BRI Super League: Marcelo Djalo Sedih Absen, Persik Harus Cari Cara Redam Ketajaman Bali United

Marcelo Djalo sedih tak bisa tampil saat Persik butuh kekuatan melawan Bali United pada laga pekan kesembilan BRI Super League 2026/2027.

BolaCom | Gatot SumitroDiterbitkan 05 November 2026, 18:45 WIB
Marcelo Djalo absen saat Persik Kediri menghadapi Bali United. (Bola.com/Gatot Sumitro)

Bola.com, Kediri - Benteng pertahanan Persik Kediri terancam keropos saat menantang Bali United pada pekan kesembilan BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Minggu (8-11-2026).

Persik kehilangan dua bek sekaligus. Kapten tim, Kiko Carneiro, dan Marcelo Djalo absen karena mendapat akumulasi empat kartu kuning.

Advertisement

Hanya, untuk posisi bek tengah yang ditinggalkan Marcelo Djalo masih ada Daffa Salman.

Eks pemain PSM Makassar itu beberapa kali masuk dari bangku cadangan dan tampak solid ketika berkolaborasi dengan Marcelo Djalo atau Park Jun-heong.


Kekuatan Bali United

Bali United melumat Garudayaksa FC dengan skor telak 5-0 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (21/10/2026). (Doc Bali United)

Sektor kanan milik Kiko Carneiro yang agak rawan. Pasalnya, Persik tidak memiliki pelapis sepadan dengan pemain asal Portugal itu.

Nah, solusinya kemungkinan pelatih Marcos Reina menempatkan Rendy Sanjaya atau Yoga Adiatama beroperasi di area itu.

Tambahan pula, pekan lalu Persik digilas Persita Tangerang 1-5 di Kediri. Jika mental Bayu Otto dkk. belum pulih seutuhnya, Bali United bisa pesta di kandang. Apalagi, lini depan Serdadu Tridatu sangat ganas.

Hingga pekan kedelapan, pasukan Johnny Jansen tercatat sebagai tim tersubur di BRI Super League dengan agregat 23-9. Artinya, lini serang Bali United sangat produktif dan pertahanan sulit ditembus.


Kata-Kata Sedih Marcelo Djalo

Marcelo Djalo, rekrutan terbaru Persik untuk memperkuat barisan belakang. (Bola.com/Gatot Sumitro)

Meski ada pengganti yang siap tampil, Marcelo Djalo tetap sedih lantaran tak bisa bermain saat Persik butuh kontribusinya untuk menahan gempuran Bali United.

"Ya, sedih. Sangat sedih tak bisa main melawan Bali United. Saya selalu punya tekad selalu main untuk tim. Tapi, di saat momen krusial, saya terkena akumulasi kartu kuning. Saya selalu ingin merasakan suka dan duka dengan teman-teman," ujar pemain asal Guinea-Bissau itu.


Persaingan Terkini

Berita Terkait