Bola.com, Jakarta - Marco Bezzecchi menegaskan belum akan mengakhiri perjuangannya dalam perebutan gelar juara MotoGP 2026.
Kendati jaraknya dengan Marc Marquez makin lebar setelah Grand Prix Malaysia, pembalap Aprilia itu masih bertekad mengejar peluangnya.
Bezzecchi sempat menjadi favorit juara pada awal musim setelah meraih tiga kemenangan beruntun dalam balapan utama.
Akan tetapi, dalam kurun waktu empat bulan, Marquez mampu membalikkan keadaan dan membangun keunggulan besar di klasemen.
Aprilia kembali kesulitan menandingi Marquez di Sirkuit Sepang, akhir pekan lalu. Pembalap Ducati itu berhasil meraih kemenangan grand prix ketujuhnya musim ini.
Selama Hitungan Matematis Beri Peluang
Kini, Bezzecchi tertinggal 67 poin dari Marquez yang telah mengoleksi sembilan gelar juara dunia. Sementara itu, rekan setim Bezzecchi yang masih dalam pemulihan cedera, Jorge Martin, berada 44 poin di belakangnya.
Marquez berpeluang memastikan gelar juara lebih awal, bahkan dengan dua seri tersisa. Syaratnya, ia harus unggul delapan poin atas Bezzecchi dan 30 poin atas Martin pada Grand Prix Qatar di Sirkuit Losail.
Meski peluangnya makin berat, Bezzecchi belum mau menyerah. Pembalap asal Italia itu menyatakan akan terus berjuang selama secara matematis masih memiliki kesempatan untuk menjadi juara.
"Bisa dibilang, situasinya sangat sulit. Secara realistis, memang berat. Namun, selama hitungan matematis masih berpihak kepada kami, saya akan terus percaya dan bekerja sekeras mungkin setiap hari, baik di rumah maupun saat balapan," ujar Bezzecchi, dikutip dari Motorsport.
Ia mengakui kondisi saat ini tidak mudah. Marquez sedang tampil bagus, sementara hasil di Malaysia bukanlah sesuatu yang dibutuhkan Bezzecchi dalam persaingan gelar.
Meski begitu, ia menegaskan timnya harus bekerja lebih keras dan mulai kembali berjuang di Qatar.
Kendala Bezzecchi
Perjuangan Bezzecchi dalam perebutan gelar mulai terganggu pada Juni.
Ia terjatuh setelah terlibat insiden dengan Martin di Grand Prix Hungaria, kemudian mendapat larangan tampil di Grand Prix Republik Ceska karena menabrak seorang marshal.
Namun, insiden yang paling berdampak terjadi di Sachsenring. Bezzecchi mengalami cedera tulang selangka dan lutut yang hingga kini masih memengaruhi performanya.
Sejak jeda musim panas berakhir, Bezzecchi baru meraih satu kemenangan grand prix. Meski begitu, ia cukup konsisten naik podium dalam sejumlah balapan.
Di Sepang, Bezzecchi finis ketiga pada sprint race. Namun, ia hanya menempati posisi keenam dalam balapan utama setelah melakukan kesalahan pada lap terakhir yang membuatnya kehilangan posisi dari Enea Bastianini, pembalap Tech3 KTM.
Kehilangan Kecepatan
Ketika ditanya apakah kini dirinya lebih konsisten, tetapi kehilangan kecepatan seperti pada awal musim, Bezzecchi menjelaskan cedera yang dialaminya masih membuatnya harus menipiskan ketertinggalan di setiap seri.
"Saya sebagian setuju. Ada saat-saat ketika kami mengalami lebih banyak kesulitan, tetapi ada juga ketika situasinya lebih baik," katanya.
Dalam kondisi yang lebih baik, Bezzecchi merasa mampu tampil cepat. Namun, ia mengakui masih kehilangan sedikit daya ledak, terutama pada awal akhir pekan yang membuatnya bisa langsung menemukan kecepatan.
Sejak mengalami cedera, Bezzecchi masih berusaha menemukan kembali kemampuan itu. Terkadang ia bisa mendapatkannya dengan lebih mudah, tetapi pada kesempatan lain terasa lebih sulit.
"Saya pikir hal seperti ini bisa terjadi ketika mengalami kecelakaan dan cedera. Saya terus bekerja keras. Jika saya pernah berhasil melakukannya sekali, saya bisa mencoba melakukannya lagi," tuturnya.
Sumber: Motorsport