Uni Sepak Bola Karibia Dukung Gianni Infantino untuk Kembali Memimpin FIFA

Uni Sepak Bola Karibia mengumumkan mereka akan mendukung Gianni Infantino untuk masa jabatan berikutnya sebagai presiden FIFA.

BolaCom | Aning JatiDiterbitkan 07 November 2026, 14:15 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara selama resepsi FIFA di Trump Tower di New York pada 17 Juli 2026. (Mandel NGAN/AFP)

Bola.com, Jakarta - Dukungan terhadap Gianni Infantino untuk kembali menjabat sebagai Presiden FIFA bertambah.

Uni Sepak Bola Karibia (CFU) secara resmi menyatakan dukungannya kepada Infantino menjelang pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.

Advertisement

Pengumuman tersebut disampaikan CFU pada Jumat. Infantino sebelumnya telah dua kali mengunjungi kawasan Karibia, termasuk pada pekan ini, untuk menggalang dukungan dari negara-negara anggota.

Langkah itu dilakukan di tengah kontroversi yang masih membayangi rencana investasi Piala Dunia yang akhirnya dibatalkan.

Dalam pernyataan resminya, CFU menegaskan keputusan mendukung Infantino merupakan hasil konsultasi bersama seluruh asosiasi anggotanya.

"CFU menegaskan posisi kolektif ini ditentukan melalui konsultasi dengan asosiasi-asosiasi anggotanya," demikian pernyataan organisasi tersebut.

"Dalam semangat yang sama, CFU terus menyerukan peningkatan transparansi, tata kelola yang baik, serta reformasi yang bermakna dalam keluarga sepak bola."


Dukungan dari Blok Besar Pemilih

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyaksikan leg kedua final Piala AFF 2026 di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (26/8/2026). (VFF)

CFU memiliki 31 negara anggota. Dari jumlah tersebut, 25 di antaranya memiliki hak suara dalam pemilihan.

Dukungan CFU menjadi pernyataan resmi kedua dari blok pemilih besar yang mendukung Infantino.

Bulan lalu, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), yang mewakili 47 asosiasi anggota, juga menyatakan dukungan agar Infantino kembali memimpin FIFA.

Batas akhir pendaftaran kandidat ditetapkan pada 18 November. Persaingan mulai terbuka setelah anggota Dewan FIFA, Kohzo Tashima, mengumumkan niatnya untuk maju sebagai calon presiden pada Kamis.

Tashima telah menjadi kolega Infantino selama hampir 11 tahun.

Peluang Infantino untuk terpilih kembali turut menguat setelah FIFA berencana meningkatkan bantuan keuangan bagi asosiasi anggotanya, dari 10 juta dolar AS menjadi 25 juta dolar AS.

Nilai tersebut menjadi angka yang signifikan bagi negara-negara Karibia dengan sumber daya terbatas.


Kontribusi Pengembangan di Kawasan Karibia

Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di KTT Semafor World Economy 2026 pada 15 April 2026 di Washington, DC. KTT ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan CEO teknologi untuk membahas ekonomi, kecerdasan buatan, dan tren bisnis. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Selain bantuan langsung, FIFA memperoleh dukungan melalui investasi dalam program pengembangan sepak bola, termasuk FIFA Forward.

Kamis lalu, Infantino mengumumkan investasi senilai 5,3 juta dolar AS untuk membangun tujuh lapangan sintetis di sejumlah klub di Aruba.

CFU menyebut program-program tersebut memberikan kontribusi bagi pengembangan sepak bola di kawasan Karibia.

"Bagi asosiasi anggota CFU, banyak di antaranya yang masih beroperasi dengan sumber daya keuangan dan manusia yang terbatas, program-program ini telah membantu memperkuat pengembangan sepak bola serta menciptakan peluang di seluruh kawasan," lanjut pernyataan itu.


Dekati Dukungan Mayoritas

(Kiri/Kanan) Presiden Argentina, Javier Milei, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, menghadiri pertemuan perdana "Board of Peace" yang diselenggarakan oleh Presiden AS, Donald Trump, di Institute of Peace AS di Washington, DC, pada 19 Februari 2026. (SAUL LOEB/AFP)

Hitungan Associated Press yang dipublikasikan bulan lalu menunjukkan Infantino telah mendekati dukungan mayoritas dari 211 federasi anggota FIFA, bahkan sebelum CFU menyatakan dukungannya.

Kepemimpinan Infantino di FIFA mendapat sorotan tajam sejak Juli, ketika laporan media mengungkap rencana rahasianya untuk menjual sebagian kepemilikan Piala Dunia kepada investor swasta, termasuk Josh Kushner.

Rencana tersebut memicu penolakan secara luas, termasuk dari sejumlah pejabat senior FIFA, hingga Infantino membatalkannya hanya dalam hitungan hari.

"CFU memberikan dukungannya dengan harapan FIFA terus memperkuat akuntabilitas, menjunjung standar tata kelola tertinggi, dan melaksanakan reformasi yang diperlukan untuk memastikan setiap asosiasi anggota terwakili dan dilayani secara adil," demikian penutup pernyataan tersebut.

 

Sumber: ESPN

Berita Terkait