Bola.com, Jakarta - Youri Tielemans disebut-sebut mungkin berharap tidak meninggalkan Aston Villa untuk bergabung dengan Manchester United pada bursa transfer musim panas lalu.
Gelandang asal Belgia itu dinilai kehilangan momentum setelah pindah ke Old Trafford, sementara mantan klubnya justru menunjukkan performa menjanjikan.
Penilaian tersebut disampaikan mantan pemandu bakat senior Aston Villa, Bryan King, dalam wawancara eksklusif dengan Football Insider.
Tielemans pindah ke MU setelah klausul pelepasan senilai 35 juta paun dalam kontraknya ditebus.
Keputusan itu mengejutkan para penggemar, mengingat sang pemain baru saja menjalani musim yang impresif bersama Villa dan tampil apik bersama Timnas Belgia di Piala Dunia 2026.
Kepergiannya menjadi kehilangan penting bagi tim asuhan Unai Emery.
Namun, sejauh musim ini berjalan, Tielemans sudah tampil dalam 12 pertandingan bersama MU dan dinilai belum mampu menunjukkan performa terbaiknya. Belakangan, ia juga dimainkan di posisi yang lebih menyerang.
Ingin tahu klasemen terkini Premier League 2026/2027? Silakan kunjungi ini ya.
Masa Depan Tielemans
Situasi di Old Trafford turut menimbulkan pertanyaan mengenai masa depan sang gelandang.
Jika Michael Carrick kehilangan jabatannya dalam beberapa pekan mendatang, belum diketahui bagaimana manajer pengganti akan memanfaatkan kemampuan Tielemans.
Pendukung Aston Villa sebelumnya berharap Tielemans bisa mengakhiri kariernya di Villa Park. Ia bergabung dari Leicester City pada 2023 dengan status bebas transfer dan menjadi satu di antara rekrutan penting klub.
Selama tiga tahun bersama Villa, pemain berusia 29 tahun itu mencatatkan 134 penampilan. Laga terakhirnya bersama klub juga berakhir manis setelah ia mencetak gol pembuka ketika Villa menghadapi Freiburg di final Liga Europa.
Bryan King menilai Villa kini mulai menunjukkan performa yang makin meyakinkan. Ia menyampaikan pandangan itu saat membahas kemenangan Villa atas Manchester City, Sabtu akhir pekan lalu.
"Mereka sudah mulai menyatu dan kini tampil sangat baik. Villa terlihat seperti tim yang bagus," kata King kepada Football Insider.
Keputusan Tinggalkan Villa
King mengakui Man City juga memiliki beberapa peluang bagus, termasuk sundulan Erling Haaland yang berhasil disapu dari garis gawang. Namun, menurutnya, Villa tampil lebih baik dalam pertandingan tersebut.
Ia juga memberikan pujian kepada manajemen Villa atas aktivitas mereka di bursa transfer musim panas.
Klub dinilai tidak berdiam diri setelah melepas Morgan Rogers dan sejumlah pemain lain, melainkan kembali menggunakan dana hasil penjualan untuk memperkuat skuad.
King kemudian menyinggung kemungkinan Tielemans mempertanyakan keputusannya meninggalkan Villa.
"Saya yakin pemain seperti Tielemans mulai berpikir, 'Seandainya saya bertahan'. Satu pemain tidak bisa membentuk sebuah tim sepak bola," ujarnya.
Pernyataan Tielemans
Kepergian Tielemans tidak menimbulkan permusuhan dengan Aston Villa. Ia juga tidak memaksakan diri untuk keluar dari klub, sementara kesempatan bergabung dengan MU tentu bukan tawaran yang mudah ditolak.
Pada usia 29 tahun, Tielemans mulai memasuki fase akhir kariernya dan diperkirakan memperoleh penghasilan jauh lebih besar di Old Trafford.
Dalam pernyataannya pada Agustus lalu, Tielemans mengungkapkan rasa terima kasih kepada Aston Villa atas peran klub dalam perjalanan kariernya.
"Saya sangat berterima kasih kepada Aston Villa. Saya berutang banyak kepada mereka. Ini klub yang hebat, kami melakukan hal-hal luar biasa, dan mereka membantu saya kembali ke level terbaik," kata Tielemans.
Meski begitu, ia menganggap kepindahan ke MU sebagai pencapaian penting bagi seorang pesepak bola.
"Tetapi, ada klub-klub yang berada di atas Villa, dan Manchester United adalah salah satunya. Bergabung dengan klub ini merupakan pencapaian besar bagi setiap pesepak bola. Itu berarti Anda telah menjalani karier dengan baik. Namun, perjalanan tidak berhenti sampai di situ. Saya ingin meraih kesuksesan," ujarnya ketika itu.
Sumber: Football Insider