Sempat Berseteru, Michael Carrick dan Bruno Fernandes Kini Berdamai

Michael Carrick dan Bruno Fernandes berdamai, kapten MU itu berpeluang kembali ke tim.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 29 Oktober 2026, 06:15 WIB
Pelatih sementara Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, memberi selamat kepada gelandang Manchester United asal Portugal bernomor punggung 08, Bruno Fernandes, setelah pertandingan Liga Inggris antara Sunderland dan Manchester United di Stadion of Light di Sunderland, timur laut Inggris, pada 9 Mei 2026. (ANDY BUCHANAN/AFP)

Bola.com, Jakarta - Michael Carrick dan Bruno Fernandes sepakat mengakhiri perselisihan yang melibatkan keduanya di Manchester United.

Daily Star melaporkan, kesepakatan itu tercapai setelah Carrick menggelar pertemuan dengan sang kapten. Fernandes pun berpeluang kembali memperkuat Setan Merah saat menghadapi Chelsea, akhir pekan ini.

Advertisement

Sebelumnya, Fernandes tidak masuk tim ketika MU menjamu Bournemouth, Minggu malam lalu.

Keputusan itu diambil setelah gelandang asal Portugal tersebut melontarkan kritik terhadap pendekatan taktik Carrick seusai kekalahan dari Como di Liga Champions, medio pekan lalu.

Carrick merespons kritik itu dengan mempertanyakan etos kerja Fernandes dan para pemainnya.

Sang pelatih kemudian membiarkan kapten MU tersebut menyaksikan kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford dari bangku cadangan.

Seusai pertandingan, Fernandes menjadi satu di antara pemain yang mendapat cemoohan dari pendukung MU.

 

Yuk, cari tahu jadwal Premier League 2026/2027 di sini.


Sepakat Akur

Pelatih sementara Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, berbicara dengan gelandang Manchester United asal Portugal bernomor punggung 08, Bruno Fernandes, selama pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, barat laut Inggris, pada 17 Januari 2026. (Darren Staples/AFP)

Situasi itu kini mulai mereda. Carrick dan Fernandes telah duduk bersama di pusat latihan Carrington untuk membicarakan perbedaan di antara mereka.

Pertemuan itu berlangsung setelah dipastikan Carrick tetap menangani MU dalam lawatan ke markas Chelsea di Stamford Bridge.

"Keduanya sepakat melanjutkan kerja sama dan tidak lagi mempermasalahkan konflik yang baru terjadi," tulis Daily Star.

Carrick menghadapi tekanan besar karena MU sudah melewati delapan pertandingan tanpa kemenangan. Posisi mereka di klasemen juga hanya terpaut satu poin dari zona degradasi.

Menghadapi Chelsea, Carrick membutuhkan kontribusi Fernandes, yang merupakan kapten sekaligus salah satu pemain paling berpengaruh di skuadnya.

Kembalinya sang gelandang ke dalam tim menjadi salah satu kemungkinan menjelang pertandingan penting di London tersebut.


Kritik Fernandes

Pemain Manchester United, Matthijs de Ligt (kiri), berbicara dengan rekan setimnya, Bruno Fernandes, saat mereka meninggalkan lapangan pada jeda babak pertama dalam pertandingan fase pembuka Liga Champions antara Como dan Manchester United di Como, Italia, Rabu (21-10-2026). (Foto AP/Antonio Calanni)

Fernandes sebelumnya secara terbuka mengkritik pendekatan permainan MU saat menghadapi Como.

Dalam wawancara dengan HBO Max, ia menjelaskan keputusan untuk tidak melakukan penjagaan satu lawan satu merupakan kebijakan staf pelatih.

"Itu keputusan staf pelatih untuk tidak melakukan pressing satu lawan satu. Terkadang, kami membiarkan ruang di belakang dan mencoba merebut bola dengan menunggu lawan. Namun, memberikan ruang kepada tim seperti mereka bisa membuat kepercayaan diri lawan meningkat," ujar Fernandes.

Ia juga menyoroti awal pertandingan yang kembali berjalan buruk bagi MU. Menurutnya, tim gagal memberikan tekanan memadai kepada lawan dan kesulitan membangun serangan dengan pergerakan yang efektif.

"Kami kembali memulai pertandingan dengan buruk dan kebobolan sangat cepat. Tekanan terhadap pemain yang menguasai bola tidak cukup, pergerakan saat membawa bola juga kurang baik, dan banyak hal tidak berjalan sesuai keinginan kami," katanya.


Tanggung Jawab

Bruno Fernandes dari Manchester United menyapa setelah pertandingan Premier League Summer Series antara Manchester United dan Everton FC di Stadion Mercedes-Benz pada 3 Agustus 2025 di Atlanta, Georgia. (AJ Reynolds/Getty Images via AFP)

Fernandes menilai kebobolan pada awal laga membuat MU kesulitan bangkit. Ia menyebut MU perlu berani menguasai bola dan menciptakan peluang untuk mengubah keadaan.

Ketika ditanya mengenai tanggung jawab Carrick atas kekalahan dari Como, Fernandes menyerahkan penilaian kepada sang pelatih dan stafnya.

"Itu menjadi urusan manajer dan staf pelatih untuk mengevaluasinya, bukan saya. Terkadang, kami harus lebih berani saat berada di bawah tekanan, mengambil risiko dengan melakukan pressing lebih tinggi, dan membuat lawan tidak nyaman," tuturnya.

Fernandes kemudian mencontohkan cara Como menghadapi dirinya. Menurutnya, pemain bertahan Como berani maju hingga ke wilayah pertahanan sendiri untuk memberikan tekanan kepadanya.

Ia menilai MU perlu menerapkan pendekatan serupa secara kolektif.

"Kami harus melakukannya sebagai sebuah tim, tetapi kami tidak mampu melakukannya. Tim yang membangun serangan melalui kombinasi umpan pendek di tengah bisa menyakiti kami melalui sisi sayap jika diberi terlalu banyak waktu dan ruang," ulas Fernandes.

 

Sumber: Daily Star

Berita Terkait