Patah Tumbuh Hilang Berganti, Borneo FC Orbitkan Lagi Young Guns Memikat Hati

Borneo FC seakan tak pernah kering stok pemain muda. Setiap musim Pesut Etan selalu punya amunisi muda.

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 29 Oktober 2026, 14:45 WIB
Gelandang Borneo FC, Amar Brkic dalam laga Grup D AFC Challenge League 2026/2027 versus Taiwan Steel di Stadion Segiri, Samarinda, Rabu (21/10/2026) malam WIB (Doc Borneo FC)

Bola.com, Jakarta - Borneo FC seakan tak pernah kering stok pemain muda. Hampir setiap musim, klub berjuluk Pesut Etam itu melahirkan young guns bertalenta bagus.

Fajar Faturrahman, Komang Teguh, Terens Puhiri, hingga Alfahrezzi Buffon merupakan alumni pembinaan usia muda Borneo FC.

Advertisement

Klub milik Nabil Husien tersebut mulai menjalankan "bisnis" di industri sepak nasional. Borneo FC akan melepas pemain mudanya dengan skema transfer apabila ada klub lain tertarik merekrut mereka.

Musim ini, Borneo FC merelakan Fajar Faturrahman ke Persija dan Alfharezzi Buffon merapat ke Dewa United.

Di skuad Pesut Etam saat ini masih ada tiga sosok muda yang diorbitkan untuk tampil di kasta tertinggi Indonesia. Mereka adalah Amar Brkic, Dandy Sonriza, dan Hugo Samir.

 


Posisi Baru

Amar Brkic membela Borneo FC Samarinda saat menghadapi Yangon United dalam laga fase grup AFC Challenge League 2026/2027 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/10/2026). (Dok. Borneo FC Samarinda)

Amar Brkic, yang masih tercatat sebagai anggota Timnas Indonesia U-20, digaet pada akhir bursa transfer pertama edisi ini. Pemain diaspora berusia 19 tahun ini langsung tampil memikat ketika debut di AFC Challenge League.

Satu di antara penampilan gemilangnya, adalah ketika ia mencetak gol saat Borneo FC menggilas Tainan City 3-1 di Samarinda.

Amar Brkic ditempatkan di posisi baru sebagai bek kanan yang sebelumnya ditongkrongi Alfharezzi Buffon.

Performa apik itu membuat pelatih Mauro Jeronimo memberi kesempatan Amar Brkic debut di Super League melawan PSS Sleman, Selasa lalu, yang berakhir kemenangan 2-1.

 


Tenaga Muda

Aksi Dandy Sonriza saat membela Borneo FC Samarinda melawan PSS Sleman dalam laga pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (27/10/2026). (Dok. Borneo FC Samarinda)

Nah, pada laga tandang kontra PSS itu, giliran bintang Rahmad Dandy Sonriza dan Hugo Samir yang bersinar terang.

Keduanya mencetak gol ke gawang Super Elang Jawa. Tendangan fantastis Dandy Sonriza dan Hugo Samir menunjukkan kematangan bermain mereka.

Dandy Sonriza dan Hugo Samir yang beroperasi di sayap kiri dan kanan jadi senjata ampuh. Tenaga muda dan kecepatan yang mereka miliki sangat membantu kala Borneo FC melakukan serangan balik.

Dandy Sonriza ditarik pulang ke Samarinda setelah masa peminjaman di Adhyaksa FC berakhir.

Pemain berumur 23 tahun ini telah empat kali tampil di Super League dan sekali beraksi di AFC Challenge League.

 


Matang dan Dewasa

Winger Borneo FC Samarinda, Hugo Samir mencoba melewati penjagaan dari winger PSS Sleman, Riko Simanjuntak dalam laga pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027 di Stadion Maguwoharjo, Sleman

Sementara Hugo Samir kembali ke pangkuan Borneo FC setelah 1,5 musim membela Persik dan paruh kedua musim lalu sempat dipinjamkan ke klub Championship, Persiku Kudus.

Penampilan Hugo Samir, putra pelatih kawakan Jacksen Tiago itu, makin matang dan dewasa.

Hugo Samir sudah bermain sebanyak lima kali. Perinciannya dua kali di Super League dengan satu gol. Dua kali pada pentas AFC Challenge League dengan satu assist, serta sekali berlaga di ASEAN Club Championship.

Jika trio wonderkids ini bermain konsisten, terbuka jalan untuk terus berkembang. Apalagi semua kompetisi yang diikuti Borneo FC masih memasuki tahap awal.

Berita Terkait