Nicky Butt Habis Kesabaran, Sebut Lisandro Martinez Banyak Omong dan Minta MU Menjualnya

Nicky Butt habis kesabaran, desak MU singkirkan Lisandro Martinez.

Bola.com, Jakarta - Mantan gelandang Manchester United, Nicky Butt, melontarkan kritik tajam kepada Lisandro Martinez. Ia menyebut bek asal Argentina itu sebagai pemain yang hanya berpura-pura dan mendesak MU untuk menjualnya.

Kekesalan Butt memuncak setelah Martinez menerima kartu merah dalam kekalahan 0-2 Manchester United dari Chelsea, Sabtu. Bek berusia 28 tahun itu diusir dari lapangan setelah melakukan sikutan yang berujung penalti.

Insiden itu menambah catatan buruk Martinez pada Oktober. Sebelumnya, ia juga mengkritik manajemen MU, termasuk Direktur Sepak Bola, Jason Wilcox, karena dinilai tidak cukup aktif mendatangkan pemain pada bursa transfer.

Kendati telah didenda akibat komentarnya, Martinez tetap menjadi pilihan utama Michael Carrick. Namun, Butt menilai performa sang bek jauh dari memuaskan dan tidak sebanding dengan sikapnya terhadap klub.

"Dia itu cuma banyak omong. Julukannya The Butcher," ujar Butt dalam acara "Football Uncensored".

 

Cek klasemen terkini Premier League 2026/2027 di sini.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Kritik Sikap Martinez

Butt juga menyinggung perselisihan Martinez dengan Paul Scholes. Ia mengaku pernah melontarkan candaan bahwa Erling Haaland bisa mengangkat dan membawa Martinez.

Menurutnya, komentar itu tidak seharusnya ditanggapi secara serius.

"Dia menyerang teman saya (Scholes), dan mungkin itu salah saya. Saya mengatakan sesuatu dengan nada bercanda di sebuah podcast, bahwa (Erling) Haaland bisa mengangkat dan membawanya. Itu hanya candaan," kata Butt.

Butt kemudian mengecam Martinez yang menantang Scholes untuk menemuinya secara langsung. Ia mengingatkan bahwa Scholes merupakan pemain yang telah meraih 11 gelar Liga Inggris bersama MU.

"Dia menantang seorang pemain (Scholes) yang telah memenangi 11 gelar Liga Inggris bersama Manchester United dan bermain selama entah berapa tahun. Dia berkata, 'Datanglah dan temui saya, ketuk pintu rumah saya.' Anda tidak bisa mengatakan apa pun tentang para pemain ini karena mereka langsung tersinggung," ucap Butt.

Ia juga menyayangkan Martinez yang mengkritik manajemen klub ketika performanya sendiri belum maksimal.

"Dia punya keberanian untuk tampil dalam sebuah wawancara dan mencela orang-orang yang berwenang mendatangkan pemain, padahal dia sendiri tidak bermain dengan baik. Jika klub akan membeli pemain, dia seharusnya berhati-hati karena dialah pemain pertama yang akan digantikan. Dari segi performa, dia sangat kurang," ujar Butt.

 

Sengaja Melakukan Pelanggaran?

Butt mengakui dirinya bukan pemain terbaik saat masih aktif. Namun, ia menegaskan selalu berusaha memberikan segalanya di lapangan, termasuk ketika tampil buruk.

"Saya tidak pernah menjadi pemain terbaik. Saya tahu kemampuan saya dan sadar bahwa saya juga pernah menjalani banyak pertandingan buruk. Namun, satu hal yang selalu saya lakukan setiap kali bermain adalah mengerahkan seluruh tenaga. Saya bisa menatap mata rekan setim dan berkata, 'Saya sudah memberikan segalanya. Mungkin saya bermain buruk hari ini, tetapi saya bekerja keras'," tutur gelandang MU periode 1992-2004 tersebut.

Ia menilai Martinez tidak menunjukkan sikap serupa ketika menghadapi Chelsea. Butt bahkan menganggap sang bek sengaja melakukan pelanggaran karena tidak mampu mengatasi lawan dengan baik.

"Dia menyerah pada pertandingan beberapa hari lalu. Dia menyerah dengan melakukan sikutan itu karena itulah tindakan paling jelas yang bisa dilakukan seseorang. Alasannya, dia tidak cukup kuat untuk bertahan dengan benar," kata Butt.

 

Jangan Merendahkan Rekan Setim

Butt menyoroti komentar Martinez yang meragukan kualitas rekan-rekan setimnya. Menurutnya, sikap itu berpotensi menimbulkan ketegangan di ruang ganti.

"Dia mungkin berpikir, 'Saya akan mengambil jalan pintas, saya akan berbuat curang, saya akan menyikut wajah seseorang, lalu menerima kartu merah dan meninggalkan 10 pemain lainnya.' Padahal, dua pekan sebelumnya dia mengatakan para pemain itu tidak cukup bagus untuk bermain bersamanya," ujar Butt.

Butt menegaskan seorang pemain tidak seharusnya merendahkan rekan setim maupun manajemen, terlepas dari pencapaiannya.

"Kalaupun dia pemain terbaik Eropa, Anda tetap tidak boleh berbicara seperti itu tentang rekan setim atau orang-orang yang berwenang di klub. Apa pun yang Anda pikirkan secara pribadi, Anda tidak boleh mengatakannya di depan publik," tegasnya.

 

Kehilangan Simpati

Butt menilai Martinez kini telah kehilangan simpati suporter Setan Merah.

"Dia berubah dari seseorang yang dicintai para penggemar menjadi sosok yang dibenci dan ingin mereka keluarkan dari klub. Dia benar-benar menghancurkan dirinya sendiri," kata Butt.

Butt juga mengkritik sikap Martinez yang mengibarkan bendera Argentina saat Piala Dunia 2026. Bendera itu memuat klaim Argentina atas Kepulauan Falkland, yang juga diklaim Inggris.

"Dia tinggal di negara kami dan menari-nari dengan bendera Argentina di Piala Dunia. Apa yang sedang dia lakukan? Lalu, dia berharap orang-orang menepuk punggungnya ketika dia bermain buruk," ucap Butt.

Ia pun sepakat dengan Piers Morgan yang mengusulkan agar Martinez dicoret dari tim.

"Saya setuju dengan Anda, Piers. Saya akan langsung mengeluarkannya dari tim," tegas Butt.

 

Sumber: Mirror

Video Populer

Foto Populer