Jose Mourinho Bela Kylian Mbappe soal Kasus Kontroversial dengan China

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, angkat bicara mengenai kontroversi yang melibatkan Kylian Mbappe.

BolaCom | Yus Mei SawitriDiterbitkan 01 November 2026, 15:30 WIB
Pelatih kepala Real Madrid, Jose Mourinho, duduk di bangku cadangan sebelum pertandingan sepak bola La Liga antara Real Madrid dan Villarreal di Madrid, Spanyol, Minggu (11-10-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Manu Fernandez)

Bola.com, Jakarta - Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, angkat bicara mengenai kontroversi yang melibatkan Kylian Mbappe. Pemain Prancis itu terseret kontroversi setelah komentarnya tentang mantan pemimpin China, Mao Zedong, menuai kecaman.

Mourinho menilai dalam situasi tertentu, keputusan terbaik adalah tidak banyak berkomentar. Meski demikian, pelatih asal Portugal itu mengapresiasi sikap Mbappe yang segera menyampaikan permintaan maaf setelah ucapannya dianggap tidak pantas.

Advertisement

Menurut Mourinho, kontroversi tersebut menjadi salah satu risiko di era modern ketika setiap ucapan seseorang bisa memicu polemik.

"Itulah bahaya dunia saat ini. Terkadang, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah tutup mulut karena ada begitu banyak risiko dari hal-hal yang kita katakan atau komentari," ujar Mourinho dalam konferensi pers menjelang pertandingan La Liga melawan Racing Santander, Minggu (1/11/2026), seperti dikutip dari BBC. 

"Namun, saya juga melihat dia bertindak sangat bertanggung jawab terhadap klub yang di level ini benar-benar memiliki kelas luar biasa. Bagi kami, persoalan itu sudah selesai. Tidak ada lagi yang perlu dilakukan," lanjutnya.

Simak update terkini klasemen Liga Spanyol 2026/2027 di sini. 

 


Kronologi Kontroversi Mbappe

Kylian Mbappe dari Real Madrid mencetak gol melalui tendangan penalti dalam pertandingan La Liga antara Real Madrid dan Sevilla di Madrid, Spanyol, Senin (19-10-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Manu Fernandez)

Mbappe sebelumnya menjadi sorotan setelah melontarkan komentar mengenai meme yang paling membuatnya tertawa. Momen tersebut terjadi ketika penyerang berusia 27 tahun itu tampil dalam acara bincang-bincang Prancis, The Bridge.

Dalam kesempatan tersebut, Mbappe tengah membicarakan julukannya sebagai seorang 'diktator' karena pengaruhnya yang begitu besar dalam dunia sepak bola.

Ketika ditanya mengenai meme yang paling mengundang tawanya, Mbappe menyebut sebuah video yang menampilkan sosok yang menurutnya merupakan diktator China.

Acara tersebut kemudian menayangkan meme dengan wajah Mbappe yang ditempelkan pada gambar menyerupai Mao Zedong, pemimpin China yang meninggal dunia pada 1976.

Potongan video percakapan itu kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu reaksi keras, terutama di China. Kontroversi tersebut bahkan membuat sejumlah merek asal Negeri Tirai Bambu memutuskan hubungan kerja sama dengan Mbappe.

Menyadari dampak dari ucapannya, Mbappe akhirnya menyampaikan permintaan maaf pada Selasa. Ia mengakui komentarnya tersebut tidak dipikirkan dengan matang dan memahami bahwa pernyataannya telah melukai banyak orang di China maupun komunitas China di berbagai belahan dunia.

"Sekarang saya memahami bahwa hal tersebut telah menyakiti banyak orang di China dan komunitas China di seluruh dunia," demikian pernyataan Mbappe.

 


Mourinho Tak Khawatir Video AI

Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho. (Filippo Monteforte/AFP)

Selain membahas kontroversi Mbappe, Mourinho juga mendapat pertanyaan mengenai kemungkinan dirinya menjadi korban penyebaran video palsu hasil kecerdasan buatan (AI).

Pelatih yang pernah membawa Real Madrid menjuarai La Liga pada musim 2011/2012 itu mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan persoalan tersebut.

"Saya tidak khawatir. Klub saya adalah Real Madrid dan pemain saya adalah Kylian Mbappe," tegasnya.

Mourinho juga menilai Real Madrid dan Mbappe telah menunjukkan sikap yang tepat dalam merespons persoalan tersebut.

"Keduanya, Real Madrid dan Kylian Mbappe, telah menunjukkan kelas dengan memberikan respons secara langsung. Saya merasa sangat terwakili oleh keduanya," pungkas Mourinho.

Sumber: BBC

Berita Terkait