La Liga Laporkan 17 Insiden dalam Duel Barcelona Vs Real Madrid, Termasuk Pemukulan Camavinga

La Liga Laporkan 17 Insiden dalam El Clasico, Suporter Barcelona Pukul Eduardo Camavinga

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 29 Oktober 2026, 09:45 WIB
Pemain Barcelona Rodri (kedua dari kiri) dan pemain Barcelona Pedri bereaksi saat wasit Juan Martinez Munuera memberikan kartu kuning kepada pemain Barcelona Anthony Gordon dalam laga El Clasico La Liga antara Barcelona vs Madrid di Barcelona, Spanyol, Minggu, 25 Oktober 2026. (AP Photo/Jose Breton)

Bola.com, Jakarta - La Liga melaporkan 17 insiden yang terjadi dalam duel El Clasico antara Barcelona dan Real Madrid di Spotify Camp Nou, Senin (26-10-2026) dini hari WIB.

Laporan itu telah diteruskan kepada Komite Disiplin Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol (RFEF) dan Komisi Anti-Kekerasan untuk ditindaklanjuti.

Advertisement

Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan 2-1 Real Madrid atas Barcelona. Hasil itu membuat Los Blancos kembali meramaikan persaingan perebutan gelar juara La Liga.

Namun, laga bergengsi itu juga diwarnai sejumlah tindakan suporter yang menjadi sorotan. Situasi memanas, terutama ketika para pemain Real Madrid merayakan gol kemenangan Kylian Mbappe.

Menurut laporan resmi La Liga yang juga diberitakan El Partidazo de COPE, dari 17 insiden yang dicatat, 10 di antaranya melibatkan pendukung Barcelona.

Kasus-kasus itu mencakup nyanyian bernada menghina hingga pelemparan benda ke lapangan.

 

Dapatkan jadwal lengkap Liga Spanyol 2026/2027 dengan merapat ke sini.


Berbagai Insiden di Camp Nou

Pemain Barcelona Lamine Yamal (kanan) ditekel oleh pemain Real Madrid Ibrahima Konate dalam laga El Clasico La Liga antara Barcelona vs Madrid di Barcelona, Spanyol, Minggu, 25 Oktober 2026. (AP Photo/Joan Monfort)

Sejumlah pendukung tuan rumah dilaporkan melontarkan hinaan yang ditujukan kepada Marc Cucurella, Jose Mourinho, Real Madrid, serta para pendukung klub ibu kota Spanyol tersebut.

Laporan La Liga mencatat dua kejadian ketika sebagian suporter Barcelona meneriakkan nyanyian bernada kasar yang ditujukan kepada Cucurella. Hinaan terhadap Mourinho dan Real Madrid juga terdengar dalam pertandingan itu.

Insiden lain terjadi setelah Mbappe mencetak gol keduanya. Sejumlah suporter melemparkan botol, kaleng, korek api, hingga perangkat vape ke arah lapangan ketika para pemain Madrid merayakan gol.

Tidak ada benda yang mengenai pemain Real Madrid. Meski demikian, wasit sempat menghentikan pertandingan selama satu menit 20 detik.

Pengumuman melalui pengeras suara stadion juga meminta para penonton menghentikan aksi pelemparan.


Camavinga Jadi Korban

Pemain Real Madrid Jude Bellingham (kiri) berebut bola dengan pemain Barcelona Rodri dalam laga El Clasico La Liga antara Barcelona vs Madrid di Barcelona, Spanyol, Minggu, 25 Oktober 2026. (AP Photo/Joan Monfort)

Peristiwa yang lebih serius menimpa Eduardo Camavinga. La Liga mengonfirmasi seorang penonton dari tribune Grada Gol 1957 Barcelona memukul gelandang Real Madrid itu menggunakan bendera saat perayaan gol berlangsung.

Petugas keamanan Barcelona kemudian berhasil mengidentifikasi suporter yang terlibat.

Klub tuan rumah pun menyiapkan tindakan untuk mengeluarkan orang tersebut dari keanggotaan suporter sesuai peraturan internal mereka.

Dari total 17 insiden yang dilaporkan, tujuh lainnya melibatkan pendukung Real Madrid yang datang ke Camp Nou. Mereka tercatat berulang kali melontarkan nyanyian bernada menghina terhadap Barcelona.


Suporter Real Madrid Juga Masuk Laporan

Alejandro Balde (Barcelona) mengawal Kylian Mbappe (Real Madrid) dalam laga La Liga 2025/2026 di Santiago Bernabeu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Bernat Armangue)

La Liga juga menjelaskan pelanggaran yang melibatkan suporter tuan rumah hanya terjadi di sejumlah bagian tertentu stadion. Sementara itu, mayoritas pendukung Barcelona lainnya disebut berperilaku tertib selama pertandingan.

Insiden yang menimpa Camavinga menjadi satu di antara perhatian utama dalam laporan tersebut. Para pemain seharusnya bisa merayakan gol tanpa menghadapi tindakan kekerasan fisik dari penonton.

Persaingan sengit Barcelona dan Real Madrid tidak membenarkan tindakan menyerang pemain menggunakan benda seperti tongkat atau bendera saat perayaan gol.

Kini, badan terkait akan memeriksa laporan tersebut untuk menentukan apakah sanksi disiplin perlu dijatuhkan kepada pihak-pihak yang terlibat.

 

Sumber: Madrid Universal

Berita Terkait