Untuk Pertama Kalinya, Milan dan Inter Ungkap Desain Stadion Baru: San Siro Berganti Wajah, Bukan Jiwa

AC Milan dan Inter Milan perkenalkan desain stadion baru pengganti San Siro.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 30 Oktober 2026, 10:00 WIB
Desain stadion baru Inter dan Milan. (Dok. X @InterMilanFRA)

Bola.com, Jakarta - AC Milan dan Inter Milan mulai memperlihatkan gambaran stadion baru yang akan menggantikan San Siro.

Kedua klub raksasa Italia tersebut merilis sejumlah visualisasi rancangan arena anyar yang ditargetkan mulai beroperasi pada musim 2031/2032.

Advertisement

Daily Mail melaporkan, stadion tersebut akan menggunakan nama "Generali Stadium" setelah hak penamaannya diberikan kepada perusahaan asuransi Generali.

Kesepakatan itu bernilai 543 juta paun (sekitar Rp13,1 triliun) dan berlaku hingga 2052.

Pembangunan stadion dijadwalkan dimulai pada 2028 dengan kapasitas mencapai 71.500 penonton. Arena anyar ini akan memiliki struktur berbentuk X serta atap dengan desain lengkung ganda.

Rancangan tersebut juga mengusung dua bagian lengkungan yang masing-masing didedikasikan untuk pendukung Inter Milan dan AC Milan.

Stadion akan dibangun dengan dua tingkat tribune serta dirancang agar dapat digunakan untuk menggelar konser.

Selain fasilitas utama, kawasan stadion nantinya dilengkapi ruang publik, area hijau, tempat rekreasi, dan kawasan komersial.


Dua Firma Arsitektur

Desain stadion baru Inter dan Milan. (Dok. X @acmilan)

Milan dan Inter sebelumnya berencana memulai pembangunan pada 2027. Wacana pembongkaran San Siro sudah muncul sejak 2019, tetapi rencana tersebut sempat tertunda sebelum kembali berjalan dalam beberapa waktu terakhir.

Visualisasi yang diperkenalkan kedua klub memperlihatkan sejumlah gambaran penggunaan stadion.

Satu di antaranya menampilkan simulasi pertandingan antara Inter dan AC Milan dengan koreografi raksasa dari kedua kelompok suporter di tribune.

Ada pula ilustrasi penyelenggaraan konser yang memperlihatkan ribuan penonton memenuhi stadion dengan tata cahaya yang terang.

Milan dan Inter sebelumnya telah mengumumkan kerja sama dengan dua firma arsitektur, Foster + Partners dan Manica, untuk merancang stadion baru tersebut.

Kedua perusahaan itu memiliki sejumlah proyek ternama, termasuk Wembley Stadium di London, Chase Center di San Francisco, dan Lusail Stadium di Qatar.


Karakter San Siro Dipertahankan

Penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez, mengamati maket desain stadion baru Inter dan Milan. (Dok. X @InterMilanFRA)

Norman Foster dan David Manica turut mempresentasikan rancangan stadion dalam acara pemaparan pada Kamis waktu setempat.

Manica menjelaskan tantangan utama proyek tersebut adalah menghadirkan bangunan baru tanpa menghilangkan karakter emosional San Siro.

"Selalu menjadi tantangan ketika harus merancang bangunan pengganti sebuah proyek yang sangat dicintai. Cara saya memandang proyek ini sejak awal adalah: jiwa yang sama, bangunan yang berbeda," ujar Manica.

Ia juga menegaskan San Siro bukan sekadar bangunan, melainkan memiliki nilai emosional tersendiri.

Itulah mengapa rancangan stadion baru berupaya mempertahankan perasaan dan pengalaman yang selama ini melekat pada arena legendaris tersebut.


Sempat Menemui Hambatan

Desain stadion baru Inter dan Milan. (Dok. X @InterMilanFRA)

Rencana pembangunan stadion baru tersebut sebelumnya sempat menghadapi sejumlah hambatan.

Pada awalnya, tidak ada penolakan terhadap proyek itu. Namun, proses negosiasi berjalan panjang hingga muncul kekhawatiran mengenai dampak budaya dari pembongkaran San Siro yang telah berdiri lebih dari satu abad.

Pada 2023, muncul keputusan yang menyatakan San Siro tidak boleh dihancurkan karena memiliki nilai kepentingan budaya. Situasi berubah pada 2025 setelah AC Milan dan Inter Milan membeli lahan stadion tersebut.

Langkah itu kemudian membuka jalan bagi rencana pembongkaran.

San Siro pertama kali rampung dibangun pada 1926. Sementara itu, tribune tingkat tengah dan menara spiral ikonik yang menjadi ciri khas stadion tersebut baru ditambahkan pada 1955.

San Siro sebelumnya dijadwalkan menjadi tuan rumah final Liga Champions musim ini. Namun, UEFA mencabut hak penyelenggaraan tersebut setelah otoritas Kota Milan tidak dapat memberikan jaminan pekerjaan renovasi stadion beserta kawasan sekitarnya tidak akan mengganggu jalannya pertandingan.

Stadion baru AC Milan dan Inter Milan nantinya juga diharapkan dapat menggelar pertandingan Euro 2032. Italia akan menjadi salah satu tuan rumah turnamen tersebut bersama Turki.

 

Sumber: Daily Mail

Berita Terkait