Lima Gelar dalam Genggaman, PB Djarum Dominasi MilkLife Superliga Junior 2026

PB Djarum tampil dominan pada ajang MilkLife Superliga Junior 2026 dengan meraih lima gelar.

BolaCom | Wiwig PrayugiDiterbitkan 08 November 2026, 19:22 WIB
Tunggal putri PB Djarum, Hani Miftasari dalam ajang MilkLife Superliga Junior 2026 di GOR Djarum, Kudus, Minggu (8/11/2027). (Doc PB Djarum)

Bola.com, Kudus - PB Djarum tampil dominan pada ajang MilkLife Superliga Junior 2026. Klub asal Kudus tersebut sukses membawa pulang lima gelar juara dari delapan kategori yang dipertandingkan pada final di GOR Djarum, Kudus, Minggu (8/11/2026).

Lima gelar itu diraih melalui sektor beregu putri U-15, putra U-17, putri U-17, putra U-19, dan putri U-19. 

Advertisement

Pada kategori putri U-15, Djarum tampil meyakinkan dengan mengalahkan wakil Malaysia, Bukit Jalil Sports School, dengan skor 3-0. Hasil serupa juga dicatat Djarum A di kategori putri U-17 setelah menundukkan Mutiara Cardinal Bandung tanpa kehilangan satu partai pun.

Dominasi Djarum berlanjut di kategori putra U-17. Mereka berhasil mengatasi perlawanan Jaya Raya Jakarta dengan skor 3-1. Di kelompok putra U-19, Djarum juga keluar sebagai juara setelah mengalahkan Jaya Raya dengan skor 3-1.

Satu gelar lainnya dipersembahkan sektor putri U-19. Djarum menutup penampilan di kategori ini dengan kemenangan telak 3-0 atas C.Y. Foundation Badminton dari Chinese Taipei.

Sementara itu, klub-klub Jaya Raya mengamankan tiga gelar. Jaya Raya Solo menjadi juara putra U-13 setelah melewati pertandingan ketat kontra Jaya Raya Satria dengan skor 3-2. Di kategori putri U-13, Jaya Raya Satria mengalahkan Taqi Arena dengan skor 3-0.

Gelar ketiga untuk keluarga Jaya Raya datang dari sektor putra U-15. Jaya Raya Jakarta sukses menundukkan Mutiara Cardinal Bandung dengan skor 3-1.

 


Persaingan Merata di U-13

Ketua Panitia Pelaksana MilkLife Superliga Junior 2026, Yuni Kartika, memberikan pandangannya mengenai persaingan klub-klub bulu tangkis dalam turnamen ini.

Menurut Yuni, salah satu hal menarik dari penyelenggaraan tahun ini terlihat pada persaingan kelompok usia U-13. Ia menilai kekuatan antarklub di kategori tersebut relatif merata sehingga pertandingan berlangsung lebih kompetitif.

Yuni melihat kondisi itu sebagai perkembangan positif bagi proses pembibitan atlet bulu tangkis Indonesia. Apalagi, kelompok usia U-13 merupakan bagian penting dari fondasi regenerasi pemain.

"Yang menarik, aku lebih melihat U-13. Persaingannya rata karena mungkin klub-klub besar jarang ada di situ. Memang ini versi grassroots, versi pembibitan, jadi persaingannya merata. Itu sudah sangat bagus," ujar Yuni Kartika.

 


Turnamen ala Thomas - Uber

Tim Putra U-17 PB Djarum dalam ajang MilkLife Superliga Junior 2026. (Doc PB Djarum)

Direktur MilkLife Superliga Junior, Achmad Budiharto, mengapresiasi perkembangan kualitas pemain muda, khususnya di kelompok usia U-13. Menurutnya, sejumlah atlet menunjukkan potensi menjanjikan untuk mendukung regenerasi bulutangkis Indonesia.

Ia juga menilai keputusan tidak mengikutsertakan klub-klub besar di kategori U-13 menjadi langkah tepat. Kebijakan tersebut memberikan kesempatan kepada klub-klub kecil untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan para pemainnya.

Dari sisi persaingan internasional, Budiharto turut mengapresiasi kehadiran dua tim luar negeri yang berhasil menembus final, yakni dari Chinese Taipei dan Bukit Jalil Sports School Malaysia. Hal itu menunjukkan kualitas peserta internasional yang semakin kompetitif.

"Barangkali nanti ke depan, dari sisi kepesertaan, terutama dari tim-tim dalam negeri lebih banyak lagi. Supaya mereka memberi kesempatan bagi kamu bertanding karena memang pertandingan beregu di Indonesia ini dengan sistem Thomas Uber sangat jarang," katanya.

Berita Terkait