Bola.com, Jakarta - Daniele De Rossi mengakui kemenangan atas mentornya, Luciano Spalletti, terasa sangat berarti.
Genoa berhasil mengalahkan Juventus dengan skor 2-0 pada pekan kesembilan Liga Italia 2026–2027 di Stadio Luigi Ferraris, Kamis (29-10-2026) dini hari WIB
Sebelum laga dimulai keduanya sempat melakukan wawancara pra-pertandingan di televisi.
Momen tersebut memperlihatkan hubungan erat di antara keduanya, yang terjalin sejak De Rossi masih menjadi anak asuh Spalletti di AS Roma.
Sekarang, keduanya bertemu dalam peran yang berbeda. De Rossi telah menjadi pelatih dan bahkan berhasil membawa Genoa mengalahkan Juventus, asuhan mentornya.
Kemenangan Genoa 2-0 itu dihasilkan lewat gol Kingsley Ehizibue dan Tommaso Baldanzi.
Hasil tersebut menjadi momen penting bagi De Rossi, bukan hanya karena Genoa berhasil mengalahkan tim sekelas Juventus, tetapi juga karena kemenangan itu diraih dengan menghadapi sosok yang pernah membimbingnya dalam perjalanan karier sebagai pemain.
Genoa Tampil Solid
De Rossi menilai Genoa tampil lebih solid, terutama dalam bertahan saat menghadapi tekanan Juventus.
Ia juga memuji semangat juangpemainnya yang mampu menjalankan strategi dengan baik dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya.
"Ini penampilan yang sempurna. Kami mampu bertahan di bawah tekanan, jauh lebih baik dibandingkan pertandingan-pertandingan sebelumnya," kata De Rossi kepada DAZN Italia dikutip via Football Italia.
"Pertandingan ini cukup sulit bagi kami, tetapi tim menunjukkan semangat dan keberanian, serta mampu menciptakan beberapa peluang melalui serangan yang bagus. Karena itu, kami sangat senang dengan hasil ini," tambahnya
Genoa kini mencatatkan tiga kemenangan kandang beruntun setelah mengalahkan Venezia dan Fiorentina.
Kemenangan atas Juventus menjadi dorongan besar bagi kepercayaan diri tim untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Pelatih Adalah Impian Masa Kecilnya
Di sisi lain, De Rossi mengungkapkan keinginan untuk menjadi pelatih sudah muncul sejak dirinya masih berusia muda.
"Saya mulai memikirkan karier sebagai pelatih sejak usia sangat muda, bahkan ketika berusia 25 atau 26 tahun," ungkapnya.
"Makin bertambah usia, makin sering saya memikirkan karier kedua ini. Sekarang, saya berkesempatan menghadapi para pelatih hebat di dunia sepak bola. Kemenangan melawan sosok seperti Spalletti dan Gian Piero Gasperini sangat berarti bagi saya," tutur De Rossi.
Meski demikian, pelatih berusia 43 tahun itu menilai kemenangan Genoa tak lepas dari kerja keras para pemain yang mampu menjalankan strategi dengan baik.
Ia juga menegaskan bahwa hasil positif tersebut merupakan buah dari perjuangan seluruh tim, bukan semata-mata adu taktik antara dirinya dan Spalletti.
"Kemenangan pada malam ini jelas dibuat oleh para pemain," tegasnya.
Sumber: Football Italia