Bola.com, Jakarta - Persita Tangerang patut berbangga, terkait eksistensinya di pentas BRI Super League 2026/2027. Hingga pekan ketujuh, Persita belum ternoda kekalahan dengan tiga kemenangan dan tiga hasil imbang.
Persita mengawali perjuangannya di kasta teratas Indonesia dengan bermain imbang 1-1 dengan PSIM Yogyakarta, menang 3-2 atas Java United FC, bermain sama kuat 2-2 kontra PSM Makassar, menang 2-1 atas tim promosi Garudayaksa FC, mengalahkan Persija Jakarta 3-2, dan terakhir berbagi angka 1-1 versus Bali United.
Mengemas 12 poin, tim berjuluk Pendekar Cisadane bercokol di posisi keenam klasemen sementara.
Musim ini, manajemen menargetkan Persita finis di posisi delapan besar atau lebih baik dua strip dari musim lalu yakni finis di posisi ke-10.
Jika bisa tampil konsisten, bukan tak mungkin Persita akan merealisasikan target dan tak menutup kemungkinan bisa lebih lagi.
Dukungan Maksimal
Sukses Persita sejauh ini tentunya tak lepas dari dukungan semua pihak, termasuk dukungan fans setia yang tak pernah absen setiap kali tim kesayangan beraksi di kandang.
Secara khusus, kedigdayaan Pendekar Cisadane pastinya berkat sentuhan dingin sang pelatih, Carlos Pena. Juru taktik asal Spanyol berhasil meyakinkan anak-anak asuhnya untuk mengeluarkan semua kemampuan terbaik lewat filosofi serta strategi permainan.
Keputusan manajemen dan tim pelatih untuk merekrut sederet pemain anyar seperti Sutanto Tan, Luquinhas, Dion Markx, Wahyudi Hamisi, Alexandre Ramalingom, Pablo Ganet, Tyronne del Pino, dan Javlon Guseynov sejauh ini mampu memberikan kontribusi lebih.
Dihuni amunisi nan mumpuni di semua lini membuat Carlos Pena memiliki ragam formula guna memilih pemain yang tepat sesuai kebutuhan tim berdasarkan skema permainan serta lawan yang dihadapi.
Selain formasi 4-2-3-1, eks pembesut Persija Jakarta itu juga kerap menggunakan skema 4-3-3 dan 4-4-2.
Tak Mau Jemawa
Carlos Pena juga terus mengingatkan anak-anak asuhnya bahwa tak ada pertandingan yang mudah. Dion Markx dan kawan-kawan harus selalu siap 100 persen kapan dan di mana pun Persita bertarung.
"Jika Persita tampil dalam kondisi seratus persen, kami akan menjadi tim yang sangat sulit dikalahkan," kata Carlos Pena.
Sebagai pelatih, Carlos Pena paham betul betapa beratnya misi yang diemban pasukannya. Oleh karena itulah, Carlos Pena tak irit pujian terkait kinerja keras yang sudah diperlihatkan para pemainnya.
Di samping sanjungan, Carlos Pena juga tak segan mengoreksi kesalahan setiap pemain dengan harapan tak terjadi lagi di pertandingan selanjutnya.
Tetap Evaluasi
Bagi Carlos Pena, koreksi plus evaluasi sangat penting karena kompetisi masih panjang dan kian sarat tantangan.
"Tim ini harus terus berkembang dan setiap minggu harus lebih baik," kata Carlos Pena.
Ya! Tak ada pilihan, Persita harus bisa lebih baik ke depannya. Mengingat kompetisi masih menyisakan segepok pertandingan, Persita tak boleh lengah sedikit pun. Dengan kata lain, Pendekar Cisadane dituntut selalu siap. Baik dalam partai kandang, terlebih tandang.
Sepanjang sejarah, Persita belum pernah merasakan manisnya gelar kasta teratas Indonesia. Pencapaian terbaik hanya sebagai runner up Liga Indonesia 2002.
Jika nasib baik berpihak, bukan tak mungkin musim ini menjadi musim yang sangat bersejarah bagi tim kebanggaan warga Tangerang.