Charles Leclerc Respons Insiden dengan Lewis Hamilton di GP Meksiko 2026: Saya juga Bisa Kesal!

Charles Leclerc menanggapi insiden panas dengan rekan setimnya, Lewis Hamilton pada GP Meksiko 2026.

BolaCom | Farrel Mido DestianoDiterbitkan 04 November 2026, 21:45 WIB
Pembalap Ferrari asal Inggris, Lewis Hamilton (kiri), diikuti oleh rekan setimnya, Charles Leclerc dari Monako, setelah dimulainya balapan Formula 1 Grand Prix Meksiko di Mexico City, Senin (2-11-2026) dini hari WIB. (Foto AP/Fernando Llano)

Bola.com, Jakarta - Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, menanggapi insiden panas dengan rekan setimnya, Lewis Hamilton, pada lap pembuka Formula 1 GP Meksiko 2026.

Benturan agresif antara dua pembalap Ferrari itu berujung pada penalti waktu untuk Leclerc.

Advertisement

Pembalap asal Monako itu mengakui hukuman itu pantas diterimanya, tetapi ia menegaskan duel keras semacam itu merupakan bagian dari balapan, Rabu (04/11/2026).

Pertarungan sesama pembalap Ferrari itu langsung terjadi sejak lap pertama. Leclerc dan Hamilton sama-sama memperebutkan posisi terdepan dan saling berebut ruang melewati tikungan-tikungan awal dengan sangat ketat.

Kedua mobil merah itu dipaksa bergerak sampai batas maksimal, hingga salah satunya keluar lintasan.

Drama bermula di kompleks tikungan 1, ketika Hamilton lebih dulu memaksa Leclerc melebar. Ketegangan memuncak beberapa saat kemudian di tikungan 4.


Drama di Tikungan 4 dan Penalti Leclerc

Pembalap Ferrari asal Inggris, Lewis Hamilton (kanan), dan rekan setimnya, pembalap Monako, Charles Leclerc, tiba di sirkuit pada hari pertama uji coba pramusim Formula Satu di Sirkuit Internasional Bahrain di Sakhir pada 26 Februari 2025. (Giuseppe CACACE/AFP)

Di Tikungan 4, keduanya melaju berdampingan hingga jauh ke zona pengereman. Akibatnya, baik Leclerc maupun Hamilton sama-sama gagal mengenai apex dan keluar dari racing line.

Alih-alih mengembalikan posisi kepada Hamilton, teman setimnya, Leclerc lebih memilih tetap tancap gas dan mempertahankan posisinya.

Situasi kacau itu justru dimanfaatkan pembalap Red Bull, Max Verstappen, untuk menyalip Hamilton.

Pembalap asal Inggris itu kehilangan posisi di tengah kebingungan antara dua mobil Ferrari. Leclerc sadar sanksi akan segera datang karena ia keluar lintasan dan memperoleh keuntungan.

Ia sempat bertanya kepada tim di pit wall tentang langkah yang harus diambil, tetapi akhirnya memutuskan bertahan di posisinya.

“Ya, penaltinya memang pantas dalam arti tertentu,” ujar Leclerc seusai balapan.

“Situasinya agak membingungkan karena kami berdua sama-sama tidak berhasil melewati Tikungan 4. Lalu saya tetap di depan, dan Max melewati Lewis,” tambahnya.


Alasan Strategis Mempertahankan Posisi

Pembalap Ferrari, Charles Leclerc, dari Monaco berada di garasinya saat latihan bebas ketiga jelang Grand Prix Formula Satu Italia, di Monza, Italia, Sabtu, 5 September 2026. (AP Photo/Antonio Calanni)

Leclerc mengungkapkan, keputusannya diambil dalam hitungan detik dengan mempertimbangkan strategi menghadapi Red Bull.

Menurutnya, memiliki satu mobil Red Bull di posisi kedua lebih baik daripada menyerahkan posisi.

Ia mengaku tidak tahu apakah maksud Hamilton adalah agar dirinya mengembalikan posisi untuk naik ke peringkat tiga. Namun, Leclerc merasa langkahnya layak diambil.

“Setidaknya dengan ada Red Bull di posisi kedua, saya merasa itu sepadan untuk mempertahankan posisi dan melihat apa yang terjadi. Itu yang saya lakukan,” katanya.

Penalti waktu bukan satu-satunya rintangan yang harus dihadapi pembalap Ferrari itu sepanjang balapan. Peluangnya naik podium juga terganggu oleh peristiwa lain di sisa lomba.


Bendera Merah dan Respon Leclerc Terhadap Hamilton

Charles Leclerc dari Monaco dan Scuderia Ferrari diwawancarai selama kualifikasi menjelang Grand Prix F1 Kanada di Sirkuit Gilles-Villeneuve pada 23 Mei 2026 di Montreal, Quebec. (Peter Fox/Getty Images melalui AFP)

Setelah bendera merah dikibarkan pada lap ke-45, proses restart menjadi pukulan berat bagi Leclerc.

Ia harus start dari sisi lintasan yang berdebu dan minim karet, sehingga kesulitan mendapatkan traksi.

Kondisi itu dimanfaatkanKimi Antonelli, untuk melakukan overtake bersih dan merebut posisi ketiga.

Sementara itu, Hamilton terdengar sangat marah lewat radio tim terkait insiden di Tikungan 4 dan menuntut penjelasan dari pit wall.

Saat ditanya soal rencana meredakan ketegangan dengan rekan setimnya, Leclerc sama sekali tidak menunjukkan penyesalan atas duel kerasnya.

Ia justru menyinggung agresivitas Hamilton di Tikungan 1. “Saya akan bicara dengan Lewis,” ucapnya sambil mengangkat bahu.

“Saya juga bisa kesal dengan seberapa jauh dia mendorong saya keluar lintasan di Tikungan 1, tetapi menurut saya itu balapan. Ketika bertarung untuk menang, memang seharusnya begitu.”

Sumber: Motorsport

 

Berita Terkait