Lazio Akan Berkandang di Stadio Flaminio, Cagar Budaya yang Segera Disulap Jadi Stadion Modern dengan Dana Rp7,5 Triliun

Lazio resmi mengajukan proposal ambisius senilai £380 juta untuk merevitalisasi stadion bersejarah di Roma, Stadio Flaminio. Proyek ini menjadi langkah besar Biancocelesti dalam upaya memiliki stadion modern sendiri.

Bola.com, Jakarta - Lazio resmi mengajukan proposal ambisius senilai £380 juta untuk merevitalisasi stadion bersejarah di Roma, Stadio Flaminio. Proyek ini menjadi langkah besar Biancocelesti dalam upaya memiliki stadion modern sendiri.

Stadio Flaminio bukan bangunan biasa. Stadion ini dibangun untuk Olimpiade 1960 di Roma dan sempat menjadi panggung berbagai pertandingan sepak bola serta rugby internasional. Dalam kurun 2000 hingga 2011, Flaminio menjadi kandang Timnas Rugby Italia di ajang Six Nations.

Namun sejak Italia memindahkan laga rugby ke Stadio Olimpico—stadion yang saat ini dipakai bersama oleh Lazio—Flaminio praktis terbengkalai. Sejak 2011, stadion tersebut tak lagi aktif digunakan.

Kini, Lazio ingin menghidupkannya kembali. Proposal resmi telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Roma selaku pemilik aset, dan tengah memasuki tahap evaluasi administratif sebelum masuk fase proyek.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Skema Pembiayaan dan Target Penyelesaian

Menurut dokumen finansial Presiden Lazio, Claudio Lotito, total biaya renovasi diperkirakan mencapai £380 juta atau setara lebih dari Rp7,5 triliun.

Rincian pendanaannya meliputi:

  • £246 juta dari pinjaman bank dengan tenor 30 tahun
  • £74 juta dari dana internal klub
  • £21 juta dari kontribusi publik

Renovasi ini ditargetkan meningkatkan kapasitas stadion dari 24.973 kursi menjadi 50.000 kursi. Waktu pembangunan diperkirakan memakan tiga tahun, dan jika mendapat lampu hijau, pekerjaan bisa dimulai dalam beberapa bulan ke depan.

Langkah ini menunjukkan keseriusan Lazio untuk bertransformasi menjadi klub dengan infrastruktur mandiri dan berstandar Eropa, alih-alih terus berbagi kandang di Olimpico.

 

Tanpa Bongkar Tribun, Tambah Struktur Baja dan Atap Retractable

Karena Stadio Flaminio berstatus bangunan cagar budaya, tribun lama tidak akan dibongkar. Sebagai gantinya, Lazio berencana menutup struktur lama dengan rangka baja raksasa yang akan meningkatkan tinggi stadion dari 17 meter menjadi 40 meter.

Selain itu, opsi pemasangan atap retractable (buka-tutup) juga tengah dipertimbangkan. Fitur ini akan meningkatkan fleksibilitas penggunaan stadion untuk berbagai acara, tidak hanya pertandingan sepak bola.

Tak hanya stadion, area sekitar Flaminio juga akan diregenerasi. Lazio berkomitmen menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas baru yang modern dan ramah publik.

 

Respons Pemerintah Roma dan Hak 99 Tahun

Kantor Wali Kota Roma menyambut positif proposal awal yang dipresentasikan Lotito dan timnya. Dalam pernyataan resmi, pihak kota menyebut proyek tersebut “indah” namun tetap harus diperiksa secara detail sebelum prosedur administratif dilanjutkan.

Mereka juga menegaskan bahwa proposal formal lengkap dengan dokumentasi resmi akan segera diproses dalam waktu dekat.

“Presiden Lotito dan timnya telah menunjukkan kepada kami studi pra-kelayakan untuk proyek renovasi Stadion Flaminio,” demikian pernyataan resmi pemerintah kota.

“Mereka membawa proyek yang indah. Tentu harus diperiksa secara rinci, tetapi kami senang proposal ini akan secara resmi diajukan sehingga memicu prosedur administratif.”

Sementara itu, jurnalis Andy Calcio mengonfirmasi bahwa Lazio telah menyerahkan dokumen administratif untuk memperoleh hak penggunaan Flaminio selama 99 tahun.

“Jika disetujui, hak tersebut akan memungkinkan mereka merenovasi dan meningkatkan stadion sesuai standar UEFA, sehingga Lazio bisa memiliki stadion sendiri,” tulisnya.

Persaingan di Liga Italia

Video Populer

Foto Populer