Bola.com, Jakarta - Persita Tangerang mendapat ujian sebelum laga tandang melawan Persik Kediri pada pekan kedelapan BRI Super League 2026/2027, Sabtu (31/10/2026) lalu.
Seperti diketahui, akibat kendala cuaca buruk dan pesawat tak bisa mendarat di Bandara Dhoho Kediri, tim Persita terpaksa harus singgah lebih di Bali.
Pendekar Cisadane tertahan hampir selama delapan jam di Bandara Ngurah Rai Bali. Javlon Guseynov dkk. baru tiba di Kediri pukul 21.00 malam WIB.
Pelatih Carlos Pena mengakui situasi ini membuat anak asuhnya sudah lelah fisik dan mental sebelum bertanding. Pria asal Spanyol itu mengungkapkan ofisial Persita sempat kordinasi dengan ILeague agar kick off pertandingan pukul 19.00 WIB. Namun permintaan mereka ditolak sang operator kompetisi.
"Karena kondisi tersebut, kami hubungi ILeague supaya waktu pertandingan mundur malam hari. Tapi usulan kami ditolak. Ya, sudah. Kami harus mengatur kebugaran pemain dan bertekad tampil bagus lawan Persik," ungkap Carlos Pena.
Jaga Mental Pemain
Pelatih yang pernah menangani Persija itu pun menjaga mental pemain tak drop menghadapi situasi rumit itu.
"Solusinya kami harus membuat mental pemain tenang. Pikiran mereka tetap fokus ke pertandingan. Ternyata pemain telah siap menghadapi masalah yang tak terduga ini. Jadi kemenangan kita ini karena faktor mentalitas," katanya.
Carlos Pena juga menjelaskan cara pemain membunuh waktu selama berada di Bali untuk menunggu jadwal penerbangan ke Kediri.
"Menunggu selama itu sangat membosankan. Makanya kami beri kebebasan pemain melepas kepenatan. Tiba di Bali masuk waktu makan siang. Kami pun makan bersama. Nah, setelah itu mereka ada yang jalan-jalan di area bandara untuk melemaskan otot. Ada yang minum kopi atau menyantap makanan lain. Saya ingin mereka tetap happy," paparnya.