Bola.com, Jakarta - Manchester United (MU) membuat keputusan mengejutkan dengan mempertahankan Michael Carrick sebagai pelatih untuk sementara waktu.
Padahal, posisinya berada di bawah tekanan besar setelah Setan Merah menelan kekalahan telak dari Bournemouth di Premier League.
Carrick sebelumnya diperkirakan akan meninggalkan jabatannya setelah rentetan hasil buruk yang turut memperuncing ketegangan di dalam tim.
Namun, manajemen memberikan kesempatan kepadanya untuk memperbaiki situasi, setidaknya menjelang pertandingan melawan Chelsea pada Sabtu (31/10/2026).
Keputusan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai alasan klub belum mengambil langkah tegas.
Sports Illustrated, Rabu (28/10/2026), menyoroti tiga faktor yang menjelaskan perubahan sikap MU, mulai dari respons suporter hingga persoalan manajemen yang lebih mendasar.
Suporter Masih Mendukung Carrick
Carrick mendapat sambutan positif dari suporter ketika menyapa tribun Old Trafford setelah kekalahan dari Bournemouth. Sebaliknya, jajaran manajemen justru menerima cemoohan.
Dukungan itu disebut tidak luput dari perhatian petinggi klub. Namun, kondisi ruang ganti belum sepenuhnya solid setelah Bruno Fernandes sebelumnya mengkritik pendekatan taktik tim.
Bek Harry Maguire tetap menyuarakan dukungan kepada sang pelatih. “Kami sepenuhnya mendukung Michael,” kata Maguire.
MU Masih Pertimbangkan Pengganti
Direktur sepak bola Jason Wilcox disebut menjadi salah satu pihak yang mendorong Carrick tetap bertahan untuk sementara.
Namun, klub juga dikaitkan dengan upaya mencari pengganti, termasuk Eddie Howe.
Jadwal pertandingan yang padat turut membuat situasi semakin rumit. Setelah menghadapi Chelsea, MU dijadwalkan melawan Roma di Liga Champions sebelum kembali beraksi di Premier League menghadapi Aston Villa.
Jeda internasional pada November juga berpotensi menjadi waktu yang lebih leluasa bagi manajemen untuk mengevaluasi situasi.
Namun, belum ada kepastian Carrick akan digantikan setelah rangkaian pertandingan itu.
Masalah Klub Tidak Selesai dengan Memecat Pelatih
Sports Illustrated, Rabu (28/10/2026), menilai krisis MU tidak semata-mata berkaitan dengan Carrick. Masalah pengelolaan klub, keputusan transfer, dan kondisi finansial turut membayangi performa tim.
Carrick sendiri mengakui bahwa persoalan klub lebih besar daripada kendalinya sebagai pelatih. “Jika saya benar-benar punya jawabannya, saya tidak akan membiarkan ini terjadi,” ujar Carrick dalam konferensi pers, merujuk pada masalah yang terus berulang.
Untuk saat ini, Carrick masih diberi kesempatan membalikkan keadaan. Laga melawan Chelsea pada Sabtu (31/10/2026) akan menjadi ujian penting bagi masa depannya di Old Trafford.
Sumber: Sport Illustrated