Penalti Bruno Fernandes Gagal, Wasit Beri MU Kesempatan yang Mengubah Segalanya

Roma sudah gagalkan penalti Bruno Fernandes, tetapi kesalahan Bryan Cristante mengubah segalanya.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 04 November 2026, 06:40 WIB
Gelandang Manchester United asal Portugal, #08 Bruno Fernandes, mencetak gol pertama timnya melalui titik penalti dalam pertandingan League Phase Liga Champions UEFA antara Manchester United dan Roma di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 4 November 2026. (Oli SCARFF/AFP)

Bola.com, Jakarta - Bruno Fernandes mencetak gol ke-112 untuk Manchester United melalui penalti ke-50 yang dieksekusinya dalam laga Liga Champions melawan Roma di Old Trafford, Rabu (4-11-2026) dini hari WIB.

Namun, momen penting itu hampir berakhir berbeda.

Advertisement

MU sempat kesulitan pada babak pertama. Tim tuan rumah kebobolan dua gol dalam 15 menit awal.

Catatan itu menjadi yang pertama bagi MU karena untuk pertama kalinya mereka tertinggal dua gol saat turun minum dalam pertandingan Eropa di kandang sendiri.

Memasuki babak kedua, MU juga mendapat kabar buruk setelah Carlos Baleba mengalami cedera. Baleba memegangi bagian hamstring dan tidak mampu melanjutkan pertandingan.

Setan Merah kemudian memperoleh penalti pada menit ke-55 setelah Matheus Cunha dijatuhkan di kotak terlarang Roma. Keputusan wasit tetap berlaku setelah melalui pemeriksaan VAR. 


Gagalkan Penalti

Pemain Manchester United, Bruno Fernandes, mencetak gol melalui penalti—gol pertama bagi timnya—dalam pertandingan fase pembuka Liga Champions antara Manchester United dan AS Roma di Manchester, Inggris, Rabu (4-11-2026). (Foto AP/Jon Super)

Fernandes maju sebagai eksekutor dengan harapan membawa MU kembali ke dalam pertandingan. Namun, tendangannya justru mengarah terlalu dekat dengan Devis Vasquez, kiper ketiga Roma yang tampil sebagai penjaga gawang.

Vasquez berhasil menepis tendangan Fernandes. Bola muntah kemudian diperebutkan Fernandes dan Bryan Cristante. Gelandang Roma itu lebih dulu menjangkau bola dan menyapu ancaman.

Namun, aksi Cristante justru menjadi persoalan bagi Roma. Gelandang sekaligus kapten tim itu dinyatakan melakukan pelanggaran karena masuk ke kotak penalti sebelum tendangan dilakukan. Wasit pun memerintahkan penalti diulang.

Pada kesempatan kedua, Fernandes tidak menyia-nyiakan peluang.

Vasquez menebak arah tendangan yang berlawanan, tetapi eksekusi kapten MU kali ini lebih keras dan mengarah ke bagian atas gawang. Bahkan, jika Vasquez bertahan di arah yang sama, ia tetap akan kesulitan menghentikan bola.


Pelanggaran Aturan Penalti

Pemain Manchester United, Bruno Fernandes, bereaksi setelah mencetak gol melalui penalti—gol pertama bagi timnya—dalam pertandingan fase pembuka Liga Champions antara Manchester United dan AS Roma di Manchester, Inggris, Rabu (4-11-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Jon Super)

Sports Illustrated menulis, dalam aturan sepak bola, hanya penjaga gawang dan eksekutor yang diperbolehkan berada di area penalti sebelum tendangan dilakukan. Pemain lain yang memasuki kotak 18 yard sebelum bola ditendang dapat dinyatakan melakukan pelanggaran berupa encroachment.

Meski demikian, pelanggaran semacam ini tidak selalu berujung hukuman. Jika pemain bertahan masuk lebih awal, tetapi penalti tetap menghasilkan gol, gol tersebut tetap disahkan.

Hal serupa berlaku ketika pemain menyerang melakukan encroachment, tetapi tidak memberikan dampak nyata terhadap penjaga gawang maupun permainan. Gol yang tercipta tetap dapat dinyatakan sah.

Dalam pertandingan MU kontra Roma, situasinya berbeda. Vasquez berhasil menepis tendangan Fernandes, sementara Cristante sudah sedikit memasuki kotak penalti sebelum bola ditendang.

Cristante kemudian memperebutkan bola rebound dengan pemain MU dan berhasil memenangkannya.

Aturan resmi sepak bola yang ditetapkan International Football Association Board (IFAB) menyebut rekan setim penjaga gawang dapat dihukum karena encroachment apabila pelanggaran itu memberikan dampak nyata terhadap eksekutor, atau pemain yang masuk lebih awal memainkan bola maupun menantang lawan sehingga mencegah lawan mencetak gol, melakukan percobaan mencetak gol, atau menciptakan peluang.


Perubahan Momentum Bawa MU Bangkit

Matheus Cunha dari Manchester United mencetak gol kedua timnya pada pertandingan fase pembuka Liga Champions antara Manchester United dan AS Roma di Manchester, Inggris, Rabu (4-11-2026) dini hari WIB. (AP Photo/Jon Super)

Keputusan wasit untuk mengulang penalti terbukti menjadi momen penting dalam pertandingan. Jika Fernandes gagal mencetak gol pada kesempatan kedua, Roma berpeluang tetap mengendalikan permainan dan meraih kemenangan.

Tidak lama setelah Fernandes menyamakan kedudukan melalui penalti, Bryan Mbeumo hampir mencetak gol penyeimbang. Namun, upaya penyelesaiannya justru membentur kedua tiang gawang dan bola tidak masuk.

Tekanan MU terus meningkat. Cristante bahkan harus menyapu sundulan Harry Maguire dari garis gawang sebelum Cunha mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-83. Penyerang asal Brasil itu memanfaatkan kesalahan pemain Roma.

Sebelum pertandingan ini, Cunha hanya mencetak satu gol dalam 15 penampilan di Liga Champions. Namun, ia kemudian mencetak gol kemenangan dramatis hanya tiga menit setelah membawa MU menyamakan skor.

Cunha menjadi sosok penting dalam kebangkitan MU. Ia memenangkan penalti, membawa timnya kembali imbang, lalu mencetak gol yang membuat Setan Merah berbalik unggul.

Menariknya, Cunha mengakhiri pertandingan dengan kartu merah. Selebrasi berlebihan setelah mencetak gol ketiga MU, yakni melepas jersey dan melompat ke tribune bersama suporter, membuatnya menerima kartu kuning.

Ia kemudian mendapat kartu kuning kedua pada masa tambahan waktu setelah melakukan tekel yang terlambat.

 

Sumber: SI

Berita Terkait