Dari Diragukan hingga Juara Dunia, Perjalanan Kimi Antonelli Membuat Toto Wolff Bangga

Wolff mengenang masa sulit Antonelli sebelum sang pembalap meraih gelar F1 pertamanya bersama Mercedes.

BolaCom | Merisa AmandaDiterbitkan 02 November 2026, 16:45 WIB
Pembalap Mercedes, Kimi Antonelli, mengangkat trofi setelah memastikan gelar juara dunia Formula 1 dalam seremoni podium seusai balapan GP Meksiko 2026 di Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez, Mexico City, Senin (2/11/2026) pagi WIB. (Carl De Souza / AFP)

Bola.com, Jakarta - Toto Wolff mengenang perjalanan Kimi Antonelli setelah pembalap Mercedes itu meraih gelar juara dunia Formula 1 2026.

Kimi Antonelli memastikan titel pertamanya di Grand Prix Meksiko, Minggu (1/11/2026), sekaligus menjadi juara dunia termuda dalam sejarah F1 pada usia 20 tahun.

Advertisement

Gelar itu menjadi perubahan besar setelah musim debut Antonelli pada 2025 berjalan sulit. Ia sempat gagal meraih poin dalam 10 balapan, sementara putusan Mercedes mempromosikannya langsung ke tim utama menuai keraguan.

Wolff mengakui promosi Antonelli merupakan keputusan yang penuh perhitungan.

Mercedes tetap memberi dukungan saat pembalap Italia itu menghadapi tekanan, termasuk ketika sejumlah pihak menilai ia belum siap tampil di tim besar.

“Orang-orang meragukannya,” kata Wolff, dikutip dari laman resmi Formula 1, Senin (2/11/2026).

Ia mengingat kritik yang muncul setelah Antonelli melewati sejumlah balapan tanpa poin, hingga akhirnya mampu membalikkan keadaan pada musim 2026.


Keraguan yang Mengiringi Perjalanan Antonelli

Pembalap Mercedes asal Italia, Kimi Antonelli, berkompetisi dalam balapan mobil F1 Grand Prix Kanada di Montreal, Senin (25-5-2026) dini hari WIB. (Christopher Katsarov/The Canadian Press via AP)

Antonelli mendapat kesempatan tampil bersama Mercedes setelah Lewis Hamilton memutuskan pindah ke Ferrari.

Wolff mengatakan keputusan itu diambil karena tim melihat potensi Antonelli, meski ia masih sangat muda dan baru menjalani beberapa musim di kategori balap junior.

Keraguan terhadap Antonelli bahkan berdampak pada dukungan komersial Mercedes.

Wolff mengungkapkan dua sponsor meninggalkan tim karena mempertanyakan siapa pembalap muda tersebut dan alasan Mercedes memberinya kursi utama.

Musim debut yang sulit juga membuat Antonelli menjadi sasaran kritik.

Namun, Wolff menilai pengalaman itu membentuk ketahanan mental sang pembalap, yang kemudian menunjukkan perkembangan besar pada musim keduanya.

“Dia seharusnya bahkan tidak berada di F1, katanya. Dia seharusnya di tim yang lebih kecil. Sepuluh balapan tanpa poin, air mata di Spa, lalu sekarang ini,” ujar Wolff, mengenang komentar yang pernah ditujukan kepada Antonelli.


Wolff Puji Sikap Antonelli di Dalam Tim

Toto Wolff, Direktur Eksekutif Tim Mercedes AMG Petronas F1, tiba di Paddock sebelum sesi latihan menjelang Grand Prix F1 Kanada di Sirkuit Gilles-Villeneuve pada 22 Mei 2026 di Montreal, Quebec. (Minas Panagiotakis/Getty Images via AFP)

Selain performanya di lintasan, Wolff juga memuji cara Antonelli membangun hubungan dengan orang-orang di Mercedes.

Menurutnya, kepribadian pembalap Italia itu membantu menciptakan suasana yang lebih akrab di dalam tim.

Wolff menggambarkan Antonelli sebagai sosok yang mudah menunjukkan kehangatan, termasuk dengan memeluk orang-orang di garasi.

Ia mengatakan kebiasaan itu perlahan membuat anggota tim lain ikut lebih terbuka satu sama lain.

Wolff juga mengapresiasi cara Antonelli berinteraksi dengan sponsor dan mitra tim.

Di tengah pencapaian besar sebagai juara dunia, ia tetap melihat Antonelli sebagai anak muda berusia 20 tahun yang masih menikmati waktu bersama teman-temannya.

“Dia masih anak-anak. Usianya 20 tahun. Anda melihat kematangannya saat mengemudi dan berinteraksi dengan para mitra, tetapi saat ulang tahun dia pergi ke taman air bersama teman-temannya. Itu menyenangkan untuk dilihat,” kata Wolff, dilansir dari laman resmi Formula 1, Senin (2/11/2026).

Sumber: Formula 1

Berita Terkait