Bola.com, Jakarta - Keputusan Lionel Messi mengakhiri kiprahnya bersama Timnas Argentina masih sulit diterima oleh rekan-rekan setimnya
Bagi para pemain yang pernah berbagi lapangan dengannya, membayangkan La Albiceleste tanpa kehadiran sang kapten bukan perkara mudah.
Perasaan tersebut juga dirasakan Alexis Mac Allister. Gelandang Liverpool itu mengaku belum sepenuhnya menyadari bahwa Messi tidak akan lagi memperkuat Timnas Argentina.
Ia mengibaratkan situasi ini seperti momen ketika Argentina menjuarai Piala Dunia, yang membutuhkan waktu untuk benar-benar dipahami.
"Sama seperti ketika kami memenangi Piala Dunia, masih ada beberapa hal besar yang sulit kami pahami sepenuhnya. Saya rasa kami masih belum benar-benar menyadari bahwa Leo tidak akan bersama kami lagi," ujar Mac Allister dalam wawancara dengan Los Edul.
Mac Allister juga menyampaikan harapannya terkait kemungkinan Messi kembali mengenakan seragam Argentina.
Harapan Haru Mac Allister
Kendati memahami keputusan yang diambil sang megabintang beserta segala hal yang melatarbelakanginya, ia merasa masih ada peluang bagi Messi untuk kembali suatu saat nanti.
"Tentu saja, saya memahami semua yang terjadi, keputusan yang diambilnya, dan segala hal di sekitarnya. Namun, entahlah, saya masih merasa ada sedikit pintu yang terbuka baginya untuk kembali pada suatu saat nanti," lanjut Mac Allister, dikutip dari World Soccer Talk.
Gelandang berusia 27 tahun itu menegaskan dirinya menghormati pilihan Messi. Ia juga mengaku terkesan melihat kondisi fisik Messi yang masih sangat baik dan kemampuannya untuk terus tampil di level tertinggi.
Messi mengucapkan perpisahan kepada Timnas Argentina pada 6 Oktober dalam pertandingan persahabatan melawan Benin di Monumental.
Lionel Scaloni kemudian mengumumkan skuad pertamanya tanpa kehadiran Messi, sementara sang pemain masih memimpin Inter Miami di MLS.
Rekor Messi yang Sulit Ditandingi
Perjalanan Lionel Messi bersama Timnas Argentina berakhir setelah 21 tahun dengan sederet pencapaian yang sulit disamai pemain lain dalam sejarah Tim Tango.
Messi menutup kiprahnya dengan 208 penampilan, 126 gol, dan 69 assist.
Catatan itu menjadikannya pemain dengan jumlah penampilan terbanyak, pencetak gol terbanyak, sekaligus pemain dengan assist terbanyak sepanjang sejarah Timnas Argentina.
Jumlah gol Messi bahkan lebih dari dua kali lipat koleksi Gabriel Batistuta yang mencatatkan 56 gol. Messi melewati rekor Batistuta sebagai pencetak gol terbanyak Argentina ketika tampil di Copa America Centenario 2016.
Di level internasional, hanya Cristiano Ronaldo yang mampu mencetak lebih banyak gol dibandingkan Messi. Kapten Portugal yang juga baru mengumumkan pensiun dari timnas tersebut, telah mengoleksi 146 gol untuk negaranya.
Catatan Messi di Piala Dunia juga tidak kalah mengesankan. Dalam enam edisi yang diikutinya, Messi memegang rekor penampilan terbanyak dengan 34 pertandingan, kemenangan terbanyak dengan 23 kali, serta assist terbanyak dengan 12.
Sementara itu, koleksi 21 golnya menempatkan Messi di urutan kedua daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Ia berada di bawah Kylian Mbappe yang telah mencetak 22 gol.
Tak Hanya Angka dan Gelar
Di kawasan Amerika Selatan, Messi mencatatkan rekor gol terbanyak dalam sejarah kualifikasi Piala Dunia dengan 36 gol.
Selain itu, ia menjadi pemain dengan penampilan terbanyak di Copa America, yakni 39 pertandingan dalam tujuh edisi turnamen.
Setelah gagal meraih gelar pada final 2007, 2015, dan 2016, Messi akhirnya berhasil membawa Argentina menjuarai turnamen senior pertamanya pada 2021.
Ia kemudian menambah koleksi trofi dengan meraih Finalissima 2022, Piala Dunia 2022 di Qatar, serta Copa America 2024.
Jika turut menghitung gelar Piala Dunia U-20 2005 dan medali emas Olimpiade 2008, Messi telah mengoleksi enam trofi bersama Argentina. Warisan yang ditinggalkannya pun tidak hanya tecermin melalui angka dan gelar.
Setelah 21 tahun mengenakan ban kapten sekaligus memikul ekspektasi seluruh negeri, Messi meninggalkan perjalanan yang mengubah pandangan dunia terhadap sepak bola Argentina.
Deretan rekornya juga menjadi pencapaian besar yang akan membutuhkan waktu panjang bagi generasi berikutnya untuk menyamai.
Sumber: World Soccer Talk