Carlos Tevez Ungkap Andil Sir Alex Ferguson dalam Kepergiannya yang Kontroversial dari MU ke Man City

Carlos Tevez ungkap janji Sir Alex Ferguson yang tak ditepati sebelum tinggalkan MU dan gabung Man City.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 29 Oktober 2026, 10:15 WIB
Kekecewaan manajer Manchester United Sir Alex Ferguson seusai kekalahan 1-2 dari FC Basel di penyisihan Grup C Liga Champions di St Jakob Park, Basel, 7 Desember 2011. AFP PHOTO / VALERIANO DI DOMENICO

Bola.com, Jakarta - Carlos Tevez mengungkapkan alasan di balik keputusannya meninggalkan Manchester United dan bergabung dengan rival sekota, Manchester City, pada 2009.

Mantan penyerang Timnas Argentina itu mengaku Sir Alex Ferguson tidak menepati janji yang pernah disampaikan kepadanya.

Advertisement

Kepindahan Tevez ke Man City menjadi satu di antara transfer paling kontroversial dalam persaingan kedua klub.

Saat merayakan keberhasilan The Citizens menjuarai Premier League pada 2012, ia bahkan mengangkat spanduk bertuliskan 'RIP Fergie' yang ditujukan kepada mantan manajer MU tersebut.

Tevez pernah mencoba menjelaskan tindakannya. Namun, dalam wawancara di kanal "Rio Ferdinand Presents", ia kembali membahas persoalan yang menurutnya menjadi alasan utama kepergiannya dari Old Trafford.

Tevez awalnya memperkuat MU dengan status pinjaman selama dua tahun. Menurut pengakuannya, ada kesepakatan klub akan mempermanenkan statusnya setelah satu tahun apabila ia mampu menunjukkan performa yang baik.

Ia mengaku Ferguson sempat menyampaikan secara langsung bahwa dirinya akan tetap menjadi bagian dari tim.

"Fergie berkata kepada saya, 'Carlos, sekarang saya akan membayar untuk kontrakmu dan kamu akan tetap di Manchester'," ungkap Tevez.

 


Tevez Buka Suara

2. Carlos Tevez - Bergabung pada rentang 2007 hingga 2009, Tevez cukup banyak tampil bersama skuat Setan Merah. Penyerang asal Argentina mencatatkan 99 penampilan dan menyumbang 34 gol. (AFP/Paul Ellis)

Ia kemudian mengingat percakapan lain dengan Ferguson menjelang pramusim.

Menurut Tevez, sang manajer mengatakan MU akan merekrut Dimitar Berbatov, tetapi dirinya tidak perlu khawatir karena klub juga akan mempermanenkan kontraknya.

Namun, rencana itu tidak pernah terwujud. MU tidak bersedia membayar biaya transfer yang diperlukan untuk mengubah status Tevez menjadi pemain permanen.

Ia masih bertahan satu tahun sebelum akhirnya meninggalkan Old Trafford pada 2009.

Tevez menyadari kepergiannya membuat pendukung MU terbelah dalam menyikapi dirinya. Meski demikian, ia menilai banyak orang tidak mengetahui persoalan yang terjadi di balik layar antara dirinya dan Ferguson.

"Saya rasa orang-orang tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi antara saya dan Ferguson, termasuk percakapan kami dan persoalan di balik layar," ujar Tevez.

 


Merasa Mulai Disisihkan Ferguson

Carlos Tevez - Karier Tevez di Premier League berawal dari West Ham pada musim 2006/2007. Kemudian Teves hijrah ke Old Trafford dan mememangkan dua Premier League dan satu Liga Champions sebelum pindah ke Manchester City. (AFP/Andrew Yates)

Tevez menilai Ferguson memiliki waktu hingga enam bulan sejak percakapan mereka untuk memenuhi janjinya. Akan tetapi, menurut pria kelahiran 5 Februari 1984 itu, sang manajer justru mulai mengurangi kesempatan bermainnya.

Ia menduga keputusan tersebut berkaitan dengan upaya klub menekan nilai transfernya.

"Ferguson punya waktu hingga enam bulan untuk menepati janjinya. Namun, ia tidak melakukannya. Sebaliknya, ia mulai menempatkan saya di bangku cadangan," ujar Tevez.

"Dalam pikiran saya, ia mulai menyingkirkan saya agar nilai saya turun. Itulah yang paling menyakitkan bagi saya," lanjut Tevez.

 


Simpati Ferdinand

1. Rio Ferdinand (2002-2003) - Dari Leeds ke Manchester United dengan nilai transfer: 41,4 juta poundsterling. Nilai saat ini menurut data inflasi: 158,6 juta poundsterling. (AFP/Patrik Stollarz)

Rio Ferdinand, mantan bek MU yang mewawancarainya, menunjukkan simpati terhadap pengalaman Tevez.

Ferdinand bahkan menilai kepergian sang penyerang menjadi pukulan bagi Setan Merah, yang belum kembali menjuarai Premier League sejak 2013.

Kendati hubungannya dengan MU berakhir dengan kekecewaan, Tevez mengaku memiliki kenangan indah selama membela Setan Merah.

Ia merasa telah memberikan segalanya, tetapi tidak memperoleh perlakuan yang sama seperti yang diharapkannya.

"Bagi saya, itu masa yang sulit, Rio. Saya merasa telah memberikan hati saya untuk Manchester United, tetapi saya tidak merasakan hal yang sama dari mereka," ucapnya.

 


Makna Tersendiri

Gelandang Manchester United, Darren Fletcher (kanan), berebut bola dengan striker Manchester City, Carlos Tevez, dalam partai Liga Premier di Old Trafford pada 12 Februari 2011. AFP PHOTO/ANDREW YATES

Tevez juga mengingat keberhasilan MU menjuarai Premier League dan Liga Champions.

Ia merasa situasinya berubah setelah klub mendatangkan pemain baru, meski dirinya mengaku tetap tampil dengan cara yang sama pada bulan-bulan awal musim berikutnya.

Pada bulan kedua tahun keduanya, ia mengaku sudah tidak ingin berlama-lama dalam situasi tersebut.

Setelah meninggalkan MU, Tevez bergabung dengan Man City. Ia mengakui kepindahan itu memiliki makna tersendiri baginya setelah pengalaman yang mengecewakan di Old Trafford.

"Saya menikmati masa-masa yang luar biasa di United. Bagi saya, tim lain, City, seperti sebuah pembalasan. Saya tidak mendapatkan kembali apa yang telah saya berikan," kata Tevez.

Tevez kini berkarier sebagai pelatih. Klub terakhir yang ditanganinya adalah Talleres, tim asal Argentina.

 

Sumber: Daily Mail

Berita Terkait