Sukses


Mengenal 5 Eksperimen FIFA untuk Ubah Sistem Permainan Sepak Bola: 1 Babak Cuma 30 Menit, Lemparan ke Dalam Dihapuskan

Bola.com, Jakarta - Pada turnamen kelompok usia remaja Future of Football Cup, FIFA akan memperkenalkan lima eksperimen baru dalam pemainan sepak bola. Perubahan dilakukan menyikapi rencana pembentukan Liga Super Eropa.

Menurut Mundo Deportivo, FIFA akan menguji perubahan ini dalam turnamen 'Future of Football Cup'. Ajang itu diikuti PSV Eindhoven, AZ Alkmaar, RB Leipzig, dan Club Brugge.

FIFA akan mengevaluasi efek dari empat perubahan ini pada turnamen dan kemudian akan mempertimbangkan untuk mengajukannya atas permintaan resmi ke Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) selaku badan yang menetapkan aturan permainan di seluruh dunia.

Sebelumnya Presiden Real Madrid Flerentino Perez yang juga memimpin Liga Super Eropa memeringatkan sepak bola memperlukan perubahan untuk menyelamatkan olahraga ini ke depannya.

Perez menyebut anak muda menganggap pertandingan sepak bola terlalu lama dan tidak menarik. Salah satu solusi yang ditawarkannya adalah mempersingkat durasi pertandingan.

Menyambut hal tersebut, FIFA berencana menguji lima perubahan mendasar. Berikut perubah tersebut: 

 

1. 30 Menit 1 Babak 

  • Durasi pertandingan dengan pembagian waktu 45 menit per babak akan dipangkas menjadi hanya 30 menit per babak. Namun, jam akan berhenti saat ada interupsi seperti pada pertandingan olahraga lain seperti basket. Waktu akan jadi lebih efektif.

2. Pergantian Pemain Tanpa Batas

  • Soal pergantian pemain sebelumnya hanya membolehkan tiga pergantian dalam satu permainan. Belakangan jumlah itu meningkat menjadi lima pada pandemi COVID-19. Bagaimana jika pergantian tanpa batas? FIFA akan coba mempertimbangkan skenario tersebut.

3. Waktu Berhenti Saat Bola Keluar

  • Meski waktu diperpendek jadi 30 menit, regulasi diikuti oleh aturan dihentikannya waktu pertandingan saat bola keluar. Regulasi ini membuat periode 30 menit dalam satu babak bermakna waktu bersih.
2 dari 3 halaman

Hapus Lemparan ke Dalam dan Hukuman 5 Menit saat Mendapat Kartu Kuning

4. Lemparan ke Dalam Diganti Tendangan 

Hal ini sama seperti apa yang ada dalam olahraga futsal, di mana ketika bola keluar lapangan, bola dimasukkan lagi ke lapangan menggunakan 'kick-in' atau tendangan ke dalam. Hal tersebut bukan tanpa alasan.

Arsene Wenger, yang saat ini bekerja sebagai Kepala Pengembangan Sepak Bola Global FIFA, sebelumnya menjelaskan mengapa dia percaya tendangan masuk dapat meningkatkan permainan sepak bola ketimbang lemparan ke dalam.

"Ketika Anda melakukan lemparan ke dalam, itu seharusnya menjadi keuntungan bagi tim yang menguasai bola. Namun, pada kenyataannya, Anda berada dalam posisi yang kurang menguntungkan dengan sembilan pemain di lapangan dibandingkan sepuluh pemain lawan," kata mantan manajer Arsenal itu.

"Itulah mengapa saya percaya kami harus selalu berpikir tentang bagaimana kami bisa membuat permainan lebih cepat dan lebih spektakuler. Jadi mengapa tidak bisa menendang bola ke dalam saat berada di wilayah Anda sendiri?," lanjutnya. 

5. Hukuman 5 Menit saat Mendapat Kartu Kuning

Sudah sejak lama orang-orang meyakini sepak bola harus memiliki 'Sin Bin' layaknya rugbi. Dalam turnamen kelompok usia remaja nanti, hukuman skorsing selama lima menit ini akan diuji cobakan.

Sumber asli: Liputan6

Disadur dari: Liputan6 (Ali Muhammad, Published 19/07/2021

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Video Populer

Foto Populer