rekam jejak prestasi yang mentereng bersama sejumlah klub besar Eropa.
Saat menangani Juventus, Conte sukses meraih tiga gelar Serie A secara beruntun pada musim 2011/2012, 2012/2013, dan 2013/2014, serta dua trofi Supercoppa Italiana pada 2012 dan 2013.
Bersama Chelsea, Conte mempersembahkan gelar Premier League pada musim 2016/2017 dan Piala FA pada 2017/2018.
Ia kemudian membawa Inter Milan menjuarai Serie A pada musim 2020/2021, sebelum kembali meraih Scudetto bersama Napoli pada musim 2024/2025.
Meski demikian, masa baktinya di beberapa klub kerap diwarnai ketegangan menjelang perpisahan.
Baru-baru ini, Conte juga mengungkapkan keinginannya untuk kembali melatih di Premier League.
Eddie Howe
Eddie Howe, menjadi salah satu pelatih yang berpotensi menarik minat klub-klub papan atas Inggris.
Ia meninggalkan Newcastle United pada akhir musim lalu setelah lima tahun menangani klub tersebut.
Selama masa jabatannya, Howe berhasil membangkitkan Newcastle dari ancaman degradasi hingga menjadi peserta reguler Liga Champions, sekaligus mempersembahkan gelar Piala EFL dan membawa timnya kembali mencapai final.
Sebelum menangani Newcastle, Howe juga sukses mengantarkan Bournemouth promosi ke divisi yang lebih tinggi.
Dengan pengalaman di Premier League serta pendekatan kepelatihan yang relatif fleksibel, Howe bisa menjadi opsi bagi klub yang mencari pelatih berpengalaman tanpa banyak kontroversi di luar lapangan.
Didier Deschamps
Didier Deschamps meninggalkan kursi pelatih tim nasional Prancis setelah Piala Dunia 2026, mengakhiri masa kepemimpinannya selama 14 tahun.
Selama periode tersebut, ia membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 dan mencapai final pada edisi 2022.
Prestasinya bersama Les Bleus semakin lengkap karena Deschamps juga pernah mengangkat trofi Piala Dunia 1998 sebagai pemain.
Selain kiprahnya bersama tim nasional, Deschamps memiliki hubungan panjang dengan Olympique de Marseille.
Ia pernah membawa klub tersebut menjuarai Liga Champions saat masih menjadi pemain dan kemudian kembali untuk melatih mereka.
Dengan segudang pengalaman serta prestasi di level klub dan internasional, Deschamps masih menjadi salah satu pelatih paling berpengalaman yang saat ini belum menangani tim mana pun.
Roberto Martinez
Roberto Martinez meninggalkan posisinya sebagai pelatih tim nasional Portugal setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia di babak 16 besar usai menghadapi Spanyol.
Ia mulai menangani Portugal pada awal 2023 dan berhasil membawa tim tersebut mencapai perempat final Euro 2024 serta menjuarai UEFA Nations League 2025.
Meski mencatatkan sejumlah pencapaian, Martinez tetap mendapat kritik, terutama terkait pemilihan pemain yang dinilai terlalu mudah ditebak.
Dengan kualitas pemain Portugal yang melimpah, ekspektasi terhadap tim tersebut cukup tinggi, sehingga kegagalan melangkah lebih jauh di turnamen besar menjadi bahan evaluasi terhadap pendekatan kepelatihannya.
Julian Nagelsmann
Julian Nagelsmann meninggalkan posisinya sebagai pelatih tim nasional Jerman setelah timnya tersingkir melalui adu penalti dari Paraguay di Piala Dunia 2026.
Sebelum menangani timnas Jerman, Nagelsmann pernah melatih Bayern Munchen. Namun, masa baktinya bersama klub raksasa Bundesliga itu berakhir di tengah ketegangan internal.
Meski demikian, pengalamannya menangani klub besar dan tim nasional membuat Nagelsmann tetap menjadi salah satu pelatih yang menarik untuk diperhitungkan oleh klub-klub yang tengah mencari juru taktik baru.
Arne Slot
Arne Slot menjalani dua musim yang sangat berbeda selama menangani Liverpool. Pada musim debutnya, ia sukses membawa The Reds menjuarai Premier League 2024-2025.
Namun, performa tim menurun tajam pada musim berikutnya, ditandai dengan serangkaian hasil buruk, kekalahan di luar dugaan, serta ketegangan di ruang ganti.
Hubungannya dengan Mohamed Salah juga menjadi sorotan di tengah kesulitan Liverpool mempertahankan konsistensi permainan.
Situasi tersebut berujung pada finis di posisi kelima dan membuat masa akhir Slot di Merseyside jauh dari harapan.
Ia pun meninggalkan klub dengan reputasi yang terdampak oleh penurunan performa tim pada musim keduanya.
Sumber: SportMole