Bola.com, Jakarta - Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, melontarkan kritik keras kepada rekan-rekannya setelah The Reds menelan kekalahan 2-3 dari Fenerbahce di Liga Champions, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB.
Virgil van Dijk menilai cara Liverpool kehilangan keunggulan dan akhirnya menyerah di tangan wakil Turki tersebut tidak bisa diterima.
Ia menegaskan timnya harus segera melakukan pembenahan, terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati.
Kekalahan ini semakin menambah tekanan terhadap Liverpool. Pasalnya, mereka juga harus mempersiapkan diri menghadapi Crystal Palace pada Minggu mendatang.
Van Dijk menyebut pertandingan tersebut sangat penting bagi perjalanan The Reds sebelum jeda internasional.
Van Dijk Kecewa Berat dengan Cara Liverpool Kalah
Liverpool sebenarnya memulai pertandingan melawan Fenerbahce dengan cukup baik. Trey Nyoni membawa The Reds unggul melalui sebuah tendangan voli.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan hingga turun minum. Tendangan bebas Mason Greenwood mengalami defleksi setelah mengenai Jeremy Jacquet sehingga mengecoh Alisson Becker.
Liverpool sempat kembali memimpin setelah Alexander Isak yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol melalui sundulan di Chobani Stadium.
Sayangnya, keunggulan itu kembali sirna. Archie Brown dan Vedat Muriqi mencetak dua gol dalam rentang enam menit untuk memastikan kemenangan 3-2 bagi Fenerbahce.
Van Dijk mengaku sangat kecewa dengan cara timnya kehilangan pertandingan tersebut. Menurutnya, Liverpool tidak boleh menerima kekalahan dengan cara seperti itu.
"Tidak ada yang ingin kalah dalam pertandingan, terlebih dengan cara seperti yang kami alami hari ini. Namun, sebagai sebuah grup, kami harus melewati masa-masa baik maupun buruk," ujar Van Dijk.
"Hal itu justru akan membentuk ikatan yang lebih kuat dan memberikan manfaat bagi kami ke depannya," lanjutnya.
Kapten Liverpool Minta Rekan Setim Ikut Merasa Kecewa
Virgil van Dijk mengakui dirinya merasakan kemarahan setelah Liverpool kembali kehilangan poin.
Namun, ia tidak perlu meluapkan emosinya secara berlebihan karena melihat seluruh pemain sudah menunjukkan kekecewaan.
Bek asal Belanda tersebut menilai setiap pemain harus menyadari bahwa performa seperti saat menghadapi Fenerbahce tidak boleh terulang.
"Ya, saya marah. Namun, saya tidak menunjukkannya karena semua orang terlihat kecewa dan mereka memang punya alasan untuk merasa demikian. Mereka seharusnya kecewa," tegasnya.
"Kami tidak bisa menerima kekalahan dengan cara seperti ini. Namun, kenyataannya kami mengalaminya dan Fenerbahce juga pantas mendapatkan pujian."
Liverpool memang memiliki pekerjaan besar untuk memperbaiki performa pertahanan. Dalam empat pertandingan Liga Champions, mereka sudah kebobolan 10 gol.
Van Dijk pun secara terbuka mengakui situasi tersebut tidak bisa dipertahankan apabila Liverpool ingin bersaing di level tertinggi.
"Jelas, ini bukan sesuatu yang bisa dipertahankan. Itulah mengapa malam ini mengecewakan karena banyak alasan, terutama gol-gol kami kebobolan dan bagaimana cara gol-gol itu tercipta. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," lanjutnya.
Kebobolan dari 3 Situasi Bola Mati Jadi Sorotan
Salah satu persoalan yang paling disoroti Virgil van Dijk adalah lemahnya antisipasi Liverpool terhadap situasi bola mati.
Kapten The Reds itu menyebut timnya kebobolan melalui tiga situasi bola mati. Padahal, Liverpool sebelumnya dikenal cukup solid dalam mengantisipasi ancaman melalui skema itu sepanjang musim ini.
Menurut Van Dijk, para pemain kehilangan konsentrasi dan tidak cukup siap menghadapi bola pertama maupun bola kedua.
"Ini sangat sulit diterima. Tiga gol dari situasi bola mati juga. Sejauh musim ini kami sangat bagus dalam mengantisipasi situasi seperti itu, tetapi hari ini kami kehilangan fokus dan tidak siap menghadapi bola pertama maupun kedua," ungkapnya.
Ia juga menegaskanLiverpool harus segera memperbaiki kelemahan itu. Apalagi, persoalan pertahanan kini mulai jadi perhatian serius setelah timnya beberapa kali kehilangan keunggulan dalam pertandingan.
Virgil van Dijk turut menyampaikan permintaan maaf kepada para suporter yang telah memberikan dukungan langsung di Turki.
"Ini merupakan kekalahan yang sulit diterima. Besok kami harus mulai fokus pada pertandingan Minggu. Bagi para suporter kami, ini benar-benar memalukan. Saya merasa kasihan kepada mereka," tuturnya.
Crystal Palace Jadi Laga Krusial bagi Liverpool
Setelah kekalahan dari Fenerbahce, perhatian Liverpool langsung tertuju pada pertandingan melawan Crystal Palace pada Minggu mendatang.
Van Dijk menyebut laga tersebut sangat penting. The Reds membutuhkan respons positif agar tidak kembali menelan kekalahan ketiga secara beruntun sebelum memasuki jeda internasional.
Namun, ia menyadari lawatan ke markas Crystal Palace bukan perkara mudah. Menurutnya, pertandingan di sana selalu menghadirkan tantangan tersendiri.
"Pertandingan melawan Palace? Itu sangat penting. Dengarkan, pertandingan itu benar-benar sangat penting. Ketika kami kembali ke Liverpool dan mempersiapkan diri serta memulihkan kondisi fisik maupun mental, kami akan menatap pertandingan tersebut," kata Van Dijk.
"Selalu sulit bermain di markas Palace dan saya tidak mengharapkan sesuatu yang berbeda kali ini. Selalu ada banyak pembicaraan dan orang-orang terus memberikan pendapat mengenai kami," lanjutnya
Meski demikian, Van Dijk menegaskan bahwa fokus Liverpool harus tetap pada pembenahan internal, bukan berbagai kritik dari luar.
"Fokus kami hanya pada peningkatan performa. Kami selama ini sangat bagus dalam mengantisipasi bola mati, tetapi hari ini tidak demikian. Itu sesuatu yang harus kami perbaiki," pungkasnya.
Liverpool kini dituntut segera bangkit. Bagi Van Dijk, pertandingan melawan Crystal Palace bukan sekadar kesempatan mengakhiri tren negatif, tetapi juga momentum untuk membuktikan bahwa The Reds mampu belajar dari kekalahan menyakitkan di Turki.
Sumber: Liverpool Echo