Kisah di Balik Keputusan Scott McTominay Memperkuat Skotlandia, Bukan Inggris: Peran Mourinho Terungkap

Bagaimana Jose Mourinho berperan dalam pilihan Scott McTominay memperkuat Skotlandia daripada Inggris.

Bola.com, Jakarta - Dia adalah anak dari Lancaster yang kini menjadi raja Napoli, idola para penggemar Skotlandia, dan bahkan sempat bertemu Paus.

Scott McTominay adalah pemain yang berubah dari "korban tersisih" di Manchester United menjadi satu di antara gelandang paling dibicarakan di Eropa, juara Serie A sekaligus MVP bersama Napoli, dan nominasi Ballon d'Or.

Bahkan, gol spektakulernya yang membantu Skotlandia lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 28 tahun, kini membuatnya berpeluang meraih FIFA Puskas Award. Bisa dibilang, 12 bulan terakhir adalah kisah dongeng bagi McTominay.

Alex McLeish adalah satu dari banyak orang Skotlandia yang menonton dengan bangga ketika tim asuhan Steve Clarke itu mengalahkan Denmark 4-2 di Hampden Park, Rabu (19-11-2025) dini hari WIB, memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 dan sekaligus mengakhiri kutukan yang nyaris bertahan lebih dari tiga dekade.

Gol overhead spektakuler McTominay hanya tiga menit setelah pertandingan dimulai menjadi pembuka malam dramatis yang tak terlupakan.

Bagi McLeish, mantan manajer Skotlandia, momen itu membangkitkan emosi yang mendalam.

Simak kisah selanjutnya di bawah ini seperti ditulis Telegraph.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 dari 5 halaman

Pertemuan Krusial

Perjalanan menentukan bagi masa depan McTominay dan Skotlandia bermula pada Februari 2018, saat McLeish melakukan perjalanan ke Manchester.

"Melihat kembali sekarang, saya rasa kita semua orang Skotlandia seharusnya mengucapkan terima kasih sedikit kepada Jose Mourinho," kata McLeish.

Saat itu Mourinho adalah manajer MU. McTominay bisa memperkuat Skotlandia lewat ayahnya yang lahir di Helensburgh, Frank, dan Mourinho, yang memberi McTominay kesempatan debut musim sebelumnya, merasa bahwa manajer Timnas Inggris, Gareth Southgate, terlalu lamban menindaklanjuti.

"Jose memberi wawancara yang menyatakan bahwa Inggris berisiko kehilangan Scott dan bahwa saya harus segera menghubunginya!" ujar McLeish kepada Telegraph Sport.

McLeish kemudian mengatur pertemuan di markas latihan MU untuk bertemu Mourinho dan McTominay. Namun, satu masalah muncul, badai salju besar melanda wilayah timur Inggris sehingga hampir membuatnya gagal tiba.

"Saya tidak sampai di York hingga pukul 3 pagi dan saat itu saya benar-benar berpikir untuk balik arah, cuacanya sangat buruk," jelas McLeish.

Pertemuan itu terbukti krusial bagi Skotlandia.

"Saya menelepon Jose pagi itu. Datang pukul 12, kami makan siang dan bicara soal Scott lalu menemuinya. Dia sangat kooperatif. Saya merasa Scott antusias, tapi saya pikir dia masih butuh diyakinkan. Dia datang, dan jelas dalam pikirannya bahwa ia ingin memperkuat Skotlandia. Saya pikir dia menghargai saya datang, dan itu salah satu perjalanan paling berharga yang pernah saya lakukan," kata McLeish.

3 dari 5 halaman

Katalis Perubahan

Banyak yang mungkin melihat kepindahan McTominay senilai 25,7 juta paun ke Napoli pada Agustus tahun lalu sebagai titik balik kariernya.

Memang, dari perspektif klub, McTominay telah mencapai level baru di Italia setelah bertahun-tahun dianggap "salah profil" di Old Trafford. Namun, dari sudut pandang Skotlandia, katalis perubahan itu terjadi sebelumnya.

Awal 2023, 18 bulan sebelum meninggalkan MU, McTominay berada di titik terendah. Ia murung, tidak bahagia, dan jarang menjadi starter di bawah Erik ten Hag.

Steve Clarke memanfaatkan jeda internasional Maret untuk duduk bersama pemain yang kini berusia 28 tahun itu, dan bertanya, ke mana senyumnya pergi.

"Sejak itu saya berpikir: 'Ayo kita lakukan'. Rasanya seperti beban terangkat dari pundak saya," kata McTominay.

4 dari 5 halaman

Terbuka pada Perubahan

Hasilnya luar biasa. Gol akrobatik melawan Denmark, saat ia meloncat beberapa meter di udara untuk menanduk umpan Ben Gannon-Doak, menjadi gol ke-13 McTominay untuk Skotlandia sejak percakapan dengan Clarke itu.

"Butuh kemampuan atletik khusus dan timing sempurna untuk melakukan tendangan overhead seperti itu. (Bek Denmark) Andreas Christensen pasti bertanya-tanya apa yang dilakukan Scott di udara setinggi itu," kata McLeish.

Keputusan MU melepas McTominay sebagian untuk mendanai 50 juta paun bagi Manuel Ugarte belum banyak menuai pujian.

"Bagaimana bisa menjual Scott, saya tidak mengerti," ujar mantan manajer MU, Ole Gunnar Solskjaer, awal tahun ini.

McTominay juga terbuka pada perubahan suasana, walau tidak ada yang bisa menebak bagaimana kariernya akan berkembang di Napoli.

5 dari 5 halaman

Bisa Melakukan Segalanya

Di Napoli, McTominay menjadi wajah revolusi Antonio Conte, sebagaimana ia menjadi sosok penting bagi Skotlandia menuju gelar Serie A musim lalu.

Ia menikmati budaya lokal, makanan, bahasa (belajar bahasa Italia dua kali seminggu dengan tutor universitas), masyarakat, dan tradisi.

Penggemar bahkan membuat mural dan tato bergambar dirinya, dengan julukan seperti "McFratm", "McTerminator", "MacGyver", "Braveheart", dan "Apribottiglie" karena delapan dari 12 gol liga musim lalu adalah gol pembuka timnya.

"Banyak kesuksesannya lahir dari sikap bisa melakukan segalanya. Ia menghadapi kesulitan, tapi tidak gentar, profesional, gigih, dan terus berkembang, itulah yang membuatnya seperti sekarang," ungkap sumber klub.

McLeish menilai McTominay kini menjadi pemain top dan ikon di Napoli, sekaligus sangat penting bagi Skotlandia.

"Dia profesional, etos kerja luar biasa, karakter yang kuat. Selalu punya insting mencetak gol, orang lupa dia dulu striker di akademi United, dan variasi golnya luar biasa. Dia penggerak bagi Skotlandia, dan momen kembali ke Piala Dunia akan sangat istimewa," ucap McLeish.

 

Sumber: Telegraph

Video Populer

Foto Populer