Sukses


Tak Ada Sambutan Hangat Buat Sarri di Kandang Napoli

Bola.com, Jakarta - Juventus akan bertandang ke markas Napoli pada pekan ke-21 Serie A 2019/20, Senin (27/1/2020). Maurizio Sarri akan kembali ke San Paolo untuk pertama kalinya sebagai pelatih La Vecchia Signora. Sarri mungkin sebaiknya tidak mengharapkan sambutan hangat di rumah lamanya.

Sarri melatih Napoli periode 2015-2018. Dia kemudian satu musim di Chelsea, dan mulai musim ini menangani Juventus.

"Sarri meninggalkan banyak memori indah di sini, karena di membuat kami bermain bagus dan para suporter belum melupakannya," kata gelandang Napoli, Piotr Zielinski, seperti dikutip Football Italia.

"Namun, dia sekarang di Juve, dan itulah kenapa banyak suporter Napoli yang tidak respek lagi kepadanya," katanya lagi.

Kali ini, bersama pelatih baru Gennaro Gattuso, Napoli tak ingin kalah lagi. Di kandang sendiri, mereka siap tampil optimal.

"Kami juga bekerja bersama di Empoli, tapi kami sudah lama tak berjumpa, jadi saya akan senang-senang saja bicara dengannya," lanjut Zielinski.

"Dia adalah pelatih yang membawa saya ke sini dan saya berutang budi kepadanya. Dia pelatih fantastis. Kami sekarang adalah lawan, jadi saya ingin dan saya harus mengalahkannya."

"Kami tahu atmosfer seputar laga ini, betapa para suporter kami menantikannya. Kami ingin menampilkan performa hebat melawan Juventus," tegas gelandang Napoli itu.

2 dari 3 halaman

Antisipasi Laga Sengit

Maurizio Sarri mengakui jika Napoli merupakan lawan yang tangguh. Mantan manajer Chelsea itu pun percaya I Partenopei bakal kembali merepotkan Juventus.

Apalagi, Napoli saat ini tengah berupaya untuk bangkit dari keterpurukan. Anak asuh Gennaro Gattuso itu berada di posisi 11 klasemen sementara Serie A dengan nilai 24, tertinggal 27 poin dari Juventus yang masih nyaman menempati peringkat teratas.

"Saya mengantisipasi adanya laga sulit, mereka tim kuat bahkan ketika tengah melewati masa-masa sulit, tetap berbahaya dalam satu pertemuan," ujar Sarri.

"Posisi mereka di klasemen terlihat aneh, karena jika Anda melihat tabel statistik di Serie A, Anda akan melihat mereka yang pertama dalam hal penguasaan bola, rata-rata menguasai bola di lini tengah, percobaan tendangan jarak jauh yang sukses serta upaya melakukan tembakan," lanjutnya.

"Peringkat mereka tidak sesuai dengan kualitas yang mereka tunjukkan. Mereka ada tim yang ditakdirkan untuk bangkit," papar pelatih asal Italia itu.

Sumber: Football Italia, Juventus

3 dari 3 halaman

Video

Video Populer

Foto Populer