Infantino Tetap Datang meski Diminta Tak Hadir, Klaim Dapat Sambutan Hangat di Karibia

Presiden FIFA, Gianni Infantino, abaikan permintaan Presiden Concacaf. Ia tetap hadir di turnamen usia muda dan klaim disambut hangat.

Bola.com, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, tetap menghadiri turnamen sepak bola usia muda di Republik Dominika, meski sebelumnya diminta untuk mempertimbangkan kembali kehadirannya.

Infantino mengaku mendapat sambutan hangat dari negara-negara anggota di kawasan Karibia.

Infantino bertemu sejumlah asosiasi anggota Karibia dalam ajang Caribbean Football Union (CFU) Under-14 Challenge Series, Sabtu waktu setempat.

Turnamen tersebut merupakan kompetisi usia muda yang mendapat dukungan program pengembangan sepak bola FIFA Forward.

Dalam pernyataan yang dirilis FIFA, Infantino menyebut kunjungannya ke Republik Dominika mendapat sambutan yang sangat hangat.

Ia juga mengatakan sempat berdiskusi mengenai berbagai proyek dan gagasan bersama negara-negara anggota CFU.

"Ini penting untuk terlibat, berdialog, menyampaikan pandangan dan pendapat. Banyak hal telah terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Karena itu, penting untuk saling mendengar, menyimak, dan menyampaikan apa yang dirasakan," ujar Infantino.

"Secara keseluruhan, saya sangat positif dan sangat bahagia dengan semua dukungan yang saya dapatkan di sini," lanjutnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Tetap Datang

Kehadiran Infantino sebenarnya menjadi sorotan karena Presiden Concacaf, Victor Montagliani, sebelumnya telah memintanya untuk mempertimbangkan kembali rencana menghadiri turnamen tersebut.

Montagliani menyampaikan permintaan itu melalui surat yang dikirim kepada Infantino pada Jumat.

Menurutnya, perhatian media dikhawatirkan lebih tertuju pada persoalan tata kelola FIFA daripada turnamen usia muda yang sedang berlangsung.

"Saya yakin, mengingat krisis tata kelola yang melanda FIFA sebagai akibat dari proposal kontroversial FIFA Forward Enterprise Anda, media akan berfokus pada situasi ini. Hal tersebut sayangnya akan secara signifikan mengalihkan perhatian dari sisi teknis kompetisi usia muda CFU," tulis Montagliani dalam suratnya, seperti dilaporkan The Athletic.

"Karena itu, dengan hormat saya meminta Anda, atas nama sepak bola, untuk mempertimbangkan kembali kehadiran Anda karena hal tersebut, sayangnya, akan mengurangi sisi teknis dari kegiatan pengembangan usia muda yang penting ini," lanjutnya.

Infantino tetap mengabaikan permintaan tersebut dan hadir secara langsung di Republik Dominika. Montagliani juga dijadwalkan menghadiri turnamen pada akhir pekan ini, meski belum diketahui apakah keduanya akan bertemu.

Penentang Infantino

Concacaf menjadi satu di antara konfederasi yang secara terbuka menentang rencana Infantino terkait FIFA Enterprise.

Sikap tersebut juga mendapat dukungan UEFA dan AFC melalui pernyataan bersama yang dirilis awal bulan ini dan meminta Infantino mengundurkan diri.

Montagliani termasuk enam pejabat yang menandatangani surat terbuka tersebut.

FIFA Forward Enterprise merupakan rencana Infantino untuk membuka investasi swasta dalam pengelolaan turnamen Piala Dunia. Namun, proyek tersebut dibatalkan hanya beberapa hari setelah pertama kali diberitakan.

Rencana itu memicu reaksi keras dan cepat. Sejumlah pejabat FIFA juga meninggalkan organisasi setelah munculnya rencana tersebut. UEFA bahkan mengancam akan memboikot Piala Dunia mendatang.

Desakan Mundur Meluas

Desakan agar Infantino mundur juga makin luas. Hari Minggu kemarin, enam federasi sepak bola Nordik, menyatakan telah "kehilangan kepercayaan" terhadap Infantino.

Enam negara tersebut adalah Swedia, Norwegia, Finlandia, Denmark, Islandia, dan Kepulauan Faroe, 

Mereka juga meminta dilakukan peninjauan independen secara menyeluruh terhadap tata kelola FIFA.

Di tengah tekanan tersebut, nama Montagliani turut disebut sebagai satu di antara kandidat yang berpotensi menantang Infantino dalam pemilihan presiden FIFA tahun depan.

Montagliani merupakan pejabat kelahiran Kanada yang juga menjabat sebagai satu di antara wakil presiden FIFA.

 

Sumber: Yahoo Sports

Penulis: Arif Anggara Mulya

Video Populer

Foto Populer