Juventus Dibikin Babak Belur Galatasaray, Pierre Kalulu Ogah Berlindung di Balik Alasan Kelelahan

Bek Juventus, Pierre Kalulu, tak mau timnya mencari-cari alasan setelah kekalahan telak 2-5 dari Galatasaray pada leg pertama play-off Liga Champions, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.

Bola.com, Istanbul - Bek Juventus, Pierre Kalulu, tak mau timnya mencari-cari alasan setelah kekalahan telak 2-5 dari Galatasaray pada leg pertama play-off Liga Champions, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB. 

Juventus sebenarnya sempat berada di atas angin setelah unggul 2-1 hingga jeda berkat dua gol Teun Koopmeiners yang membalikkan keadaan dari gol awal Gabriel Sara.

Namun, performa buruk di babak kedua membuat Si Nyonya Tua kebobolan beruntun, kehilangan satu pemain, dan akhirnya tumbang 2-5. Hasil ini membuat peluang lolos di leg kedua menjadi sangat berat.

Kalulu menilai kesalahan sendiri menjadi penyebab utama kekalahan Bianconeri, terutama penampilan tim setelah turun minum.

“Gol-gol terus datang dari kesalahan kami sendiri, tetapi yang paling sulit diterima adalah performa keseluruhan di babak kedua,” ujar Kalulu, seperti dikutip dari Football Italia

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Harus Segera Bangkit

Menurutnya, bahkan saat bermain dengan 10 orang, Juventus seharusnya tidak membiarkan lawan menciptakan begitu banyak peluang. Ia pun meminta tim segera bangkit dan fokus ke pertandingan berikutnya.

Absennya beberapa pemain serta cedera Gleison Bremer sempat memunculkan pertanyaan soal faktor kelelahan. Namun Kalulu menegaskan hal itu tidak bisa dijadikan pembenaran.

“Dalam pertandingan Liga Champions, Anda tidak bisa bersembunyi di balik alasan kelelahan. Kami harus mengangkat kepala dan tampil lebih baik ke depan,” tegasnya.

 

Tutup Lembaran Insiden Bastoni

Kalulu juga sempat menjadi sorotan setelah kartu merahnya dalam kekalahan dari Inter di Serie A akhir pekan lalu, yang dipicu simulasi Bastoni. Meski Bastoni telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, Kalulu memilih tidak memperpanjang polemik.

“Pertandingan itu sudah menjadi masa lalu, kami harus melihat ke depan dan tidak memikirkannya lagi. Yang bisa saya katakan hanya: sangat disayangkan,” ujarnya.

Kekalahan telak dari Galatasaray kini menjadi ujian mental besar bagi Juventus. Mereka wajib bangkit di leg kedua jika masih ingin menjaga asa bertahan di Liga Champions musim ini. 

Video Populer

Foto Populer