Gianni Infantino Jadi Boneka Raksasa di Inggris: Siap Dibakar dalam Perayaan Bonfire Night

Sosok Infantino dibuat menjadi boneka raksasa setinggi 36 kaki atau sekitar 11 meter yang kemudian dibakar dalam tradisi tahunan pada 5 November 2026.

BolaCom | Benediktus Gerendo PradigdoDiterbitkan 07 November 2026, 05:15 WIB
Para peserta perayaan membawa obor sambil mengarak sejumlah boneka, termasuk boneka Presiden FIFA Gianni Infantino, menyusuri jalanan Lewes, East Sussex, Inggris bagian selatan, pada 5 November 2026, dalam perayaan tradisional Bonfire Night. Ribuan orang menghadiri parade tahunan yang melintasi jalan-jalan sempit hingga malam hari, sebelum ditutup dengan pembakaran sebuah boneka atau "Guy", yang biasanya menggambarkan Guy Fawkes, tokoh yang tewas pada 1605 setelah gagal dalam upaya meledakkan Gedung Parlemen Inggris. (CARLOS JASSO / AFP)

Bola.com, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjadi sasaran sindiran dalam perayaan Bonfire Night di Desa Edenbridge, Kent, Inggris.

Sosok Infantino dibuat menjadi boneka raksasa setinggi 36 kaki atau sekitar 11 meter yang kemudian dibakar dalam tradisi tahunan pada 5 November 2026.

Advertisement

Pemilihan Infantino sebagai figur yang layak dibakar bukan tanpa alasan.

Presiden FIFA itu dinilai menjadi salah satu tokoh kontroversial setelah Piala Dunia 2026 dan serangkaian polemik yang mewarnai aktivitas FIFA sepanjang tahun ini.

Boneka tersebut bahkan dibuat dengan sejumlah atribut satir, termasuk uang kertas yang keluar dari kedua telinganya dan trofi emas bergambar Donald Trump bertuliskan "Piece of Shirt prize".

 

Gianni Infantino Jadi Sasaran Sindiran Bonfire Night

Momen itu juga disaksikan Presiden FIFA Gianni Infantino yang turut hadir di pertandingan Iran vs Kosta Rika. (AP Photo/Riza Ozel)

Edenbridge dikenal memiliki tradisi unik dalam perayaan Bonfire Night.

Setiap tahun, masyarakat desa tersebut memilih figur terkenal yang dianggap pantas dijadikan boneka raksasa untuk dibakar pada perayaan 5 November.

Pada 2026, pilihan mereka jatuh kepada Gianni Infantino. Presiden FIFA itu dibuat dalam bentuk boneka setinggi 36 kaki atau sekitar 11 meter.

Atribut yang dikenakan boneka tersebut juga sarat sindiran. Uang kertas yang keluar dari telinganya menjadi gambaran kritik terhadap sosok Infantino, sementara trofi emas bergambar Donald Trump menjadi elemen satir lainnya.

Trump sendiri pernah menjadi figur boneka dalam perayaan serupa di Edenbridge pada 2016.

Sebelumnya, sejumlah tokoh terkenal juga pernah menjadi sasaran tradisi tersebut. Pada 2025, boneka yang dibakar menggambarkan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Sementara pada 2024, giliran kakak beradik Noel dan Liam Gallagher, yang dikenal sebagai pendukung Manchester City, menjadi pilihan masyarakat.


FIFA dan Infantino Dinilai Punya Banyak Kontroversi

Ketua Edenbridge Bonfire Society, Bill Cummings, menjelaskan alasan masyarakat memilih Infantino sebagai figur tahun ini.

Menurutnya, kontroversi yang melekat pada presiden FIFA tersebut tidak hanya diketahui oleh orang-orang yang mengikuti perkembangan sepak bola.

"Apa yang membuat Tuan Infantino terkenal bukan hanya terbatas di dunia sepak bola," ujar Cummings.

"Bahkan mereka yang tidak mengikuti olahraga ini pun mengetahui beberapa aktivitas tidak terpuji yang pernah melibatkannya," lanjutnya.

Pemilihan Infantino menjadi bentuk sindiran masyarakat terhadap berbagai polemik yang dikaitkan dengan kepemimpinannya di FIFA.

Tradisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kritik terhadap tokoh sepak bola dunia bisa datang dari luar komunitas olahraga, terutama ketika kontroversi yang muncul telah menarik perhatian publik secara luas.


Tradisi Bonfire Night Berakar dari Upaya Ledakkan Parlemen Inggris

Bonfire Night merupakan tradisi tahunan di Inggris yang diperingati setiap 5 November 2026.

Perayaan ini berkaitan dengan kegagalan Guy Fawkes dan kelompoknya dalam merencanakan peledakan Gedung Parlemen Inggris pada 1605.

Rencana tersebut dikenal sebagai Gunpowder Plot. Guy Fawkes dan rekan-rekannya berusaha meledakkan parlemen ketika Raja James I dan anggota parlemen berada di dalam gedung.

Namun, rencana itu berhasil digagalkan sebelum terlaksana. Guy Fawkes kemudian ditangkap ketika menjaga sejumlah tong mesiu yang disiapkan untuk menghancurkan gedung parlemen.

Sejak saat itu, masyarakat Inggris memperingati kegagalan konspirasi tersebut melalui pesta kembang api dan pembakaran api unggun.

Secara tradisional, boneka yang disebut Guy ditempatkan di atas tumpukan kayu sebelum dibakar.

Edenbridge kemudian mengembangkan tradisi tersebut dengan membuat boneka tokoh-tokoh terkenal yang dipilih masyarakat setiap tahunnya.


UEFA Ikut Terseret dalam Sindiran terhadap FIFA

Pemilihan Infantino juga menjadi bahan sindiran terhadap kondisi sepak bola internasional.

Tradisi Bonfire Night bahkan memiliki sajak populer yang biasanya menyebut nama Guy Fawkes dan parlemen Inggris.

Dalam konteks sepak bola, nama-nama tersebut bisa diganti dengan Infantino dan FIFA untuk menggambarkan kritik terhadap kepemimpinan organisasi sepak bola dunia tersebut.

Sindiran itu juga menyebut UEFA, yang digambarkan masih dalam proses menyalakan api unggun mereka sendiri.

Dengan demikian, boneka raksasa Infantino bukan sekadar bagian dari hiburan tahunan masyarakat Edenbridge.

Tradisi itu menjadi simbol kritik publik terhadap figur yang memimpin organisasi paling berpengaruh dalam sepak bola dunia.

Sumber: Inside World Football

Berita Terkait