Cristiano Ronaldo Pensiun dari Timnas, Begini Reaksi Tokoh dan Media Portugal

Reaksi media Portugal terhadap pensiunnya Ronaldo dari Timnas

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 06 November 2026, 10:15 WIB
Cristiano Ronaldo rayakan gol di laga Piala Dunia 2026 Portugal vs Uzbekistan. (AFP/Charlotte Wilson)

Bola.com, Jakarta - Cristiano Ronaldo resmi mengakhiri karier internasional bersama Timnas Portugal pada usia 41 tahun.

Megabintang tersebut menutup kiprahnya dengan torehan 146 gol dari 234 penampilan, termasuk keberhasilan membawa Portugal menjuarai Euro 2016.

Advertisement

Dalam pesan perpisahannya, Ronaldo menyampaikan kini saatnya menyerahkan jersey nomor 7 kepada generasi berikutnya.

Kendati meninggalkan Portugal sebagai satu di antara pemain terbesar dalam sejarah sepak bola, keputusan pensiun Ronaldo datang setelah sejumlah kontroversi.

Penampilan terakhirnya bersama tim nasional menjadi sorotan, termasuk kabar perselisihannya dengan pelatih Jorge Jesus terkait waktu bermain.

Situasi tersebut turut memunculkan beragam tanggapan dari media dan tokoh sepak bola Portugal.


Perbandingan Sepak Terjang

Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Timnas Argentina dan Timnas Portugal. (Foto by Gemini AI)

Media Portugal, O Jogo, membandingkan akhir karier internasional Ronaldo dengan Lionel Messi.

Keduanya mendominasi sepak bola dunia selama sekitar dua dekade, tetapi mengakhiri kiprah bersama tim nasional dalam suasana berbeda.

"Ketika pemain Argentina itu mendapat perpisahan dalam suasana meriah dan penuh perayaan, pemain Portugal mengakhiri hubungannya dengan tim nasional tanpa para penggemar, menyangka bahwa mereka tidak akan pernah melihatnya lagi mengenakan jersey negara," tulis O Jogo.


Cara Akhiri Kiprah Jadi Sorotan

Pemain Portugal Cristiano Ronaldo memberi tepuk tangan kepada para penggemar usai melawan Republik Ceko pada pertandingan sepak bola UEFA Nations League di Stadion Jose Alvalade, Lisbon, Portugal, 9 Juni 2022. Portugal menang 2-0. (AP Photo/Armando Franca)

Mantan wasit sekaligus mantan direktur teknis perwasitan Federasi Sepak Bola Portugal (FPF), Duarte Gomes, juga menyayangkan cara Ronaldo mengakhiri kiprahnya.

Ia menilai kontribusi sang megabintang seharusnya mendapat penutup yang berbeda.

"Cristiano Ronaldo akan selalu menjadi sosok unik dalam sejarah sepak bola Portugal dan dunia. Warisan, karier, serta segala hal yang telah ia berikan kepada negara ini layak mendapatkan akhir yang berbeda. Hampir tidak ada yang bisa membayangkan hubungan luar biasa seperti itu berakhir dengan cara ini. Bahkan dirinya sendiri mungkin tidak pernah membayangkannya," tulis Gomes.

Gomes menegaskan yang paling disesalkan bukanlah keputusan pensiun Ronaldo, melainkan proses yang mengantarkan pada perpisahan tersebut.

"Yang paling menyedihkan bagi saya bukanlah keputusannya, yang dalam jangka pendek memang tidak terhindarkan, melainkan kepastian bahwa semuanya seharusnya tidak berakhir seperti ini. Hasil ini merupakan puncak dari serangkaian kejadian yang tidak dipikirkan matang-matang, sebenarnya bisa dihindari, dan dikelola dengan buruk. Terlihat jelas ketidakmampuan semua pihak, saya ulangi, semua pihak, untuk menemukan solusi berbeda. Terlepas dari alasan yang mendasari tindakan masing-masing pihak, yang kini tidak lagi relevan, satu kesimpulan tampak jelas bagi saya: dalam proses ini, ada sosok dewasa yang tidak hadir di ruangan. Sungguh memalukan," ungkap Gomes.


Rencana FPF

Pemain Portugal, Cristiano Ronaldo, mengangkat trofi saat menjuarai UEFA Nations League 2025 setelah menaklukkan Timnas Spanyol lewat drama adu penalti di Allianz Stadium, Senin (09/06/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Martin Meissner)

Di tengah situasi tersebut, Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) berencana menggelar pertandingan khusus untuk memberikan penghormatan kepada Ronaldo.

Federasi menegaskan tidak ingin perpisahan sang pemain berlangsung tanpa apresiasi yang layak.

Di sisi lain, sejumlah media Portugal tetap memberikan penghormatan atas perjalanan panjang Ronaldo bersama tim nasional.

A Bola menyebut perpisahan Ronaldo sebagai akhir dari era paling gemilang dalam sejarah sepak bola Portugal. Selama 23 tahun, sang kapten mencatatkan gol, gelar, dan rekor yang mengubah posisi Portugal di panggung sepak bola dunia.

"Dari debut penuh harapan di Chaves pada 2003 hingga pensiun mendadak di Kopenhagen, sang kapten abadi mengucapkan selamat tinggal dengan status legenda," tulis A Bola.


Komentar Scolari

2. Luiz Felipe Scolari. Manajer asal Brasil ini mulai membesut Chelsea pada 1 Juli 2018. Setelah 223 hari ia dipecat karena tidak memenuhi ekspektasi petinggi klub di Premier League. (AFP/Glyn Kirk)

Mantan pelatih Portugal, Luiz Felipe Scolari, yang memberikan debut internasional kepada Ronaldo pada 2003, juga menilai keputusan tersebut sudah tepat.

"Ronaldo, kamu sudah melakukan hal yang tepat. Kamu bisa tenang, kamu telah membuat keputusan yang benar," ujar Scolari kepada A Bola.

Ia menambahkan Ronaldo akan selalu dikenang atas kontribusinya untuk Portugal.

"Kamu adalah salah satu atlet yang tidak akan pernah dilupakan Portugal. Saya, sebagai temanmu dan seseorang yang mengagumimu, juga tidak akan pernah melupakanmu atas segala hal yang telah kamu lakukan bersama saya dan rekan-rekan setimmu," lanjutnya.


Jadi Isnpirasi

Dua pemain tim nasional Portugal Luis Nani (kiri) dan Cristiano Ronaldo (kanan). (AFP/Martin Bureau)

Penghormatan serupa datang dari Nani, mantan rekan Ronaldo di Timnas Portugal dan Manchester United.

Ia menyebut Ronaldo telah menginspirasi para pemain Portugal untuk percaya mereka mampu menjadi yang terbaik di dunia.

"Kamu menginspirasi kami semua dan membuat kami percaya bahwa, sebagai orang Portugal, kami bisa menjadi yang terbaik di dunia. Kamu membuat kami bangga terhadap diri sendiri, sebagai sebuah bangsa dan sebagai sebuah tim," tulis Nani melalui O Jogo.

Nani juga menyebut Ronaldo sebagai pemain terbaik sepanjang masa dan mengapresiasi pengaruhnya terhadap rekan-rekan setim.

"Bagiku, kamu adalah yang terbaik sepanjang masa, bukan hanya karena pemain seperti apa dirimu dan segala yang telah kamu berikan kepada tim nasional, tetapi juga karena arti dirimu bagi kami semua. Bahkan ketika kami sering berbeda pendapat, kami selalu berkembang, menjadi lebih baik, dan belajar. Untuk itu, kami juga berutang kepadamu. Atas semua itu, saya hanya bisa mengatakan: terima kasih banyak, Kapten! Apa yang telah kamu lakukan untuk Portugal dan kami semua tidak akan pernah dilupakan," ucapnya.

 

Sumber: Give Me Sport

Berita Terkait