Sukses


Kylian Mbappe Ogah ke Arab Saudi, Klub Mana yang Bisa Kasih Tawaran Transfer dan Gaji Besar?

Bola.com, Jakarta - Bomber Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe, dikabarkan tidak mau bergabung dengan klub Arab Saudi, Al Hilal, yang bersedia merogoh kocek hingga 259 juta pound untuk mendatangkannya pada musim panas 2023. Lalu mau ke mana Kylian Mbappe sebenarnya?

Al Hilal membuat kejutan di dunia sepak bola pada Senin (24/7/2023) dengan sebuah penawaran yang bisa memecahkan rekor transfer dunia.

Klub Arab Saudi itu siap menggelontorkan 259 juta pound atau lebih dari Rp5 triliun untuk mendatangkan Kylian Mbappe.

PSG pun siap menerima tawaran tersebut. Namun, kabarnya bomber dan kapten Timnas Prancis itu enggan menerima tawaran itu karena tidak mau bermain di Arab Saudi.

Kylian Mbappe memilih tetap di PSG dalam setahun terakhir kontraknya tanpa perpanjangan lagi, cara yang tentunya tidak diinginkan oleh PSG.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Uang Bukan Segalanya

Menurut pakar sepak bola Prancis, Julien Laurens, mengakui Kylian Mbappe tampaknya tidak akan mau ke Arab Saudi. Ia menyebut Mbappe masih mengincar banyak trofi, tetapi bukan di Arab Saudi, dan uang bukanlah segalanya bagi sang pemain.

"Ia tidak ingin ke sana. Ketika PSG mengatakan kami telah memberikan izin untuk bicara kepada Mbappe, ia tidak ingin bicara dengan mereka dan Al Hilal tahu itu. Ini bukan masalah uang baginya," ujar Laurens seperti dilansir dari BBC Sports.

"Ia ingin memenangkan sebanyak mungkin trofi juara. Namun sekarang, pada usia 24 tahun, itu tidak termasuk di Liga Arab Saudi," lanjutnya.

 

 
3 dari 5 halaman

Lalu Mau ke Mana?

 

Situasinya saat ini, Kylian Mbappe memilih tetap berada di PSG dalam sisa satu tahun kontraknya. Situasi yang membuat PSG tidak betah.

Klub Prancis itu juga tidak ingin kehilangan aset besar dengan gratis pada musim panas 2024. Mau tidak mau mereka harus menjualnya sekarang.

PSG pun terbuka dengan ide Mbappe pergi sebagai pemain pinjaman pada musim panas ini untuk menyelesaikan kontrak tahun terakhirnya.

Ini akan membuatnya bisa bergabung bersama Real Madrid sebagai pemain pinjaman, bermain musim ini dan PSG mendapatkan uang pinjaman dari klub Spanyol itu.

Real Madrid memang sudah lama dikaitkan dengan Mbappe. Bahkan klub ibu kota Spanyol itu hampir mendapatkan Mbappe andai sang pemain tidak meneken kontrak baru bersama PSG pada tahun lalu.

4 dari 5 halaman

Siapa Berani Kasih Gaji Besar?

Namun, harus diakui dengan tawaran yang datang dari Al Hilal, nyaris tidak ada klub lain yang punya kemampuan untuk menyamai tawaran itu, terutama dalam hal memberikan gaji besar kepada Kylian Mbappe.

"Ambil contoh kemarin Barcelona mengontak PSG dan mengatakan, 'Dengar, kami tidak bisa memberikan uang transfer untuknya, kami bahkan tidak bisa memberinya gaji sebesar itu'," ujar Laurens.

"Mbappe mendapatkan 72 juta euro per tahun, tetapi tidak satu klub pun bisa membayarnya, sehingga gajinya harus dipotong dan ia menyadari itu. Namun, Barcelona mengatakan, 'bagaimana dengan tukar pemain untuk Mbappe, siapa yang Anda inginkan ada di skuad Anda?'."

"Semua klub besar di Eropa akan mencoba untuk melakukan sesuatu bersama dan pertama mungkin meyakinkan PSG untuk menjual Mbappe kepada mereka, dan baru kemudian meyakinkan Mbappe datang kepada mereka."

"Itu bisa datang dari MU, kepada Liverpool, semua klub Inggris. Mungkin juga dnegan Italia. Namun, Real Madrid tetap favorit karena mereka punya uang, itulah di mana ia ingin pergi dan mereka menginginkannya."

 

5 dari 5 halaman

Tidak Ada Aturan Financial Fair Play di Arab Saudi?

Tawaran besar dari klub-klub Arab Saudi untuk pemain top Eropa, termasuk Kylian Mbappe, memang mengejutkan.

Setidaknya ada empat klub, Al Ittihad, Al Nassr, Al Hilal, dan Al Ahli, yang diambil alih oleh Public Investment Fund, yang juga memiliki Newcastle United, telah menggelontorkan banyak uang untuk perekrutan bintang Eropa.

Sejak merekrut Cristiano Ronaldo, 18 klub di Liga Arab Saudi telah menawarkan dana besar untuk membawa nama-nama besar dari seluruh Eropa datang, termasuk Karim Benzema, N'Golo Kante, dan Ruben Neves. Bahkan kapten Liverpool, Jordan Henderson, juga disebut-sebut bakal segera datang.

Cara klub-klub Arab Saudi itu untuk mendatangkan pemain berlabel bintang besar itu memang dipertanyakan. Tidak adakah aturan Financial Fair Play seperti yang diterapkan oleh UEFA di Liga Arab Saudi?

Klub sepak bola Eropa harus mematuhi regulasi Financial Fair Play, untuk memastikan klub-klub tersebut tidak menggelontorkan dana melebihi apa yang mereka dapatkan. Namun, ini tidak berlaku di Arab Saudi, yang bermain di bawah Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

"Apa yang membedakan Liga Arab Saudi dari sepak bola Eropa adalah tidak ada batasan financial fair play," tegas ahli keuangan sepak bola, Kieran Maguire.

"Oleh karena itu, bahkan jika klub Premier League menawarkan lebih banyak uang, mereka akan selalu kalah karena klub Arab Saudi tidak ada batasan kontrol pengeluaran," lanjutnya.

Sumber: BBC Sports

Video Populer

Foto Populer