Bola.com, Jakarta - Matheus Cunha tidak akan menerima hukuman tambahan dari UEFA, meski sempat kembali memasuki lapangan setelah diusir wasit dalam laga dramatis Manchester United kontra Roma di Liga Champions, Rabu dini hari WIB kemarin.
Hukuman larangan bermain satu pertandingan tetap berlaku bagi penyerang asal Brasil tersebut.
Cunha menjadi salah satu penentu kemenangan MU setelah mencetak gol pada menit ke-83 dan 86 di Stadion Old Trafford. Ia membantu Setan Merah membalikkan keadaan setelah tertinggal 0-2.
Namun, selebrasi gol kemenangan membuat Cunha mendapat kartu kuning. Ia kemudian menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran pada masa injury time.
Setelah diusir, Cunha menyaksikan sisa pertandingan dari atas papan iklan. Namun, ketika peluit akhir berbunyi, pemain berusia 27 tahun itu kembali masuk ke lapangan untuk merayakan kemenangan.
Cunha juga menyapa suporter di tribune Sir Bobby Charlton sebelum memeluk rekan-rekan setimnya.
Keputusan UEFA
Pelatih MU, Michael Carrick, sempat terlihat berbicara dengan Cunha dan memintanya meninggalkan lapangan.
Setelah beberapa saat memberikan tepuk tangan kepada pendukung di Stretford End, Cunha akhirnya diarahkan menuju lorong stadion.
Kendati Carrick sempat menunjukkan kekhawatiran atas tindakan tersebut, UEFA memastikan tidak akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Hukuman satu pertandingan akibat dua kartu kuning tetap berlaku sehingga Cunha dipastikan absen saat MU bertandang ke markas Sporting CP, akhir bulan ini.
Seorang juru bicara UEFA menegaskan laporan resmi pertandingan tidak mencantumkan insiden tersebut.
"Laporan resmi UEFA tidak menyebutkan apa pun mengenai insiden ini. Oleh karena itu, larangan bermain otomatis satu pertandingan setelah menerima dua kartu kuning tidak akan diperpanjang karena alasan tersebut. Kami tidak akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap masalah ini," ujar juru bicara UEFA, dikutip dari Express.
Carrick Kecewa dengan Kartu Merah Cunha
Carrick kecewa dengan kartu merah yang diterima Cunha. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi kontribusi besar sang pemain dalam pertandingan tersebut.
"Matheus bisa melakukan hal-hal seperti itu. Dia punya momen-momen tersebut," kata Carrick.
Carrick menjelaskan Cunha ditempatkan di posisi tengah setelah bertukar posisi dengan Bran pada babak kedua.
Perubahan tersebut dilakukan untuk memberikan bentuk permainan berbeda sekaligus menempatkan Cunha di area tengah lapangan.
Carrick menilai Cunha mampu menemukan posisi yang tepat. Ia juga menyebut reaksi emosional sang pemain menunjukkan besarnya kepedulian terhadap tim.
"Saya kecewa dengan bagaimana pertandingan berakhir. Namun, itu juga menunjukkan betapa besar kepeduliannya dan apa yang bersedia dia lakukan. Ketika berada dalam kondisi seperti itu, dengan suasana hati dan permainan seperti itu, itulah yang kami inginkan darinya," imbuh Carrick.
Selebrasi Impian
Cunha tidak secara langsung membahas insiden kartu merah dalam wawancara setelah pertandingan. Namun, ia masih terlihat bersemangat ketika berbincang dengan para pundit CBS Sports, Jamie Carragher dan Micah Richards.
Richards sempat menggoda Cunha mengenai selebrasinya dengan bertanya apakah sang pemain sedang rajin berolahraga di pusat kebugaran.
"Ya, saya melakukannya. Terima kasih, terima kasih. Istri saya ingin saya tetap bugar," jawab Cunha sambil bercanda.
Mengenai selebrasi golnya, Cunha juga mengungkapkan kepada Amazon Prime Sport bahwa momen tersebut merupakan sesuatu yang telah lama ia impikan.
"Saya rasa ini terlalu Brasil, bukan? Sejujurnya, saya selalu memimpikan selebrasi seperti ini," kata Cunha.
Ia mengaku sempat kebingungan ketika melihat suporter karena gol kemenangan tersebut tercipta di depan tribune pendukung Roma.
Cunha tidak yakin apakah orang-orang yang berada di sana merupakan suporter lawan atau pendukung MU.
"Namun, saya senang karena mereka merayakan bersama saya. Itu merupakan momen yang sangat indah," ucap pemain berusia 27 tahun itu.
Sumber: Express