5 Pemain Kelas Dunia yang Tak Disangka Belum Pernah Tampil di Final Liga Champions: Pavel Nedved Paling Apes

berikut kisah lara pemain bintang yang tak pernah beraksi di partai puncak Liga Champions

Bola.com, Jakarta - Satu nama yang layak diteriakkan di balik kedigdayaan Paris Saint-Germain (PSG) di pentas Liga Champions 2025/2026: Khvicha Kvaratskhelia.

Penyerang 25 tahun itu tak hanya protagonis di final saat mengalahkan Arsenal, melainkan juga aktor di sepanjang perjalanan PSG di ajang antarklub paling bergengsi Benua Biru musim ini.

Sepuluh gol yang ia kepul plus enam assist membuat pemilik paspor Georgia dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Champions edisi terkini.

Kvaratskhelia belum lama bergabung bareng PSG. Ia diciduk dari Napoli pada Januari 2025 dengan nilai transfer super wah, €70 juta atau setara Rp1,18 triliun.

Di bawah polesan Luis Enrique, Kvaratskhelia tak butuh waktu lama untuk menorehkan sensasi. Ia tak hanya memenangkan Si Kuping Besar, melainkan juga Ligue 1 2025/2026. Luar biasa!

Jika Kvaratskhelia sekejap mata sudah mengoleksi titel Liga Champions, namun sebaliknya ada banyak pemain bintang yang justru tak bisa mewujudkannya.

Liga Champions merupakan salah satu gelar paling bergengsi di jagat balbalan. Semua pesepak bola, terlebih yang berstatus superstar, berharapa bisa mendapatkannya, menimal sekali dalam perjalanan karier.

Akan tetapi, sejarah mencatat, tak sedikit yang harus menelan kekecewaan. Mereka memenangkan banyak gelar lainnya, termasuk Piala Dunia, tapi tidak Liga Champions. Boro-boro mengangkat trofinya, tampil di final saja tidak.

Dilansir Planetfootball, berikut kisah lara pemain bintang yang tak pernah beraksi di partai puncak Liga Champions:

 

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Ronaldo

Legenda Brasil, Ronaldo Nazario, dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik sepanjang masa dengan koleksi prestasi yang luar biasa. Dua Ballon d'Or, dua gelar Piala Dunia, dua trofi La Liga, serta Sepatu Emas Eropa menjadi bukti kehebatannya. Namun, ada satu gelar bergengsi yang tak pernah berhasil ia menangkan: Liga Champions.

Trofi Liga Champions selalu menjadi mimpi yang tak terwujud bagi Ronaldo. Pencapaian terbaiknya terjadi pada musim 2002-03 saat membawa Real Madrid melaju hingga semifinal sebelum disingkirkan Juventus.

Kesempatan lain datang pada musim 2006-07 ketika AC Milan berhasil menjuarai Liga Champions. Namun, Ronaldo tidak berhak tampil di kompetisi tersebut karena baru bergabung dari Real Madrid pada pertengahan musim.

Akibatnya, meski menjadi bagian dari skuad Rossoneri, Ronaldo tetap tidak pernah merasakan mengangkat trofi Liga Champions sepanjang karier profesionalnya.

 

Ruud van Nistelrooy

Meski tercatat sebagai salah satu pencetak gol paling tajam dalam sejarah Liga Champions, Ruud van Nistelrooy tak pernah merasakan atmosfer partai final kompetisi tersebut.

Striker asal Belanda itu mengoleksi 56 gol di Liga Champions, sebuah catatan yang hanya kalah dari enam pemain sepanjang sejarah turnamen. Namun, dari 73 penampilannya di kompetisi elite Eropa tersebut, tidak satu pun berujung di laga puncak.

Pencapaian terbaik Van Nistelrooy terjadi pada musim 2001-02 bersama Manchester United. Saat itu, Setan Merah melaju hingga semifinal sebelum disingkirkan Bayer Leverkusen. United bermain imbang 2-2 di leg pertama, sementara gol Van Nistelrooy pada leg kedua hanya mampu membawa timnya bermain imbang 1-1.

Hasil tersebut membuat Leverkusen lolos ke final berkat keunggulan gol tandang. Setelah pindah ke Real Madrid beberapa tahun kemudian, Van Nistelrooy tidak pernah lagi mampu membawa timnya mendekati final Liga Champions.

Zlatan Ibrahimovic

Ibrahimovic bermain dalam 124 pertandingan Liga Champions, membela Ajax, Juventus, Inter Milan, Barcelona, ​​AC Milan, Paris Saint-Germain, dan Manchester United.

Ia mencetak 48 gol untuk klub-klub yang ia bela di kompetisi elit Eropa, dengan 10 di antaranya dicetak di babak gugur.

Namun, pemain Swedia ini hanya sekali berhasil melewati babak perempat final. Ia mencapai semifinal bersama Barcelona pada musim 2009-10, di mana mantan klubnya, Inter, mengalahkan mereka 3-2 untuk melaju ke final.

Ibrahimovic mungkin memiliki kesempatan lain untuk mencapai final pada musim 2022-23, ketika AC Milan mencapai semifinal, tetapi sang striker telah berjuang dengan cedera sepanjang musim, dan tidak bermain satu menit pun di Liga Champions.

Mengingat banyaknya klub top yang ia bela, dan pertandingan yang dimainkan, sungguh mengherankan Ibrahimovic tidak pernah mendekati gelar juara Eropa.

 

Francesco Totti

Totti memiliki karier yang lebih panjang daripada yang bisa diimpikan kebanyakan pemain, dimulai pada usia 16 tahun dan berakhir pada usia 40 tahun.

Karier yang berlangsung selama 25 musim, dan hanya pernah membela Roma, membuat Totti bermain di sembilan musim Liga Champions yang berbeda.

Namun, ia tidak hanya tidak pernah mencapai final, ia hanya sekali lolos dari babak 16 besar.

Itu terjadi pada musim 2006-07, sang penyerang yang secara langsung bertanggung jawab atas keberhasilan timnya mencapai perempat final karena ia mencetak gol dan memberikan assist pada leg kedua babak 16 besar melawan Lyon – kemenangan 2-0.

Namun Manchester United dengan mudah mengalahkan Roma di perempat final, mencetak tujuh gol ke gawang mereka di leg kedua, setelah tim Italia itu memberi diri mereka harapan dengan memenangkan leg pertama 2-1.

Roma yang dimotori Totti kembali mencapai perempat final saat ia masih bermain, tetapi ia tidak berada di skuad saat United kembali menghancurkan mimpi Eropa mereka pada musim 2007-08.

Pavel Nedved

Pavel Nedved mungkin menjadi salah satu pemain terbaik yang paling bernasib sial dalam sejarah Liga Champions. Saat berhasil membawa Juventus ke final musim 2002-03, ia justru harus absen di laga puncak karena akumulasi kartu kuning.

Perjalanan Juventus menuju final tidak lepas dari kontribusi besar Nedved. Winger asal Republik Ceko itu mencetak gol saat Bianconeri menyingkirkan Barcelona dengan agregat 2-1 di perempat final.

Di semifinal melawan Real Madrid, Juventus kalah 1-2 pada leg pertama. Namun, mereka bangkit dengan kemenangan 3-1 di Turin pada leg kedua. Nedved turut mencetak gol penting yang membantu Juventus membalikkan keadaan dan memastikan tiket ke final.

Sayangnya, tak lama setelah mencetak gol tersebut, Nedved menerima kartu kuning yang membuatnya terkena skorsing untuk partai final. Tanpa dirinya, Juventus akhirnya kalah dari rival sesama Italia, AC Milan, melalui adu penalti di Old Trafford.

Sumber: Planetfootball

Video Populer

Foto Populer