Maarten Paes dkk. Bapuk di 3 Laga Beruntun Eredivisie, Ajax Resmi Ganti Pelatih

Ajax membuat keputusan mengejutkan setelah hasil jeblok di tiga laga terakhirnya. Mereka resmi memberhentikan pelatih Fred Grim, dan menggantinya dengan Oscar Garcia saat Eredivisie berjalan 26 pekan.

Bola.com, Jakarta - Ajax membuat keputusan mengejutkan setelah hasil jeblok di tiga laga terakhirnya. Mereka resmi memberhentikan pelatih Fred Grim, dan menggantinya dengan Oscar Garcia saat Eredivisie berjalan 26 pekan.

Ajax selalu meraih hasil minor di tiga pertandingan beruntun. Ditahan imbang NEC Nijmegen (1-1), draw lagi 0-0 dengan PEC Zwolle, dan terbaru adalah disikat Groningen 1-3, membuat Ajax terlempar hingga ke posisi lima klasemen dengan nilai 44.

Ajax berada di bawah Feyenoord, NEC Nijmegen, dan Twente dalam perburuan tiket ke Liga Champions. Situasi inilah yang kemudian membuat manajemen Ajax melakukan pergantian pelatih di tengah jalan.

Fred Grim sedianya juga baru naik jabatan menjadi pelatih kepala Ajax, menggantikan John Heitinga pada bulan November 2025. Bersama Ajax, Grim memimpin 21 laga dengan hasil 9 kemenangan, 6 kali imbang, dan 6 kekalahan.

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Turun Jabatan

Manajemen Ajax langsung membuat keputusan menarik. Mereka mempromosikan pelatih dari Jong Ajax, Oscar Garcia untuk menggantikan Fred Grim. Di sisi lain, Fred Grim kembali ke tim muda Ajax.

Oscar Garcia juga akan dibantu asistennya dari Jong Ajax untuk pekerjaan baru di tim senior. Ia dibantu Carlos García (asisten pelatih), Juan Pablo Colinas (pelatih kiper) dan Enrique Sanz (pelatih kebugaran). Untuk Jong Ajax sekarang akan dipimpin oleh Paul Nuijten. Urby Emanuelson juga akan bergabung dengan staf teknik Jong Ajax.

"Oscar García akan mengambil alih tugas Fred Grim. Pelatih kepala Jong Ajax ini, dengan segera, akan memimpin tim utama Ajax. Grim akan kembali ke perannya di akademi Ajax," demikian pengumuman dari laman resmi Ajax.

 

Pekan-Pekan Krusial

Setelah sulit meraih kemenangan dalam tiga pertandingan, selanjutnya, Ajax dijadwalkan meladeni Sparta Rotterdam di Johan Cruyff ArenA, pada laga ke-27, Minggu (15/3/2026). Laga nanti wajib dimenangkan Ajax, setelah tiga pertandingan terakhirnya gagal mendapatkan poin penuh.

Delapan laga tersisa benar-benar wajib dimaksimalkan oleh Ajax, demi bisa finis di posisi runner-up Eredivisie. Sebab hanya ada dua wakil dari Belanda untuk tampil di ajang Liga Champions.

"Saya dan Fred telah berbicara hari ini tentang apa yang terbaik untuk klub. Bersama-sama kami sepakat bahwa sesuatu perlu diubah. Dia masuk selama periode yang sulit dan telah melakukan semua yang dia bisa. Kami berterima kasih kepadanya untuk itu. Oscar akan menyelesaikan musim ini. Bulan-bulan mendatang sangat penting bagi klub. Kami masih memiliki delapan pertandingan untuk dimainkan dan kami harus mendapatkan hasil maksimal bersama-sama," terang Direktur Teknik Ajax, Jordi Cruyff.

 

Saatnya Bersatu

Sementara itu, Maarten Paes mengomentari kekalahan timnya di markas Groningen kemarin. Ia menyoroti kekurangan timnya dari sisi mentalitas dan kekompakan, ada sesuatu yang hilang dari Ajax menurut Paes.

Kiper berusia 27 tahun itu tak menyalahkan siapapun rekannya, karena kekalahan. Namun ia hanya ingin agar Ajax lebih menyatu seperti sebuah tim yang kompak dan berkarakter kuat.

"Ya, dibutuhkan seperti sebuah tim, bahwa para pemain yang bersedia berjuang mati-matian untuk satu sama lain. Di saat-saat sulitlah kita bisa melihat dengan jelas apakah kita adalah sebuah tim atau bukan. Kita semua harus bercermin dan melihat bagaimana kita bisa meningkatkan diri," ungkap Maarten Paes dikutip dari Voetbal Primeur setelah duel di Euroborg, Sabtu (7/3/2026).

"Ketika menang, semua orang berteman. Di saat-saat sulitlah kita bisa melihat dengan jelas apakah kita bersedia berjuang mati-matian untuk satu sama lain, apakah kita saling mendukung. Sepak bola adalah permainan yang penuh kesalahan, kita semua melakukannya, tetapi setidaknya kita harus menjadi sebuah tim," tandas Maarten Paes.

Sumber: Ajax

Video Populer

Foto Populer