Momen Menyayat Hati Robin van Persie Saksikan Putranya Cedera Parah di Liga Europa

Momen ‘Menyayat Hati’: Robin van Persie Saksikan Putranya Shaqueel Alami Cedera Parah di Liga Europa

Bola.com, Jakarta - Malam yang seharusnya menjadi panggung pembuktian justru berubah menjadi momen paling emosional dalam karier Robin van Persie.

Legenda Arsenal dan Manchester United itu harus menahan rasa pilu saat menyaksikan putranya, Shaqueel van Persie, mengalami cedera serius dalam laga UEFA Europa League antara Feyenoord melawan Real Betis.

Shaqueel van Persie, talenta muda Feyenoord berusia 19 tahun, dipaksa meninggalkan lapangan lebih awal setelah mengalami cedera lutut yang terlihat cukup parah. Insiden tersebut terjadi hanya beberapa menit setelah ia memberi dampak besar bagi timnya.

Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-73, Shaqueel langsung menunjukkan kualitasnya. Ia mencatatkan assist penting untuk gol Casper Tengstedt yang membawa Feyenoord unggul 2-1.

Namun kebahagiaan itu tak bertahan lama. Sekitar 10 menit kemudian, sang pemain muda mendarat dengan posisi yang tidak sempurna pada kaki kanannya. Lututnya terlihat tertekuk ke arah yang tidak wajar, membuatnya langsung tergeletak kesakitan di atas rumput.

Shaqueel ditandu keluar lapangan, sementara raut wajah kesakitan dan kepanikan jelas terlihat. Di pinggir lapangan, Robin van Persie bergegas menghampiri putranya sebagai pelatih sekaligus ayah.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Menyayat Hati

Usai pertandingan, Robin van Persie memberikan pernyataan jujur dan emosional mengenai kondisi putranya. Dalam wawancara dengan Ziggo Sport, ia mengakui bahwa situasi awal menunjukkan indikasi yang mengkhawatirkan.

“Kelihatannya tidak baik. Kami masih harus menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut, tetapi tanda-tanda awalnya memang tidak positif,” ujar Van Persie.

Ia juga menegaskan bahwa cedera selalu menjadi momen menegangkan bagi siapa pun di lapangan, namun kali ini terasa jauh lebih berat karena menimpa darah dagingnya sendiri.

“Setiap kali ada pemain yang terjatuh karena cedera, Anda menahan napas. Kebetulan hari ini itu adalah Shaqueel. Anda berharap yang terbaik, tetapi ketika tanda-tanda awalnya tidak menjanjikan, itu sungguh menyayat hati.”

Antara Pelatih dan Ayah

Momen di pinggir lapangan menjadi simbol konflik emosional yang tak mudah dihadapi. Robin van Persie mengakui bahwa pada saat itu, naluri sebagai ayah jauh lebih dominan dibanding perannya sebagai pelatih Feyenoord.

“Saya memang pelatih, tetapi saya juga ayahnya. Ini terasa mengerikan. Rasanya campur aduk. Melihat dia harus melalui ini benar-benar menyedihkan,” tutup Van Persie.

Cedera ini terasa semakin tragis karena Shaqueel van Persie tengah berada dalam momentum terbaiknya. Ia baru menjalani debut senior bersama Feyenoord musim ini dan mulai mencuri perhatian publik sepak bola Belanda.

 

Baru Debut

Beberapa waktu lalu, namanya mencuat setelah mencetak dua gol spektakuler dalam kekalahan dramatis Feyenoord 3-4 dari Sparta Rotterdam. Dalam rentang dua menit, Shaqueel mencetak gol salto dan gol backheel. Aksi ini langsung mengingatkan publik pada gaya flamboyan sang ayah di masa lalu.

Kini, masa depan sang pemain muda harus tertahan oleh cedera yang berpotensi serius. Feyenoord dan penggemar sepak bola Belanda tentu berharap diagnosis akhir tidak seburuk dugaan awal, meski kekhawatiran jelas menyelimuti semua pihak.

Selain kehilangan Shaqueel, Feyenoord juga harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari kompetisi Eropa setelah laga kontra Real Betis. Kekalahan ini menambah beban emosional bagi Robin van Persie, yang dalam satu malam harus menghadapi kegagalan tim sekaligus kekhawatiran besar terhadap kondisi putranya.

 

Video Populer

Foto Populer