Peter Schmeichel Kritik Keras Sir Jim Ratcliffe: Mengapa Orang yang Benci MU Justru Diberi Jabatan?

Peter Schmeichel bongkar masalah MU di era Sir Jim Ratcliffe: orang yang pernah benci Setan Merah justru berkuasa di klub.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 29 Oktober 2026, 10:30 WIB
Sir Jim Ratcliffe ketika hadir di Stadion Etihad untuk menyaksikan laga Manchester City vs Manchester United pada pekan ke-4 Premier League 2025/2026 - AP Photo/Dave Thompson

Bola.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Peter Schmeichel, melontarkan kritik keras kepada Sir Jim Ratcliffe terkait penunjukan Jason Wilcox (Direktur Sepak Bola MU) dan Omar Berrada (CEO MU) sebagai petinggi klub.

Ia menilai kedua sosok tersebut tidak memiliki kedekatan dengan identitas MU, bahkan menuding mereka pernah membenci Setan Merah.

Advertisement

Kritik itu muncul di tengah performa MU yang belum meyakinkan. Tim asuhan Michael Carrick baru meraih dua kemenangan dari 12 pertandingan di semua kompetisi musim ini.

Meski demikian, INEOS memilih memberi Carrick kesempatan lebih lama untuk memperbaiki keadaan. Ia tetap akan memimpin tim saat menghadapi Chelsea dalam lanjutan Premier League akhir pekan ini.

Sebelumnya, MU menelan kekalahan telak 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford. Hasil tersebut memicu kemarahan suporter yang melampiaskan kekecewaan kepada jajaran manajemen dan pemilik klub.

Mereka meneriakkan tuntutan agar pemilik menjual klub serta meminta sejumlah petinggi mundur atau diberhentikan.

 

Cari tahu jadwal komplet Premier League 2026/2027 dengan mengeklik ini.


Lihat Masa Lalu

Pemilik Manchester United, Jim Ratcliffe (kanan), mencondongkan badan untuk berbicara dengan CEO Manchester United, Omar Berrada (kiri), dalam pertandingan Premier League antara Manchester City dan Manchester United di Stadion Etihad, Manchester, Inggris barat laut, pada 14 September 2025. (Oli SCARFF/AFP)

Dalam program "The Daily Overlap", Schmeichel diminta menjelaskan hal-hal yang perlu dibenahi di Old Trafford.

Kiper legendaris MU itu menilai klub harus kembali menerapkan prinsip yang mengantarkan mereka meraih kesuksesan pada masa lalu.

"Saya rasa jawabannya ada dalam sejarah kami. Ada dua periode yang benar-benar sukses dalam sejarah klub, dan keduanya dibangun dengan cara yang sama," ujar Schmeichel, dikutip dari Give Me Sport.

Ia menegaskan, keberhasilan MU bukan hanya bergantung pada sosok yang berada di dalam klub, tetapi juga pada cara kerja, budaya, dan lingkungan yang dibangun.

"Kami memiliki seorang manajer yang kuat. Saya tidak sedang membicarakan personel, melainkan apa yang dilakukan klub. Membangun dari dalam, berpegang pada kerangka kerja tertentu, membentuk budaya, dan menciptakan lingkungan yang tepat," tuturnya.


Mantan Rival Jadi Petinggi

CEO Manchester United, Omar Berrada (kanan), dan Direktur Sepak Bola, Jason Wilcox (tengah), duduk di antara penonton selama pertandingan Liga Inggris antara Burnley dan Manchester United di Turf Moor di Burnley, barat laut Inggris pada 7 Januari 2026. (Oli SCARFF/AFP)

Schmeichel kemudian menyoroti keputusan MU menempatkan orang-orang yang, menurutnya, pernah secara terbuka menyatakan kebencian terhadap Setan Merah ketika masih aktif bermain.

"Sekarang kami tidak melakukan itu. Kami justru memiliki orang-orang yang secara terbuka menyatakan saat masih menjadi pemain bahwa mereka membenci Manchester United. Mereka pernah bermain untuk klub-klub rival MU. Dengan pengalaman yang sangat terbatas, tiba-tiba mereka mendapat posisi pengambil keputusan di Manchester United," katanya.

Ketika ditanya apakah kritiknya secara khusus ditujukan kepada Jason Wilcox, Schmeichel tidak ragu mengiyakan.

"Saya rasa dia salah satunya. Saya tidak mengerti mengapa dia berada di sana, mengingat dia pernah bermain untuk Leeds. Anda seharusnya membenci MU jika bermain untuk Leeds, dan dia memang membenci MU," ucapnya.

Schmeichel juga menyinggung Blackburn Rovers, klub yang pernah dibela Wilcox ketika berhasil menjuarai liga dengan mengungguli MU pada pertandingan terakhir.


INEOS, Glazer Out

Co-Chariman Manchester United, Avram Glazer (kiri), dan CEO Manchester United, Omar Berrada (kanan), bertepuk tangan selama pertandingan final Piala FA Wanita Inggris antara Chelsea dan Manchester United di Stadion Wembley, London barat laut, pada 18 Mei 2025. (JUSTIN TALLIS/AFP)

Ia turut mempertanyakan keputusan Ratcliffe merekrut Omar Berrada dari Manchester City serta membawa Wilcox, yang pernah menjabat kepala akademi klub tersebut, ke Old Trafford.

"Jim membawa Omar dari Manchester City. Sekarang dia juga mendatangkan Jason Wilcox, orang yang pernah menjadi kepala akademi di Man City. Kami bukan Manchester City. Kami Manchester United," tegas Schmeichel.

Menurut kiper MU periode 1991-1999 itu, sejarah, budaya, dan tradisi merupakan bagian penting dari identitas klub.

Ia menilai orang yang belum pernah berada dalam lingkungan MU belum tentu memahami nilai-nilai yang melekat pada Setan Merah.

Kritik Schmeichel muncul setelah INEOS mengambil alih pengelolaan sektor sepak bola MU dari keluarga Glazer dengan membawa sejumlah janji perubahan.

Namun, janji perubahan itu dinilai belum terwujud. Sejumlah keputusan manajemen dan kebijakan pemangkasan biaya justru memicu kekecewaan di kalangan pendukung MU.

Sebagian suporter kini menginginkan INEOS dan keluarga Glazer melepas kepemilikan mereka.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait