Gasperini Sebut Roma Bisa Belajar Lebih Banyak dari Kekalahan di Markas MU

Gasperini bongkar pelajaran berharga dari kekalahan Roma di markas MU.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 04 November 2026, 09:20 WIB
Gelandang Roma Argentina #18, Matias Soule (tengah), merayakan setelah mencetak gol pembuka selama Liga Champions UEFA, pertandingan League Phase antara Manchester United dan Roma di Old Trafford di Manchester, barat laut Inggris, pada 4 November 2026. (Oli SCARFF/AFP)

Bola.com, Jakarta - Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, menilai kekalahan 2-3 dari Manchester United di Liga Champions memberikan pelajaran lebih besar bagi timnya dibandingkan saat tumbang dari Real Madrid.

Roma sempat unggul dua gol di Old Trafford, Rabu (4-11-2026) dini hari WIB, tetapi gagal mempertahankan keunggulan.

Advertisement

Matias Soule dan penalti Donyell Malen membawa Roma memimpin 2-0 dalam 18 menit pertama. Mereka bahkan memiliki sejumlah peluang untuk menambah gol.

Namun, penalti Bruno Fernandes yang sempat ditepis Devis Vasquez sebelum diulang karena pelanggaran posisi pemain, mengubah jalannya pertandingan.

MU kemudian membalikkan keadaan melalui dua gol Matheus Cunha.

Gasperini menegaskan kekalahan dari MU berbeda dengan hasil saat Roma menghadapi Real Madrid. Ketika itu, Roma kehilangan keunggulan 3-1 dalam tujuh menit terakhir setelah kebobolan dari situasi sepak pojok.

"Pertandingan melawan Real Madrid berbeda. Semuanya terjadi dalam tujuh atau delapan menit terakhir melalui sepak pojok, tanpa ada tanda-tanda nyata bahwa mereka akan bangkit," kata Gasperini kepada Sky Sport Italia.


Penalti Jadi Titik Balik

Pemain Manchester United, Bruno Fernandes, mencetak gol melalui penalti—gol pertama bagi timnya—dalam pertandingan fase pembuka Liga Champions antara Manchester United dan AS Roma di Manchester, Inggris, Rabu (4-11-2026). (Foto AP/Jon Super)

Menurut Gasperini, penalti menjadi titik balik di Old Trafford karena memberikan dorongan besar bagi tuan rumah.

Roma tidak mampu mengimbangi perubahan momentum yang terjadi setelah Setan Merah memperkecil ketertinggalan.

"Kali ini, terutama setelah penalti, Manchester United mendapatkan lonjakan semangat yang tiba-tiba dan kami tidak mampu mengimbanginya," ujar Gasperini.

Roma kembali kehilangan keunggulan dalam pertandingan Liga Champions. Gasperini menilai hal itu bukan kebetulan, meski situasi saat melawan MU dan Real Madrid berbeda.

Ia menyebut timnya tidak lagi memiliki kekuatan untuk menekan para penyerang lawan seperti pada babak pertama.

"Menurut saya, ini bukan kebetulan, tetapi kedua pertandingan juga berbeda. Malam ini, kami tidak memiliki kekuatan untuk menekan penyerang mereka seperti yang kami lakukan pada babak pertama. Penalti dan kesalahan yang berujung gol penyama kedudukan benar-benar mengubah arah pertandingan," tuturnya, seusai laga.


Pengalaman Lebih Berguna

Pemain AS Roma Matias Soule melakukan percobaan mencetak gol dalam laga Liga Champions antara Manchester United vs AS Roma di Manchester, Inggris, Selasa, 3 November 2026. (AP Photo/Jon Super)

Gasperini juga menilai Roma harus lebih siap menghadapi periode ketika MU memberikan tekanan. Ia menyebut timnya perlu mengelola situasi dengan lebih baik, terutama ketika lawan meningkatkan intensitas permainan.

"Melawan Manchester United, akan selalu ada 15 sampai 20 menit ketika kami berada di bawah tekanan. Jika bisa melewatinya tanpa kebobolan, kami sebenarnya akan baik-baik saja," kata Gasperini.

Kendati kekalahan dari Real Madrid terasa sulit diprediksi, Gasperini menganggap pengalaman di Old Trafford lebih berguna bagi Roma.

Ia menilai timnya perlu menemukan cara untuk keluar dari tekanan, termasuk memanfaatkan bola panjang dan memperlambat tempo permainan.

"Sejujurnya, kami belajar lebih banyak dari pertandingan ini dibandingkan saat melawan Real Madrid. Kekalahan dari Madrid terasa sulit diprediksi. Namun, ketika Old Trafford menekan tim, kami harus mampu menangani situasi seperti ini dengan lebih baik pada masa depan," ucapnya.


MU Ubah Pendekatan

Para pemain Manchester United bereaksi setelah laga Liga Champions antara Manchester United vs AS Roma di Manchester, Inggris, Selasa, 3 November 2026. (AP Photo/Jon Super)

Gasperini menjelaskan MU mengubah pendekatan setelah jeda dan mulai melakukan tekanan tinggi. Roma, menurutnya, seharusnya bisa memanfaatkan bola panjang serta lebih aktif memutus ritme permainan lawan melalui duel dan tekel.

"Mereka melakukan perubahan saat jeda dan tidak lagi punya apa-apa untuk dipertaruhkan sehingga mereka menekan lebih tinggi. Mungkin kami seharusnya lebih banyak menggunakan bola panjang. Kami tidak mampu mempertahankan acuan permainan sehingga mereka unggul dalam pressing, membuat kami kesulitan bermain, dan juga dalam serangan. Kami seharusnya mencoba lebih banyak mengganggu ritme mereka," jelas Gasperini.

Ia juga mengakui Roma kesulitan menjaga ketenangan setelah momentum pertandingan berbalik. Situasi itu pernah terjadi saat menghadapi Real Madrid, ketika tim merasa kemenangan yang sudah di depan mata mulai menjauh.

"Benar, hal itu juga terjadi saat melawan Real Madrid. Mungkin ada sedikit kekecewaan ketika melihat kemenangan lepas dari genggaman. Tim ini perlu menghilangkan tekanan untuk selalu meraih hasil dengan segala cara. Pertandingan ini akan membantu kami belajar lebih banyak dibandingkan pertandingan lainnya," kata Gasperini.

 

Sumber: Football Italia

Berita Terkait