Papin Sebut Strategi Komunikasi Mbappe dalam Perburuan Ballon d’Or 2026 Jadi Bumerang

Jean-Pierre Papin sebut Kylian Mbappe gagal raih Ballon d’Or 2026 karena strategi komunikasinya keliru yang justru merugikan dirinya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 30 Oktober 2026, 07:00 WIB
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, merayakan keberhasilan memenangi El Clasico bersama kiper Andriy Lunin. Real Madrid menang 2-1 dalam laga El Clasico di Camp Nou, Senin (26/10/2026) dini hari WIB. (Lluis GENE / AFP)

Bola.com, Jakarta - Kylian Mbappe dinilai kehilangan peluang memenangi Ballon d'Or 2026 akibat pendekatan komunikasinya sendiri.

Legenda sepak bola Prancis, Jean-Pierre Papin, menilai penyerang Real Madrid itu terlalu agresif dalam mempromosikan pencapaian pribadinya sehingga justru merugikan dirinya dalam persaingan penghargaan individu bergengsi tersebut.

Advertisement

Papin, pemenang Ballon d'Or 1991, menyampaikan penilaian tersebut setelah Mbappe kalah bersaing dengan penyerang Bayern Munchen dan Timnas Inggris, Harry Kane, dalam seremoni penghargaan di London, Selasa dini hari WIB kemarin.

Editor France Football, Vincent Garcia, mengungkapkan persaingan tahun ini berlangsung sangat ketat.

Selisih suara antara pemenang dan pesaingnya bahkan lebih kecil dibandingkan jarak antara Rodri dan Vinicius Junior pada 2024, yang mencapai 41 poin.

Menjelang pemilihan, Mbappe aktif menjalani wawancara dengan sejumlah media ternama, termasuk L'Equipe.

Dalam satu di antara wawancara itu, ia menonjolkan pencapaiannya selama setahun terakhir melalui tajuk yang menyatakan tidak ada pemain yang tampil lebih baik darinya pada musim sebelumnya.


Kritik Strategi Komunikasi Mbappe

Penyerang Real Madrid asal Prancis bernomor punggung 10, Kylian Mbappe, merayakan gol kedua timnya dalam pertandingan Liga Spanyol antara FC Barcelona dan Real Madrid CF di Stadion Camp Nou, Barcelona, ​​pada 26 Oktober 2026. (Josep LAGO/AFP)

Berbicara kepada RMC Sport, Papin menilai cara Mbappe berkomunikasi dengan publik memberikan dampak buruk terhadap peluangnya meraih Ballon d'Or.

"Strategi komunikasi Mbappe sangat merugikannya. Hal itu, dengan cara tertentu, mencerminkan seperti apa dirinya. Sangat disayangkan jika melihat kualitas yang dimilikinya dan klub tempat dia bermain," ujar Papin, dikutip dari SI.

Papin juga membandingkan Mbappe dengan Cristiano Ronaldo, mantan bintang Real Madrid yang telah lima kali memenangi Ballon d'Or.

Menurutnya, Mbappe memiliki efektivitas yang tidak jauh dari pencapaian Ronaldo, tetapi pendekatan komunikasinya justru menjadi bumerang.

"Mbappe sedikit mengingatkan saya kepada Cristiano Ronaldo: semua orang lain harus melayaninya," kata Papin.

Kendati melontarkan kritik, Papin tetap yakin Mbappe memiliki kualitas untuk memenangi Ballon d'Or pada masa mendatang. Ia menilai kegagalan tahun ini bukan kesempatan terakhir bagi penyerang berusia 27 tahun tersebut.

"Saya yakin dia akan memenangi Ballon d'Or. Dia memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk meraihnya. Ini bukan situasi sekarang atau tidak sama sekali. Memang, ini kesempatan yang bagus, tetapi dia masih memiliki perjalanan panjang," tuturnya.


Faktor Lain

Kylian Mbappe dari Real Madrid mencetak gol melalui tendangan penalti dalam pertandingan La Liga antara Real Madrid dan Sevilla di Madrid, Spanyol, Senin (19-10-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Manu Fernandez)

Pengaruh strategi komunikasi terhadap hasil pemungutan suara sulit dipastikan tanpa keterangan dari seluruh 100 jurnalis internasional yang terlibat dalam pemilihan.

Harry Kane mengambil pendekatan yang jauh lebih rendah profilnya selama periode menjelang penghargaan, sedangkan Lamine Yamal yang finis di posisi ketiga juga aktif berkampanye melalui media.

Selain itu, minimnya gelar bersama tim sepanjang musim 2025/2026 mungkin turut memengaruhi peluang Mbappe.

Penyerang asal Prancis itu mengandalkan catatan golnya untuk bersaing, termasuk menjadi pencetak gol terbanyak di La Liga, Liga Champions, dan Piala Dunia.

Ia juga mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia.

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, sempat mendukung pencapaian individu Mbappe ketika ditanya mengenai Ballon d'Or, September lalu.

"Bagi saya, ada satu pemain yang secara individu mencetak sejarah pada musim panas ini," ujar Mourinho.


Mbappe Vs Kane

Kylian Mbappe diganggu Kike Salas di laga Sevilla vs Real Madrid di pekan ke-37 Liga Spanyol 2025/2026 di Ramons Sanchez Pizjuan, Senin, 18 Mei 2026 dini hari WIB. (AP Photo/Jose Breton)

Namun, Mbappe mengakhiri musim 2025/2026 tanpa trofi bersama Real Madrid.

Los Blancos finis sebagai runner-up La Liga di belakang Barcelona dan tersingkir dari Liga Champions setelah kalah dari Bayern Munchen pada perempat final.

Sementara itu, Prancis terhenti di semifinal Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Spanyol, yang kemudian menjadi juara.

Kane memiliki pencapaian berbeda. Ia membawa Bayern Munchen menjuarai Bundesliga sekaligus mencetak total 73 gol untuk klub dan tim nasional sepanjang musim 2025/2026.

Jumlah itu menjadi yang terbanyak dalam satu musim oleh seorang pemain sejak Lionel Messi membukukan 82 gol pada musim 2011/2012.

 

Sumber: SI

Berita Terkait